JAKARTA– Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih dengan melantik sejumlah pejabat di Istana Kepresidenan, Senin (27/4/2025).
Dalam reshuffle kali ini, seperti dilansir dari Beritasatu.com, sejumlah nama ditempatkan pada posisi strategis di lingkungan pemerintahan. Muhammad Qodari dilantik sebagai Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah, menggantikan Angga Raka Prabowo.
Sementara itu, Dudung Abdurachman dipercaya menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP), menggantikan Qodari. Sebelumnya, Dudung diketahui menjabat sebagai penasihat ahli presiden bidang pertahanan.
Di sektor lainnya, Abdul Kadir Karding dilantik sebagai Kepala Badan Karantina Nasional menggantikan Sahat Manaor Pangabean. Adapun posisi penasihat khusus presiden bidang komunikasi kini diisi oleh Hasan Nasbi.
Untuk jajaran kementerian, Presiden juga melantik Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup menggantikan Hanif Faisol. Sementara itu, Hanif Faisol Nurofiq digeser menjadi Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan.
Dalam prosesi pelantikan, Presiden memimpin langsung pengucapan sumpah jabatan yang diikuti para pejabat yang dilantik.
“Demi Allah saya bersumpah akan setia kepada UUD 1945 serta menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja sebaik-baiknya, penuh rasa tanggung jawab,” ucap Presiden saat membacakan sumpah jabatan.
Reshuffle kabinet ini merupakan yang kelima kalinya dilakukan Presiden Prabowo sejak memimpin pemerintahan.
Daftar Pejabat yang Dilantik:
- Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah: Muhammad Qodari
- Kepala Staf Kepresidenan (KSP): Dudung Abdurachman
- Menteri Lingkungan Hidup: Jumhur Hidayat
- Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan: Hanif Faisol
- Kepala Badan Karantina Nasional: Abdul Kadir Karding
- Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi: Hasan Nasbi
Perombakan ini diharapkan mampu memperkuat kinerja kabinet serta meningkatkan efektivitas pemerintahan dalam menghadapi berbagai tantangan nasional.







