MAHASISWA dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Pamulang (UNPAM), kembali menyelenggarakan inisiatif Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) sebagai perwujudan nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Program ini dirancang untuk memberikan kontribusi bermanfaat bagi publik melalui penyaluran pengetahuan, keahlian teknis, serta wawasan teknologi yang dikuasai oleh civitas akademika.
Fokus PKM periode ini diarahkan pada pemberdayaan generasi muda, khususnya para pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), agar mereka memiliki bekal kompetensi tambahan dalam mengoptimalkan media sosial sebagai instrumen profesional.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan pada 13 November 2025 yang bertempat di SMKS Media Informatika, Kabupaten Tangerang. Mengusung tema “Media Sosial: Jembatan Emas Menuju Branding Kuat dan Kesuksesan Digital”, tim pelaksana ini dipimpin oleh Uli Mufidah, dengan dukungan anggota Nabila Azzahra dan Muhamad Ridho Robbani.
Pemilihan topik ini didasari oleh dinamika era disrupsi digital, di mana media sosial bukan lagi sekadar platform hiburan, melainkan sarana krusial untuk membangun reputasi dan daya saing di pasar kerja maupun sektor kewirausahaan.
Melalui pembekalan ini, para peserta didik diharapkan mampu mentransformasi pola pikir mereka dari pengguna pasif menjadi pengelola konten yang strategis dan produktif. Program pembinaan difokuskan pada penguatan identitas digital (personal branding) serta literasi ekonomi melalui media sosial secara interaktif. Kemahiran dalam mengelola citra diri daring menjadi fondasi penting bagi siswa SMK untuk memperkenalkan keahlian teknis mereka kepada industri dan calon mitra bisnis di masa depan.
Selain teori, siswa dilatih secara praktis dalam merancang konsep visual, menyusun narasi yang persuasif, hingga teknik menganalisis data melalui fitur insight pada platform digital. Upaya strategis ini diharapkan dapat mempersempit kesenjangan antara kemampuan teknis siswa dengan pemanfaatan teknologi informasi untuk peluang ekonomi. Personal branding didefinisikan sebagai langkah konsisten untuk menonjolkan karakter dan nilai unik individu agar dikenal luas oleh publik maupun dunia industri secara kredibel.
Respon dari pihak sekolah, baik siswa maupun dewan guru di SMKS Media Informatika, sangat antusias dan positif. Mereka mengapresiasi metode pendampingan yang relevan dengan perkembangan industri kreatif saat ini, karena mampu membuka cakrawala baru mengenai potensi ekonomi digital. Sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah kejuruan ini diharapkan mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga unggul dalam komunikasi digital dan siap menghadapi tantangan global.
Artikel ini disusun sebagai bentuk dokumentasi sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat mengenai urgensi literasi digital dan pembangunan merek diri bagi generasi muda di era Society 5.0.
Penulis:
Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Prodi Manajemen Universitas Pamulang







