• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Jumat, 23 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home DAERAH

Kisah Haru Korban Selamat Musala Al-Khoziny: “Saya Baca Istigfar, Salawatan, dan Pasrah”

Irina Jusuf by Irina Jusuf
Oktober 7, 2025
in DAERAH, NEWS
Reading Time: 2min read
Kisah Haru Korban Selamat Musala Al-Khoziny: “Saya Baca Istigfar, Salawatan, dan Pasrah”
76
SHARES
168
VIEWS

SIDOARJO – Tiga hari terjebak di bawah reruntuhan beton, Syaiful Rosi Abdillah (15) hanya bisa berzikir. Di antara gelap, debu, dan rasa sakit yang tak tertahankan, santri asal Kabupaten Sampang, Madura, itu terus membaca istigfar dan salawat, pasrah jika memang ajal telah menjemput. Namun takdir berkata lain, nyawanya masih diselamatkan.

Syaiful adalah salah satu korban selamat dari tragedi ambruknya Musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur. Ia berhasil keluar hidup-hidup setelah tertimbun reruntuhan selama tiga hari.

“Pada rakaat pertama, cor-coran dan kayu mulai jatuh sedikit-sedikit, tapi kami kira tidak terjadi apa-apa. Saat rakaat kedua, tiba-tiba semuanya runtuh,” kenang Rosi pelan, ditemui di ruang perawatan, Senin, 6 Oktober 2025 dikutip dari http://beritasatu.com

BACA JUGA :  Kisah Nanang, Santri Selamat dari Musala Ponpes Al-Khoziny: Terjepit Besi, Terjebak 30 Menit

Suasana sore itu seketika berubah mencekam. Para santri yang sedang salat Asar berhamburan menyelamatkan diri. Namun Rosi tak sempat lari. “Saya sempat ditarik saudara, lalu tertimpa beton di bagian kaki,” ujarnya.

Di bawah timbunan reruntuhan, Rosi hanya bisa mendengar suara tangisan dan rintihan teman-temannya. Di sebelahnya, dua santri lain juga terjepit. “Awalnya saya pasrah, lalu berteriak minta tolong, tapi anak-anak lain menyuruh diam dan menunggu bantuan,” kisahnya lirih.

Waktu berjalan begitu lambat. Ia tak tahu siang atau malam. Yang bisa ia lakukan hanya berzikir, membaca istigfar dan salawat berulang-ulang. “Saya baca istigfar, salawatan, dan pasrah. Sudah terpikir akan mati,” ucapnya.

BACA JUGA :  Insiden Musala Al-Khoziny, Prabowo Instruksikan Pemeriksaan Pesantren Se-Indonesia

Hingga akhirnya, di hari ketiga, samar-samar terdengar suara dari luar reruntuhan. “Ada yang manggil, saya jawab ‘ada, Pak’. Lalu disuruh mengetuk-ngetuk. Katanya semua anak yang selamat sudah dievakuasi. Saya diselamatkan kedua,” cerita Rosi.

Namun perjuangan keluar dari reruntuhan tak mudah. Saat tubuhnya ditarik, tangannya tersangkut di potongan cor-coran. “Rasanya sakit sekali. Tapi saya bersyukur masih bisa hidup,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca.

Meski kesakitan, Rosi tetap memikirkan temannya yang juga terjebak di bawah puing. “Saya minta penyelamat menolong teman saya dulu. Baru saya. Mereka masuk, ngebor cor-coran di kaki saya, terus angkat saya keluar,” ujarnya.

Kini, telapak kaki kanan Rosi harus diamputasi akibat luka parah. Namun semangatnya untuk pulih tak pernah padam.

BACA JUGA :  Ada 6 Sebab Hewan Kurban Tidak Sah untuk Disembelih

Ayahnya, Idrus, tak pernah berhenti memberi kekuatan. “Sekarang kondisinya sudah membaik. Saya cuma khawatir dia minder setelah amputasi. Kadang dia tanya soal kakinya. Saya bilang, nggak apa-apa, yang penting kamu masih hidup,” ucap Idrus dengan suara bergetar.

Bagi Rosi, hidup kedua yang diberikan Tuhan bukan sekadar keajaiban — melainkan pengingat bahwa di balik musibah, selalu ada harapan. “Saya cuma ingin bisa jalan lagi dan kembali mengaji,” katanya lirih, menatap jauh ke depan.

Tags: Korban Ponpes Al-khozinyMusala Ponpes Al-Khoziny ambrukMusibah Ponpes Al-Khoziny
Previous Post

Mudah Menular, Ini Ciri dan Pencegahan Flu Singapura yang Perlu Diketahui

Next Post

Pembersihan Puing Musala Al-Khoziny Selesai, Jumlah Korban Tak Bertambah

Related Posts

Hari Santri 2026, Pilar Saga Dorong Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas
TANGERANG SELATAN

Hari Santri 2026, Pilar Saga Dorong Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas

Oktober 22, 2026
2.3k
Beredar Surat Transaksi Eka Hospital Tahun 2022, Patut Diduga Berkaitan dengan Upaya Menggeser Pemegang Saham Minoritas
HUKUM

Beredar Surat Transaksi Eka Hospital Tahun 2022, Patut Diduga Berkaitan dengan Upaya Menggeser Pemegang Saham Minoritas

Oktober 22, 2026
2.4k
Optimistis pada Prospek Pertumbuhan Jangka Panjang, BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 Triliun
ADVERTORIAL

Optimistis pada Prospek Pertumbuhan Jangka Panjang, BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 Triliun

Oktober 22, 2026
2.4k
Bali Tech Week 2026 Hadirkan 900 Pertemuan Bisnis, Tangsel Soroti Kolaborasi Digital
TANGERANG SELATAN

Bali Tech Week 2026 Hadirkan 900 Pertemuan Bisnis, Tangsel Soroti Kolaborasi Digital

Oktober 22, 2026
2.4k
Lindungi Pantai Utara Jawa dari Abrasi, BRI Tanam 30 Ribu Bibit Mangrove dan Manfaatkan Sampah Jadi Pemecah Ombak Melalui Program BRI Peduli
ADVERTORIAL

Lindungi Pantai Utara Jawa dari Abrasi, BRI Tanam 30 Ribu Bibit Mangrove dan Manfaatkan Sampah Jadi Pemecah Ombak Melalui Program BRI Peduli

Oktober 22, 2026
2.4k
Tangsel Diwaspadai Jadi Kota Transit TPPO, Pemkot Perkuat Pengawasan RT/RW
TANGERANG SELATAN

Tangsel Diwaspadai Jadi Kota Transit TPPO, Pemkot Perkuat Pengawasan RT/RW

Oktober 22, 2026
2.4k
Next Post
Pembersihan Puing Musala Al-Khoziny Selesai, Jumlah Korban Tak Bertambah

Pembersihan Puing Musala Al-Khoziny Selesai, Jumlah Korban Tak Bertambah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com