• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Selasa, 28 April, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • SERBA SERBI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • SERBA SERBI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home DAERAH

Atasi Keterbatasan Anggaran, Dirjen Keuda Kemendagri Dorong Daerah Terapkan Creative Financing

yusuf asyari by yusuf asyari
April 26, 2026
in DAERAH
Reading Time: 2min read
Atasi Keterbatasan Anggaran, Dirjen Keuda Kemendagri Dorong Daerah Terapkan Creative Financing
62
SHARES
138
VIEWS

JAKARTA — Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah (Keuda) Kementerian Dalam Negeri, Agus Fatoni, menekankan urgensi bagi pemerintah daerah untuk menerapkan skema pembiayaan kreatif atau creative financing. Langkah ini dinilai krusial guna menjaga keberlanjutan pembangunan di tengah dinamika ketidakpastian global dan keterbatasan kapasitas fiskal daerah.

Fatoni menegaskan bahwa pemda tidak lagi bisa hanya berpangku tangan mengandalkan dana transfer dari pemerintah pusat. Menurut dia, kemandirian fiskal hanya bisa dicapai jika daerah berani melakukan terobosan dan inovasi dalam mencari sumber pendanaan alternatif yang sah.

“Kalau kita ingin menghasilkan sesuatu yang berbeda, maka harus dilakukan dengan cara yang berbeda. Jika daerah ingin memiliki sumber pendanaan yang lebih baik, harus terus melakukan inovasi,” kata Fatoni dalam Rakornas Pengelolaan Pendapatan Daerah di Jakarta, Kamis (16/4/2026).

BACA JUGA :  Pelaku Penembakan Relawan Prabowo-Gibran Masih Gelap

Fatoni memaparkan lima langkah strategis dalam mengimplementasikan creative financing. Pertama, penguatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui intensifikasi dan ekstensifikasi pajak serta retribusi. Digitalisasi menjadi kunci utama untuk menekan kebocoran dan memastikan pemantauan pendapatan secara real-time.

Kedua, optimalisasi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Fatoni menyoroti fakta bahwa dari 1.097 BUMD di seluruh Indonesia, kurang dari separuhnya yang mampu memberikan dividen bagi daerah. Pemda didorong untuk merekrut pengurus profesional dan mengarahkan BUMD pada sektor potensial seperti pangan, energi, dan pariwisata.

Ketiga, transformasi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) seperti rumah sakit dan sekolah agar lebih fleksibel dan profesional sehingga mampu membiayai operasionalnya secara mandiri. Keempat, pemanfaatan Barang Milik Daerah (BMD) secara produktif melalui skema sewa atau kerja sama pemanfaatan aset yang selama ini terbengkalai.

BACA JUGA :  Kisah Haru Korban Selamat Musala Al-Khoziny: “Saya Baca Istigfar, Salawatan, dan Pasrah”

Langkah kelima adalah sinkronisasi dana Corporate Social Responsibility (CSR). Fatoni menyarankan agar CSR diarahkan pada program prioritas nasional, seperti pengentasan kemiskinan ekstrem, penanganan stunting, dan pengendalian inflasi agar lebih tepat sasaran.

Selain itu, Kemendagri mendorong penguatan skema Kerja Sama Pemerintah Daerah dengan Badan Usaha (KPDBU) untuk mengakselerasi pembangunan infrastruktur publik. Fatoni mencontohkan, proyek penerangan jalan yang biasanya memakan waktu 10 tahun, dapat dirampungkan lebih cepat melalui KPDBU, yang berdampak langsung pada geliat ekonomi UMKM dan keamanan wilayah.

“Daerah tidak bisa bekerja sendiri. Harus ada kolaborasi, baik dengan badan usaha, pemerintah daerah lain, maupun sumber pembiayaan di luar APBD seperti zakat melalui Baznas, hingga penerbitan obligasi atau sukuk daerah untuk proyek produktif,” pungkas Fatoni.

BACA JUGA :  Tiga Kambing Warga Muarojambi Hilang Misterius, ternyata Pelakunya Makhluk Menyeramkan

Penerapan creative financing ini diharapkan menjadi motor penggerak bagi pemerintah daerah untuk lebih adaptif dan mandiri dalam mengelola keuangan demi kesejahteraan masyarakat luas.(*)

 

Tags: Creative FinancingDirjen Keuda KemendagriKeterbatasan Anggaran
Previous Post

Jelang Akad Nikah El Rumi-Syifa Hadju, Maia Estianty Beri Wejangan Penuh Haru

Next Post

Ketidakpastian Global Membuat Ekonomi Domestik Babak Belur

Related Posts

Papua Targetkan Kemandirian Fiskal, Dorong Reformasi Total Otonomi Daerah
DAERAH

Papua Targetkan Kemandirian Fiskal, Dorong Reformasi Total Otonomi Daerah

April 27, 2026
138
Sri Sultan Hamengkubuwana X Tegas: Tak Ada Toleransi Kekerasan Anak, Kasus Little Aresha Daycare Diusut Tuntas
DAERAH

Sri Sultan Hamengkubuwana X Tegas: Tak Ada Toleransi Kekerasan Anak, Kasus Little Aresha Daycare Diusut Tuntas

April 27, 2026
2.5k
Cerita Haru Dhani, Jemaah Haji Muda yang Siap Dampingi Ibu ke Tanah Suci
DAERAH

Cerita Haru Dhani, Jemaah Haji Muda yang Siap Dampingi Ibu ke Tanah Suci

April 27, 2026
2.1k
Kasus Daycare Little Aresha, Kementerian HAM Tegaskan Bukan Sekadar Kelalaian Pengasuhan
DAERAH

Kasus Daycare Little Aresha, Kementerian HAM Tegaskan Bukan Sekadar Kelalaian Pengasuhan

April 27, 2026
2.2k
Kabupaten Kendal Siapkan 3.000 Hektare Lahan Industri, Serap 65 Ribu Tenaga Kerja dan Tekan Pengangguran
DAERAH

Kabupaten Kendal Siapkan 3.000 Hektare Lahan Industri, Serap 65 Ribu Tenaga Kerja dan Tekan Pengangguran

April 27, 2026
2.6k
Terbongkar! Dugaan Kekerasan di Daycare Yogyakarta, Puluhan Orang Tua Melapor
DAERAH

Terbongkar! Dugaan Kekerasan di Daycare Yogyakarta, Puluhan Orang Tua Melapor

April 25, 2026
3k
Next Post
Ketidakpastian Global Membuat Ekonomi Domestik Babak Belur

Ketidakpastian Global Membuat Ekonomi Domestik Babak Belur

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • SERBA SERBI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com