• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Kamis, 22 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home DUNIA KAMPUS

Peran Strategis Panti Asuhan dalam Membentuk Kemandirian dan Ketangguhan Karakter Anak di Era Modern 

Redaksi Tangselxpress by Redaksi Tangselxpress
Juli 1, 2026
in DUNIA KAMPUS
Reading Time: 8min read
Peran Strategis Panti Asuhan dalam Membentuk Kemandirian dan Ketangguhan Karakter Anak di Era Modern 
221
SHARES
2.6k
VIEWS

PANTI asuhan memiliki peran penting dalam membentuk karakter, kemandirian, dan ketangguhan anak asuh di tengah perkembangan era modern yang ditandai oleh kemajuan teknologi serta perubahan sosial yang cepat.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman anak-anak Panti Asuhan YPMS mengenai pentingnya kemandirian, pembentukan karakter, serta pengembangan keterampilan kewirausahaan sederhana sebagai bekal menghadapi masa depan. Metode pelaksanaan dilakukan melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, simulasi praktik pembuatan produk gelang, dan

pendampingan selama kegiatan berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan pemahaman mengenai pentingnya kemandirian, memiliki sikap tanggung jawab yang lebih baik, mampu bekerja sama dalam kelompok, serta menunjukkan kreativitas dan kepercayaan diri melalui praktik kewirausahaan.

Kegiatan ini membuktikan bahwa pembelajaran berbasis praktik mampu mendukung pembentukan karakter sekaligus meningkatkan keterampilan hidup anak panti asuhan. Oleh karena itu, kegiatan serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak agar mampu menghasilkan generasi yang mandiri, tangguh, kreatif, dan siap menghadapi tantangan era modern.

Pendahuluan

Panti asuhan merupakan salah satu lembaga kesejahteraan sosial yang memiliki peran penting dalam memberikan perlindungan, pengasuhan, pendidikan, dan pembinaan kepada anak-anak yang kehilangan orang tua atau berasal dari keluarga yang mengalami keterbatasan ekonomi maupun sosial. Keberadaan panti asuhan tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal

sementara, tetapi juga sebagai lingkungan pendidikan yang bertanggung jawab dalam membentuk kepribadian, karakter, serta mempersiapkan anak-anak agar mampu hidup mandiri di masa depan. Melalui berbagai program pembinaan, panti asuhan diharapkan mampu menciptakan generasi yang memiliki kemampuan akademik, sosial, emosional, dan spiritual yang seimbang.

Di era modern, perkembangan teknologi informasi, digitalisasi, dan globalisasi telah membawa perubahan yang sangat cepat dalam berbagai aspek kehidupan. Kemajuan tersebut memberikan banyak peluang, namun juga menghadirkan tantangan yang semakin kompleks bagi anak-anak, terutama mereka yang tinggal di lingkungan panti asuhan.

Berbagai pengaruh negatif seperti penyalahgunaan media sosial, rendahnya literasi digital, menurunnya interaksi sosial, hingga meningkatnya persaingan di dunia kerja menjadi tantangan yang harus dipersiapkan sejak dini. Oleh karena itu, anak-anak panti asuhan memerlukan pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan fisik, tetapi juga pada pengembangan karakter, keterampilan hidup (life skills), kemampuan beradaptasi, serta jiwa kewirausahaan agar mampu bersaing dan menghadapi perubahan zaman.

Kemandirian merupakan salah satu kompetensi utama yang harus dimiliki setiap individu. Kemandirian tidak hanya diartikan sebagai kemampuan memenuhi kebutuhan pribadi, tetapi juga kemampuan mengambil keputusan, memecahkan masalah, bertanggung jawab atas tindakan yang dilakukan, serta mampu mengelola diri secara emosional maupun sosial.

Selain kemandirian, ketangguhan karakter (resilience) juga menjadi faktor penting dalam membentuk individu yang mampu bertahan, bangkit, dan berkembang ketika menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Karakter yang tangguh akan membantu seseorang tetap optimis, disiplin, memiliki rasa percaya diri, serta mampu beradaptasi terhadap perubahan yang terjadi di lingkungan sekitarnya.

Panti Asuhan YPMS sebagai salah satu lembaga sosial memiliki komitmen untuk membentuk karakter anak melalui berbagai kegiatan pembinaan. Namun demikian, masih ditemukan beberapa kendala, seperti rendahnya kepercayaan diri sebagian anak, kurangnya keterampilan praktis yang dapat dijadikan bekal hidup, serta terbatasnya pengalaman dalam mengembangkan kreativitas dan kemampuan berwirausaha.

BACA JUGA :  Public Speaking: Keterampilan Penting untuk Berani Berbicara dan Bersaing di Era Modern

Kondisi tersebut menunjukkan perlunya kegiatan pembinaan yang lebih aplikatif agar anak-anak tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teoritis, tetapi juga memiliki pengalaman langsung dalam mengembangkan kemampuan diri.

Sebagai bentuk kontribusi perguruan tinggi melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), dilaksanakan kegiatan edukasi mengenai pentingnya kemandirian dan ketangguhan karakter yang dipadukan dengan pelatihan kewirausahaan kreatif melalui praktik pembuatan gelang. Kegiatan ini dirancang menggunakan pendekatan pembelajaran partisipatif sehingga peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga terlibat secara aktif dalam diskusi, praktik, serta penyelesaian studi kasus sederhana. Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan motivasi belajar, rasa percaya diri, kemampuan bekerja sama, serta kreativitas peserta dalam menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi.

Melalui kegiatan ini diharapkan anak-anak panti asuhan memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya membangun karakter positif, meningkatkan kemandirian, mengembangkan keterampilan hidup, serta menumbuhkan jiwa kewirausahaan sejak dini. Selain memberikan manfaat bagi peserta, kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi salah satu model pembinaan karakter yang dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh pengelola panti asuhan dalam mempersiapkan generasi muda yang berkualitas, mandiri, kreatif, tangguh, serta mampu menghadapi tantangan kehidupan di era modern.

Metode Pelaksanaan

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dilaksanakan di Panti Asuhan Yayasan Pembangunan Masyarakat Sejahtera (YPMS) Kedaung, Pamulang, Tangerang Selatan pada tanggal 26 April 2026. Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif yang memadukan penyampaian materi, interaksi aktif, praktik langsung, serta pendampingan selama kegiatan berlangsung.

Materi disampaikan melalui metode ceramah dengan menggunakan media presentasi yang sederhana dan mudah dipahami peserta. Penyampaian materi difokuskan pada pentingnya membangun kemandirian, ketangguhan karakter, keterampilan hidup (life skills), serta wawasan mengenai kewirausahaan kreatif sebagai bekal menghadapi tantangan kehidupan di masa depan.

Selanjutnya, peserta diajak berdiskusi mengenai pengalaman, pendapat, serta berbagai permasalahan yang sering mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari. Diskusi ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis, komunikasi, serta keberanian peserta dalam menyampaikan ide dan pendapat.

Setelah sesi penyampaian materi, peserta mengikuti kegiatan simulasi melalui praktik pembuatan gelang sebagai produk kreatif sederhana yang memiliki nilai ekonomi. Dalam kegiatan tersebut peserta belajar memilih bahan, menyusun desain, merangkai produk, hingga memahami konsep dasar penentuan harga jual dan pemasaran sederhana.

Selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung, tim pelaksana memberikan pendampingan secara langsung kepada peserta. Pendampingan dilakukan untuk memberikan arahan, motivasi, membantu mengatasi kesulitan yang dihadapi peserta, sekaligus melakukan evaluasi terhadap keterlibatan dan perkembangan peserta selama kegiatan berlangsung.

Hasil Dan Pembahasan

Pelaksanaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat memperoleh respons yang sangat positif dari seluruh peserta. Pada awal kegiatan, sebagian peserta terlihat masih kurang percaya diri dalam mengikuti aktivitas praktik maupun menyampaikan pendapat. Namun, setelah memperoleh penjelasan, motivasi, dan contoh secara langsung dari tim pelaksana, peserta mulai menunjukkan antusiasme yang tinggi serta aktif berpartisipasi dalam setiap rangkaian kegiatan.

BACA JUGA :  Edukasi Pengelolaan Keuangan dan Kewirausahaan untuk Meningkatkan Kreativitas Pemuda Karang Taruna

Penyampaian materi mengenai pentingnya kemandirian dan ketangguhan karakter memberikan pemahaman baru kepada peserta mengenai nilai disiplin, tanggung jawab, kerja keras, kemampuan bekerja sama, serta pentingnya beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Melalui sesi diskusi, peserta juga belajar mengemukakan pendapat, menghargai pandangan orang lain, serta meningkatkan kemampuan berkomunikasi secara efektif.

Kegiatan praktik pembuatan gelang menjadi bagian yang paling menarik bagi peserta karena mereka dapat secara langsung menerapkan materi yang telah dipelajari. Selama proses tersebut peserta belajar memilih bahan, membuat desain, merangkai produk, hingga memahami konsep sederhana mengenai penentuan harga jual dan pemasaran produk. Selain menghasilkan produk kreatif yang memiliki nilai ekonomi, kegiatan ini juga melatih ketelitian, kesabaran, kreativitas, serta kemampuan bekerja sama dalam kelompok.

Berdasarkan hasil observasi selama kegiatan, terlihat adanya peningkatan rasa percaya diri peserta dalam menyelesaikan tugas maupun berinteraksi dengan teman sekelompok. Peserta juga menunjukkan sikap tanggung jawab terhadap pekerjaan yang diberikan dan mampu menyelesaikan setiap tahapan kegiatan dengan baik meskipun menghadapi beberapa kendala teknis. Pengalaman praktik kewirausahaan memberikan pemahaman bahwa keterampilan sederhana dapat dikembangkan menjadi peluang usaha yang bermanfaat untuk meningkatkan kemandirian ekonomi di masa depan.

  1. Rincian Anggaran Stimulus Penguatan Kapasitas Produksi dan Logistik
    • Bahan Baku Manik Gelang 5 Paket @27.500 Rp. 138.000
    • Perlengkapan Acara & Dooprize 5 Paket @46.600 Rp. 233.000
    • Konsumsi (Nasi Box & Snack) 38/20 @13.000/7.000 Rp.634.000
    • Media Aribut (Banner & Plakat) 1/1 @60.000/70.000 Rp. 130.000
    • Logistic & Transportasi Operasi Rp. 655.000
    • Rekaputulasi Realisasi Dana Rp.1.790.000

(Sumber: Laporan Keuangan Internal Kelompok 3, 2026)

Secara keseluruhan, kegiatan ini menunjukkan bahwa pembentukan karakter akan lebih efektif apabila dipadukan dengan pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning). Melalui pendekatan tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teoritis, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mengembangkan keterampilan, kreativitas, dan sikap positif yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan demikian, panti asuhan memiliki peran strategis sebagai lembaga yang tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar anak, tetapi juga menjadi wadah pembentukan karakter, pengembangan potensi, dan persiapan generasi muda yang mandiri, kreatif, serta mampu menghadapi tantangan era modern.

Kesimpulan

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang dilaksanakan di Panti Asuhan YPMS menunjukkan bahwa pembinaan karakter yang dipadukan dengan pelatihan keterampilan kewirausahaan sederhana mampu memberikan dampak positif terhadap perkembangan peserta. Melalui rangkaian kegiatan berupa penyampaian materi, diskusi interaktif, simulasi praktik, dan pendampingan, peserta memperoleh  pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya kemandirian, ketangguhan karakter, tanggung jawab, disiplin, kerja sama, serta kemampuan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan di era modern.

Pendekatan pembelajaran yang bersifat partisipatif memberikan kesempatan kepada peserta untuk belajar secara aktif sehingga proses pembentukan karakter menjadi lebih efektif. Hasil kegiatan juga menunjukkan adanya peningkatan rasa percaya diri peserta dalam mengikuti setiap tahapan pelatihan. Anak-anak yang pada awalnya masih ragu dalam menyampaikan pendapat maupun melakukan praktik, secara bertahap mampu menunjukkan keberanian untuk berpartisipasi, bekerja sama dalam kelompok, serta menyelesaikan tugas yang diberikan.

BACA JUGA :  Media Sosial: Jembatan Emas Menuju Branding Kuat dan Kesuksesan Digital

Selain itu, praktik pembuatan gelang sebagai media pembelajaran kewirausahaan mampu meningkatkan kreativitas peserta sekaligus memberikan pengalaman nyata mengenai proses produksi, pengemasan, hingga pengenalan konsep pemasaran sederhana. Pengalaman tersebut menjadi bekal awal dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha di masa mendatang.

Program ini juga membuktikan bahwa pembentukan karakter tidak dapat dilakukan hanya melalui penyampaian teori, tetapi memerlukan pengalaman langsung, pembiasaan, dan pendampingan secara berkelanjutan. Lingkungan panti asuhan memiliki peran yang sangat strategis dalam membentuk karakter anak melalui penerapan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, kepedulian sosial, serta kerja sama dalam kehidupan sehari-hari. Dukungan dari pengasuh, pengelola panti, perguruan tinggi, serta berbagai pihak lainnya menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang mampu mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil mencapai tujuan yang telah ditetapkan, yaitu meningkatkan pemahaman peserta mengenai pentingnya kemandirian dan ketangguhan karakter sekaligus membekali mereka dengan keterampilan kewirausahaan sederhana yang dapat menjadi modal dalam menghadapi kehidupan di masa depan. Oleh karena itu, program serupa perlu dilaksanakan secara berkelanjutan dengan materi yang lebih beragam, pendampingan yang lebih intensif, serta kolaborasi dengan berbagai mitra, seperti pelaku usaha, lembaga pelatihan, dan instansi pemerintah. Dengan demikian, anak-anak panti asuhan diharapkan mampu berkembang menjadi generasi yang mandiri, kreatif, inovatif, berkarakter kuat, memiliki daya saing tinggi, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat maupun pembangunan bangsa.

Saran

Kegiatan serupa perlu dilaksanakan secara berkelanjutan agar pembentukan karakter dan pengembangan keterampilan peserta dapat berlangsung secara optimal. Selain itu, jenis pelatihan kewirausahaan perlu diperluas sehingga peserta memperoleh pengalaman yang lebih beragam sesuai dengan perkembangan dunia usaha. Kerja sama dengan pelaku UMKM, lembaga pelatihan, maupun instansi terkait juga perlu ditingkatkan untuk mendukung keberlanjutan program dan memperluas kesempatan belajar bagi anak-anak panti asuhan.

Daftar Pustaka

Alfitri. (2011). Community Development Teori dan Aplikasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Ali, M., & Asrori, M. (2006). Psikologi Remaja: Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: Bumi Aksara.
Aisyah, S. (2018). Perkembangan dan Konsep Dasar Perkembangan Anak Usia Dini. Jakarta: Universitas Terbuka.
Ardiansyah, M. (2020). Pendidikan Karakter di Era Digital: Tantangan dan Strategi Implementasi. Jurnal Pendidikan Karakter, 10(2), 145–156.
Bandura, A. (1997). Self-Efficacy: The Exercise of Control. New York: Freeman.
Lickona, T. (1991). Educating for Character: How Our Schools Can Teach Respect and Responsibility. New York: Bantam Books.
Nasution, S. (2019). Pembentukan Kemandirian Anak melalui Lingkungan Sosial. Jurnal Pendidikan Sosial, 5(2), 88–97.
Rahyubi, H. (2014). Teori-Teori Belajar dan Aplikasi Pembelajaran Motorik. Bandung: Nusa Media.

 

Penulis:

Gya Bunga Lestari

Neneng Meliyah

Nabila Nisa Hasan

Dosen Pembimbing Yusran Daeng Matta

Mahasiswa Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi Dan Bisnis, Universitas Pamulang

Tags: era modern.karakterkemandirianKewirausahaanPanti Asuhan
Previous Post

Analisis Kegagalan Manajemen Risiko Finansial dan Operasional: Studi Kasus Kepailitan PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex)

Next Post

Kasus Dugaan Penganiayaan ART, Erin Eks Istri Andre Taulany Segera Dipanggil Polisi

Related Posts

Bukan Tidak Pintar, Cuma Takut Bicara: Ketika Pengetahuan Tidak Sejalan dengan Kepercayaan Diri
DUNIA KAMPUS

Public Speaking sebagai Kunci Meningkatkan Kepercayaan Diri dan Prestasi Mahasiswa

Oktober 21, 2026
2.3k
Banyak Views, Sedikit Respons: Apakah Cara Berbicara Menentukan Keberhasilan Public Speaking di Era Digital?
DUNIA KAMPUS

Banyak Views, Sedikit Respons: Apakah Cara Berbicara Menentukan Keberhasilan Public Speaking di Era Digital?

Oktober 21, 2026
2.4k
Kekurangan atau Kelebihan Karyawan? Pentingnya Perencanaan SDM yang Tepat
DUNIA KAMPUS

Kekurangan atau Kelebihan Karyawan? Pentingnya Perencanaan SDM yang Tepat

Oktober 21, 2026
2.4k
Public Speaking: Kunci Meningkatkan Kepercayaan Diri dan Kemampuan Berkomunikasi
DUNIA KAMPUS

Public Speaking: Kunci Meningkatkan Kepercayaan Diri dan Kemampuan Berkomunikasi

Oktober 21, 2026
2.4k
Tinggal Scan, Uang Berkurang: Apakah Kemudahan Pembayaran Digital Membuat Kita Lebih Boros?
DUNIA KAMPUS

Tinggal Scan, Uang Berkurang: Apakah Kemudahan Pembayaran Digital Membuat Kita Lebih Boros?

Oktober 21, 2026
2.4k
Cicilan Murah, Masa Depan Mahal: Paylater dan Literasi Keuangan Anak Muda
DUNIA KAMPUS

Cicilan Murah, Masa Depan Mahal: Paylater dan Literasi Keuangan Anak Muda

Oktober 21, 2026
2.1k
Next Post
Kasus Dugaan Penganiayaan ART, Erin Eks Istri Andre Taulany Segera Dipanggil Polisi

Kasus Dugaan Penganiayaan ART, Erin Eks Istri Andre Taulany Segera Dipanggil Polisi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com