TANGSELXPRESS- Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menunda rekonstruksi Jembatan Merpati Raya di Kelurahan Sawah Baru, Kecamatan Ciputat, hingga waktu yang belum ditentukan. Penutupan Jalan Merpati Raya yang semula dijadwalkan mulai Kamis (22/10/2026) juga belum diberlakukan.
Penundaan tersebut dilakukan oleh Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (DSDABMBK) Tangsel karena pemerintah masih memerlukan waktu untuk menyosialisasikan rencana pekerjaan kepada masyarakat dan pihak-pihak yang terdampak.
Kepala DSDABMBK Tangsel, Robbi Cahyadi, mengatakan sosialisasi perlu dilakukan lebih lanjut, terutama kepada sekolah, rumah sakit, serta pelaku usaha di sekitar lokasi rekonstruksi.
“Kami masih memerlukan waktu untuk melakukan sosialisasi lebih lanjut kepada masyarakat dan pihak-pihak yang terdampak, termasuk sekolah, rumah sakit, serta pelaku usaha di sekitar lokasi,” ujar Robbi dalam keterangannya, Rabu (21/10/2026).
Dengan penundaan ini, penutupan jalan pada segmen POM Bensin Shell–Bintaro Hill belum berlaku. Masyarakat untuk sementara belum perlu mengalihkan rute perjalanan akibat pekerjaan rekonstruksi tersebut.
DSDABMBK Tangsel belum menetapkan jadwal baru untuk pelaksanaan rekonstruksi maupun penutupan jalan. Informasi selanjutnya akan disampaikan melalui kanal resmi pemerintah.
“Kami ingin informasi mengenai rekonstruksi dan penutupan jalan ini tersampaikan dengan baik agar masyarakat dapat mempersiapkan diri sebelum pekerjaan dimulai,” kata Robbi.
Rekonstruksi Jembatan Ditargetkan Berlangsung hingga Desember
Sebelumnya, Pemkot Tangsel merencanakan rekonstruksi Jembatan Merpati Raya berlangsung pada Oktober hingga Desember 2026.
Pekerjaan tersebut diperlukan untuk menangani kerusakan pada abutmen atau struktur penyangga di ujung jembatan akibat gerusan aliran sungai yang terjadi pada Oktober 2025.
Robbi sebelumnya menjelaskan bahwa rekonstruksi bertujuan memulihkan fungsi dan keamanan struktur jembatan sekaligus menjaga keselamatan masyarakat yang setiap hari melintasi jalur tersebut.
Penutupan jalan semula direncanakan untuk memberikan ruang kerja yang memadai bagi pelaksana konstruksi serta mengurangi risiko bagi pekerja dan pengguna jalan selama proses pembangunan berlangsung.
Namun, sebelum pekerjaan dimulai, pemerintah perlu menyosialisasikan rencana tersebut agar masyarakat memiliki waktu untuk menyesuaikan perjalanan dan aktivitas sehari-hari.
“Kami memahami rencana penutupan ini akan berpengaruh terhadap aktivitas dan perjalanan masyarakat. Makanya, sosialisasi perlu dilakukan terlebih dahulu agar warga memiliki waktu untuk menyesuaikan rute maupun kegiatan sehari-hari,” jelas Robbi.
Masyarakat diimbau memantau perkembangan informasi melalui akun media sosial resmi DSDABMBK Tangsel, @dsdabmbk, untuk mengetahui jadwal terbaru rekonstruksi jembatan dan pemberlakuan penutupan Jalan Merpati Raya.







