JAKARTA – Dhani Aditya Saputra, salah satu calon jemaah haji muda asal Bali, mengaku sempat terkejut saat mengetahui dirinya ternyata sudah didaftarkan haji sejak masih duduk di bangku sekolah dasar. Pendaftaran itu dilakukan ibunya sebagai pengganti sang ayah yang saat itu belum siap berangkat.
“Saat itu tidak tahu, kan karena masih kecil diajak begitu saja ke kantor mana itu untuk foto, buat foto segala macam diurus ibu, jadi awal-awal tahu ini kaget,” kata Dhani di Denpasar, Sabtu, 25 April.
Kini, di usianya yang baru 17 tahun, Dhani menjadi jemaah haji termuda kedua asal Bali. Dalam acara pelepasan yang digelar Pemerintah Provinsi Bali bersama Kementerian Haji dan Umrah wilayah Bali, ia maju sebagai perwakilan karena jemaah termuda berhalangan hadir.
Dhani menceritakan, saat berusia 12 tahun ia tidak mengetahui bahwa ibunya mendaftarkannya sebagai anak laki-laki pertama untuk menggantikan posisi sang ayah dalam antrean keberangkatan haji.
Lima tahun berselang, namanya bersama sang ibu akhirnya diumumkan masuk dalam kuota haji Bali yang berjumlah 698 orang.
Meski bersyukur mendapat kesempatan berangkat ke Tanah Suci di usia muda, Dhani mengaku ada rasa cemas karena ini menjadi pengalaman pertamanya menunaikan ibadah haji sekaligus pertama kali menginjakkan kaki di Makkah.
“Dengar-dengar haji itu tidak sebentar seperti umrah itu dua minggu, kalau haji kan sampai 40 hari, kaget lama juga di sana, nanti bagaimana dengan kondisi tubuh, lalu cuaca di sana seperti apa kan saya tidak tahu, saya belum pernah umrah tapi langsung haji makanya kaget, sedangkan orang-orang yang sudah umrah mungkin sudah tahu, waduh gimana nanti,” ujarnya.
Meski begitu, Dhani memastikan dirinya telah mempersiapkan diri secara fisik, mental, dan pengetahuan agar dapat menjalani ibadah dengan baik.
“Untuk fisik juga harus dijaga benar-benar, pola makan, kesehatan, kehidupan sehari-hari, olahraga itu penting nanti untuk selama di sana, makanya sudah dipersiapkan dari beberapa bulan lalu,” ucapnya.
Tekad Dhani untuk berangkat haji juga didorong keinginannya mendampingi sang ibu. Ia berjanji akan menjaga ibunya selama menjalani rangkaian ibadah, terlebih hubungan keduanya memang sangat dekat dalam keseharian.
“Untuk mama, sehat-sehat di sana, kita akan beribadah bersama, jaga kondisi fisik, panjang umur pokoknya buat mama,” kata dia dengan mata berkaca-kaca.
Di tengah keberangkatannya, Dhani memastikan pendidikannya tidak terganggu. Siswa kelas 3 SMA itu mengaku sudah mengurus izin sekolah, terlebih ibunya merupakan guru di SMA Muhammadiyah 1 Denpasar tempat ia menempuh pendidikan.
Ia pun mengaku mendapat dukungan penuh dari teman-teman sekolah hingga para orang tua siswa yang turut mendoakan agar suatu saat bisa menyusul menunaikan ibadah haji.







