STABILITAS ekonomi global kerap terganggu saat ketegangan geopolitik khususnya yang terjadi di kawasan Timur Tengah meningkat. Kondisi ini mengakibatkan ketidakpastian global yang berdampak pada ekonomi domestik, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Ketidakpastian global saat ini bukan sekadar isu eksternal yang jauh dari kehidupan sehari-hari. Tapi menjadi tekanan nyata yang membuat ekonomi domestik babak belur.
Ekonomi domestik memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap dinamika global. Ketika terjadi perang antar negara, rantai pasok menjadi terganggu dan mengakibatkan harga komoditas energi melonjak. Kementrian Koordinator Bidang Ekonomi Indonesia mengungkapkan Perekonomian global masih menghadapi ketidak pastian dan di proyeksikan melambat pada 2026. Harga minyak mentah dunia tembus hingga US$100 per barel pada senin (13/4) akibat Iran gagal dalam kesepakatan damai dengan AS (CNN Indonesia). Gagalnya kesepakatan damai antara Irian dengan AS diikuti dengan rencana AS memblokir kapal-kapal menuju Iran yang melewati Selat Hormuz. Namun, kapal-kapal yang melintas melewati pelabuhan non Iran tetap diizinkan. Dampak ekonomi dari lonjakan harga minyak berakibat luas terhadap negara berkembang.
Sebagai negara yang masih mengandalkan impor minyak mentah dan juga BBM Indonesia tentu merasakan dampaknya secara langsung. Dimana meningkatnya harga minyak dapat mendorong terjadiya inflasi melalui peningkatan biaya produksi, transportasi dan biaya bahan baku yang terdampak akibat adanya kenaikan harga minyak. Sehingga pelaku usaha terpaksa harus meningkatkan harga jual yang mendorong turunnya daya beli masyarakat.yang lebih di khawatirkan dampaknya juga akan di rasakan oleh para usaha kecil menengah yang menjadi bagian dari kelompok yang rentan terhadap gejolak ekonomi. Banyak investor asing yang keluar dari negara berkembang untuk mencari negara yang lebih aman untuk berinvestasi. Akibatnya, nilai tukar melemah dan mengakibatkan stabilitas keuangan dalam negeri terganggu
Pemerintah mulai mengevalusai ulang strategi terhadap ketergantungan energi termasuk Indonesia. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa pasokan BBM mulai stabil dan mengajak masyarakat untuk tidak boros. Meski demikian saat ini pasar masih dalam keadaan antisipasi untuk menunggu negosiasi kesepakatan antara Iran dan AS. Hal ini menjadi pelajaran bagi indonesia untuk memperkuat fondasi ekonomi domestik dengan melakukan reformasi sebagai bagian dari strategi penanganan krisis di masa depan. Agar krisis tidak terjadi berulang.
Penulis:
Siti Chizatun Fitriyah







