• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home DUNIA KAMPUS

Hidup di Era Serba Online, Tapi Mengapa Kita Justru Merasa Kosong?

Redaksi Tangselxpress by Redaksi Tangselxpress
Desember 24, 2025
in DUNIA KAMPUS
Reading Time: 2min read
5000 Siswa Dapat Bantuan Biaya Pendidikan dari Pemkot Tangsel
228
SHARES
3.1k
VIEWS

SETIAP pagi, sebelum benar-benar sadar dari bangun tidur sepenuhnya, banyak dari kita sudah lebih dulu menggenggam ponsel. Bukan untuk keperluan mendesak, melainkan sekadar memastikan apa yang terjadi di dunia digital selama kita tidur. Notifikasi pesan, unggahan media sosial, hingga berita terbaru menjadi “sarapan” pertama sebelum aktivitas dimulai. Tanpa disadari, kebiasaan ini telah menjadi rutinitas sehari-hari yang sulit dilepaskan.

Teknologi digital memang membawa banyak kemudahan. Informasi bisa diakses dalam hitungan detik, komunikasi jarak jauh terasa semakin dekat, dan berbagai kebutuhan hidup dapat dipenuhi hanya melalui layar. Namun, di balik segala kepraktisan tersebut, muncul fenomena yang kian sering dirasakan banyak orang: rasa lelah, jenuh, bahkan kosong, meski secara kasat mata hidup terlihat baik-baik saja.

Kehidupan di media sosial kerap menampilkan versi terbaik dari seseorang. Prestasi, pencapaian, liburan, hingga momen bahagia dibagikan tanpa henti. Sayangnya, hal ini sering kali memicu kebiasaan membandingkan diri. Tanpa sadar, kita mulai mengukur nilai diri berdasarkan apa yang kita lihat dari orang lain. Ketika merasa tertinggal, muncul rasa tidak cukup, padahal kondisi setiap individu jelas berbeda.

BACA JUGA :  Wajib Tahu Orang Tua! 14 Layanan Digital Ini Masuk Profil Risiko Tinggi untuk Anak

Fenomena ini sangat dekat dengan kehidupan generasi muda. Tuntutan untuk selalu aktif, produktif, dan responsif membuat waktu istirahat terasa seperti kemewahan. Banyak yang merasa bersalah ketika tidak membalas pesan dengan cepat atau tidak mengunggah aktivitas apa pun dalam waktu lama. Seolah-olah, diam berarti tertinggal dan tidak relevan.

Dalam kehidupan sehari-hari, dampak dari kebiasaan ini terasa nyata. Percakapan langsung sering terganggu oleh notifikasi ponsel. Waktu berkualitas bersama keluarga atau teman menjadi terbagi oleh perhatian yang terpecah. Bahkan saat sendirian, pikiran sulit benar-benar tenang karena terus terdorong untuk membuka layar dan mengikuti arus informasi.

Ironisnya, teknologi yang seharusnya mendekatkan justru kerap menjauhkan kita dari diri sendiri. Kita mengetahui banyak hal tentang kehidupan orang lain, tetapi sering lupa memahami apa yang sebenarnya kita rasakan. Tubuh lelah diabaikan, pikiran penat dianggap hal biasa, dan emosi dipendam demi tetap terlihat baik-baik saja.

BACA JUGA :  Civiccare: Program Membangun Kesadaran HAM Pemuda melalui Teknologi Digital

Padahal, hidup tidak selalu harus berjalan cepat. Tidak semua pesan harus dibalas segera, dan tidak semua momen perlu dibagikan. Ada nilai dalam jeda, ada makna dalam diam, dan ada kekuatan dalam mengenali batas diri. Kesadaran untuk berhenti sejenak justru menjadi bentuk kepedulian terhadap kesehatan mental.

Mengambil jarak dari hiruk-pikuk digital bukan berarti menolak kemajuan. Sebaliknya, hal ini merupakan upaya untuk menggunakan teknologi secara lebih bijak. Menyisihkan waktu tanpa gawai, membatasi konsumsi media sosial, atau sekadar menikmati aktivitas sederhana tanpa distraksi layar dapat membantu kita kembali hadir sepenuhnya dalam hidup.

Pada akhirnya, kehidupan yang bermakna bukan ditentukan oleh seberapa sering kita terlihat aktif di dunia maya, melainkan seberapa sadar kita menjalani realitas sehari-hari. Notifikasi bisa menunggu, unggahan bisa ditunda, tetapi kesehatan mental dan keseimbangan hidup tidak bisa digantikan.

BACA JUGA :  BRI Tampilkan Perjalanan Transformasi Digital di Product Development Conference 2024

Mungkin, di tengah dunia yang terus terhubung, kita justru perlu belajar untuk sesekali memutus sambunga agar bisa terhubung kembali dengan diri sendiri.

Penulis:
Indah Hayati Harefa
Mahasiswa Program Studi Akuntansi, Universitas Pamulang

Tulisan ini disusun dalam rangka tugas perkuliahan dengan dosen pengampu:
Irenne Putren, S.Pd., M.Pd.

Tags: onlineTeknologi Digital
Previous Post

Gereja Katedral Jakarta Gelar Dua Kali Misa Malam Natal, Sejumlah Pejabat Dijadwalkan Hadir

Next Post

Libur Nataru 2025/2026, Ini Daftar Acara Seru di Ancol Taman Impian

Related Posts

Bukan Tidak Pintar, Cuma Takut Bicara: Ketika Pengetahuan Tidak Sejalan dengan Kepercayaan Diri
DUNIA KAMPUS

Public Speaking sebagai Kunci Meningkatkan Kepercayaan Diri dan Prestasi Mahasiswa

Oktober 21, 2026
2.3k
Banyak Views, Sedikit Respons: Apakah Cara Berbicara Menentukan Keberhasilan Public Speaking di Era Digital?
DUNIA KAMPUS

Banyak Views, Sedikit Respons: Apakah Cara Berbicara Menentukan Keberhasilan Public Speaking di Era Digital?

Oktober 21, 2026
2.4k
Kekurangan atau Kelebihan Karyawan? Pentingnya Perencanaan SDM yang Tepat
DUNIA KAMPUS

Kekurangan atau Kelebihan Karyawan? Pentingnya Perencanaan SDM yang Tepat

Oktober 21, 2026
2.4k
Public Speaking: Kunci Meningkatkan Kepercayaan Diri dan Kemampuan Berkomunikasi
DUNIA KAMPUS

Public Speaking: Kunci Meningkatkan Kepercayaan Diri dan Kemampuan Berkomunikasi

Oktober 21, 2026
2.4k
Tinggal Scan, Uang Berkurang: Apakah Kemudahan Pembayaran Digital Membuat Kita Lebih Boros?
DUNIA KAMPUS

Tinggal Scan, Uang Berkurang: Apakah Kemudahan Pembayaran Digital Membuat Kita Lebih Boros?

Oktober 21, 2026
2.4k
Cicilan Murah, Masa Depan Mahal: Paylater dan Literasi Keuangan Anak Muda
DUNIA KAMPUS

Cicilan Murah, Masa Depan Mahal: Paylater dan Literasi Keuangan Anak Muda

Oktober 21, 2026
2.1k
Next Post
Warga Tangsel Buruan Daftar, 3 Februari 2023 Ancol Gratiskan 20 Ribu Pengunjung 

Libur Nataru 2025/2026, Ini Daftar Acara Seru di Ancol Taman Impian

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com