• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home DUNIA KAMPUS

Cicilan Murah, Masa Depan Mahal: Paylater dan Literasi Keuangan Anak Muda

Redaksi Tangselxpress by Redaksi Tangselxpress
Oktober 21, 2026
in DUNIA KAMPUS
Reading Time: 2min read
Cicilan Murah, Masa Depan Mahal: Paylater dan Literasi Keuangan Anak Muda
223
SHARES
2.1k
VIEWS

BELAKANGAN ini, tombol “bayar nanti” muncul di hampir semua aplikasi belanja dan pesan makanan. Mau beli sepatu, pesan ojek, atau tiket konser, pilihannya selalu ada: bayar sekarang atau dicicil. Karena prosesnya cepat dan tidak ada uang yang langsung keluar, banyak orang tidak sadar kalau mereka sebenarnya sedang berutang.

Angkanya tidak kecil. Menurut OJK, penyaluran pinjaman paylater dari bank dan perusahaan pembiayaan sudah sekitar Rp44 triliun per Juni 2026. Di perbankan saja, nilainya naik lebih dari 33 persen dibanding setahun sebelumnya. Sementara di perusahaan pembiayaan, sekitar 93 persen paylater dipakai untuk konsumsi. Pejabat OJK sendiri menyebut cicilan berbunga jangka pendek ini mulai menjadi bagian dari gaya hidup anak muda.

Pertumbuhan itu berjalan bersama literasi keuangan yang belum seimbang. Survei OJK dan BPS tahun 2025 mencatat literasi keuangan nasional 66,46 persen, sedangkan inklusi keuangannya 80,51 persen. Artinya, lebih banyak orang yang sudah memakai produk keuangan dibanding yang benar-benar paham cara kerjanya. Selisih sekitar 14 poin itulah yang rawan.

BACA JUGA :  Mahasiswa Universitas Pamulang Dorong Anak Panti Wujudkan Mimpi Lewat “Balon Udara Cita-Cita”

Dampaknya mulai kelihatan di data kredit macet. Jumlah peminjam di bawah 19 tahun dengan pinjaman macet naik dari sekitar 2.500 akun pada semester pertama 2024 menjadi lebih dari 21 ribu akun setahun kemudian. Untuk kelompok usia 19 sampai 34 tahun, pinjaman macet naik 54,4 persen menjadi sekitar 438 ribu akun. OJK menilai salah satu penyebabnya adalah rendahnya literasi dan kesadaran anak muda dalam mengatur uang.

Akibatnya bisa panjang. Tunggakan tercatat di Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK, dan bank membacanya setiap kali kita mengajukan kredit. OJK mengungkapkan ada bank yang mengeluh karena calon pembeli rumah pertama gagal mengajukan KPR gara-gara tunggakan paylater. Jadi, tunggakan yang nominalnya kecil pun bisa mengganjal kebutuhan yang jauh lebih besar.

BACA JUGA :  Sistem Pengendalian Manajemen pada PT Kalbe Farma Tbk

Namun, tidak adil juga kalau semua kesalahan ditimpakan ke pengguna. Aplikasinya dibuat sangat mudah, persetujuannya cepat, dan promosinya ada di mana-mana. Ekonom CELIOS Bhima Yudhistira menyebut kemudahan dan keterhubungan dengan platform yang biasa dipakai itulah yang membuat anak muda tertarik. Wajar kalau penyedia layanan diminta lebih teliti menilai kemampuan bayar, dan OJK memang sudah menerbitkan aturan baru soal paylater tahun ini. Tetap saja, aturan tidak bisa menggantikan kehati-hatian kita sendiri.

Ada beberapa hal sederhana yang bisa dilakukan. Sebelum menekan “bayar nanti”, coba tanya diri sendiri: kalau harus bayar tunai hari ini, apakah barang ini tetap dibeli? Kalau jawabannya tidak, berarti itu belum tentu kebutuhan. Batasi juga total cicilan, misalnya tidak lebih dari sepertiga penghasilan bulanan, dan jangan dipakai untuk kebutuhan sehari-hari. Pilih layanan yang terdaftar di OJK, dan baca dulu bunga serta dendanya.

BACA JUGA :  Evaluasi Dampak Pengadopsian Standar Akuntansi Internasional (IAS) pada Kinerja Perusahaan

Literasi keuangan juga perlu keluar dari seminar dan poster kampanye. Cara kerja bunga, misalnya, seharusnya sudah dikenalkan sejak sekolah, dibahas di rumah, dan dijelaskan lewat media sosial dengan bahasa yang dekat dengan anak muda.

Paylater sebenarnya tidak selalu buruk. Untuk kebutuhan mendesak dan dengan hitungan yang jelas, ia bisa membantu. Masalahnya muncul ketika dipakai tanpa dihitung. Lebih baik kita menentukan sikap sebelum tagihan pertama datang, bukan sesudahnya.

 

Penulis:

Khulyatul Atzkia

Mahasiswa Universitas Pamulang

Previous Post

Usai Video Hadang Mahasiswa Viral, Ajudan Gubernur Kaltim Akhirnya Buka Suara

Related Posts

Pengaruh Financial Technology terhadap Perilaku Konsumtif Generasi Z
DUNIA KAMPUS

Pengaruh Financial Technology terhadap Perilaku Konsumtif Generasi Z

Oktober 21, 2026
2.3k
Sekali Klik, Uang Berpindah: Di Balik Cepatnya Transaksi Perbankan di Era Digital
DUNIA KAMPUS

Sekali Klik, Uang Berpindah: Di Balik Cepatnya Transaksi Perbankan di Era Digital

Oktober 20, 2026
2.4k
Pembatasan Perdagangan: Tarif
DUNIA KAMPUS

Pembatasan Perdagangan: Tarif

Oktober 20, 2026
2.4k
Jenis-Jenis Pasar Modal
DUNIA KAMPUS

Kenapa Banyak Perusahaan Gagal Bukan Karena Modal, Tapi Karena Salah Hitung Orang?

Oktober 20, 2026
2.4k
Kita Terlalu Sibuk Belajar Bicara, tetapi Lupa Belajar Mendengarkan
DUNIA KAMPUS

Kita Terlalu Sibuk Belajar Bicara, tetapi Lupa Belajar Mendengarkan

Oktober 20, 2026
2.4k
Gen Z Tidak Manja, Sistem Kerjanya Saja yang Kuno
DUNIA KAMPUS

Gen Z Tidak Manja, Sistem Kerjanya Saja yang Kuno

Oktober 20, 2026
2.3k

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com