MAHASISWA Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pamulang (UNPAM) kembali melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) sebagai wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai dunia kerja dan budaya industri agar mereka memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi tantangan dunia usaha dan dunia industri setelah menyelesaikan pendidikan di tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Kegiatan PKM dilaksanakan pada Jumat, 8 Mei 2026 di SMK IPTEK School Tangerang Selatan dengan mengusung tema “Pengenalan Dunia Kerja dan Budaya Industri bagi Siswa SMK melalui Workshop Interaktif”. Tema ini dipilih karena perkembangan dunia industri yang semakin pesat menuntut lulusan SMK tidak hanya memiliki keterampilan teknis sesuai bidang keahliannya, tetapi juga memahami budaya kerja, etika profesional, kedisiplinan, komunikasi, serta kemampuan beradaptasi yang menjadi kebutuhan utama di lingkungan kerja modern.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai gambaran umum dunia kerja dan perkembangan industri saat ini. Materi yang diberikan mencakup pengenalan dunia usaha dan dunia industri, karakteristik lingkungan kerja profesional, pentingnya disiplin dan tanggung jawab, komunikasi efektif di tempat kerja, kerja sama tim, serta etika profesional yang harus dimiliki oleh calon tenaga kerja. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya membangun sikap positif, kemampuan beradaptasi, serta kesiapan mental dalam menghadapi persaingan kerja yang semakin kompetitif.
Selanjutnya, peserta mendapatkan materi mengenai budaya industri yang diterapkan di berbagai perusahaan. Pada sesi ini dijelaskan bagaimana budaya kerja yang baik dapat meningkatkan produktivitas dan profesionalisme seseorang. Siswa diajak memahami pentingnya ketepatan waktu, kepatuhan terhadap aturan, kemampuan menyelesaikan tugas dengan baik, serta sikap menghargai rekan kerja dan atasan. Pemahaman tersebut diharapkan dapat membentuk karakter siswa agar lebih siap menghadapi lingkungan kerja yang sesungguhnya.
Untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran, kegiatan dilaksanakan menggunakan metode workshop interaktif yang melibatkan peserta secara aktif. Selain penyampaian materi, kegiatan juga dilengkapi dengan diskusi kelompok, simulasi situasi kerja, studi kasus sederhana, sesi tanya jawab, serta berbagi pengalaman mengenai dunia kerja. Melalui pendekatan ini, siswa memperoleh kesempatan untuk menyampaikan pendapat, bertanya secara langsung kepada pemateri, serta berdiskusi mengenai berbagai tantangan yang mungkin mereka hadapi ketika memasuki dunia kerja.
Dalam sesi simulasi, peserta diberikan contoh situasi yang sering terjadi di lingkungan kerja, seperti cara berkomunikasi dengan atasan, bekerja dalam tim,
menyelesaikan konflik kerja, serta menghadapi wawancara kerja. Kegiatan ini membantu siswa memperoleh gambaran nyata mengenai kondisi dunia kerja sehingga mereka lebih siap dalam menghadapi berbagai situasi profesional di masa mendatang.
Kegiatan workshop berlangsung dengan lancar dan mendapatkan respons yang sangat positif dari para peserta. Antusiasme siswa terlihat dari keaktifan mereka dalam mengikuti diskusi, menjawab pertanyaan, serta menyampaikan berbagai pendapat dan pengalaman selama kegiatan berlangsung. Banyak peserta yang mengaku memperoleh wawasan baru mengenai dunia kerja dan menyadari bahwa keberhasilan di dunia industri tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga oleh sikap, karakter, dan kemampuan interpersonal.
Hasil observasi selama kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai budaya industri dan tuntutan dunia kerja. Peserta mulai memahami pentingnya disiplin, tanggung jawab, komunikasi yang baik, kerja sama tim, serta etika profesional sebagai bekal memasuki dunia kerja. Selain itu, kegiatan ini juga berhasil meningkatkan rasa percaya diri siswa dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja setelah lulus sekolah.
Pihak sekolah memberikan apresiasi yang tinggi terhadap pelaksanaan kegiatan ini karena dinilai mampu memberikan edukasi yang relevan dengan kebutuhan peserta didik. Workshop interaktif ini menjadi sarana pembelajaran yang efektif dalam menjembatani pemahaman siswa antara dunia pendidikan dan dunia kerja sehingga mereka memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi perkembangan industri yang terus berubah.
Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, diharapkan siswa SMK memiliki wawasan yang lebih luas mengenai dunia kerja dan budaya industri, mampu menerapkan nilai-nilai profesionalisme dalam kehidupan sehari-hari, serta memiliki kesiapan mental dan keterampilan yang diperlukan untuk bersaing di dunia kerja. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam mempersiapkan generasi muda yang kompeten, profesional, dan siap menghadapi tantangan dunia industri di masa depan.
Penulis:
Ragil Pangestu
Siti Kartika
Yayang Trisna
Mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Pamulang







