PERKEMBANGAN teknologi Artificial Intelligence (AI) berkembang sangat pesat dan semakin tidak terpisahkan dari dunia pendidikan. Mulai dari mencari referensi belajar, membuat ringkasan materi, hingga membantu penyelesaian tugas harian, kecerdasan buatan telah menjadi mitra belajar baru bagi generasi muda.
Namun, di balik kemudahannya ini penggunaan AI yang tidak dibekali dengan literasi dan etika digital justru berpotensi menimbulkan masalah baru, seperti ketergantungan berlebih, risiko plagiarisme, hingga penyebaran informasi yang kurang akurat.
Melihat fenomena tersebut, kami mahasiswa Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Pamulang (UNPAM) menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM). Kegiatan yang mengusung tema “Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam Meningkatkan Literasi AI dan Etika Penggunaan Teknologi Digital pada Siswa Makarya 1 Jakarta” ini dilaksanakan di SMK Makarya 1 Jakarta pada Senin (12/10/2026).

Kegiatan yang diikuti oleh 36 siswa ini merupakan bentuk nyata penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang Pengabdian kepada Masyarakat. Di bawah bimbingan Dosen Pendamping Jamaludin, S.E.I., M.Ec.Dev., PKM yang diketuai oleh Salsa, bersama Muhamad Haikal Afiansyah dan Zya Syahira Fibriani membagikan wawasan mendalam mengenai pemanfaatan kecerdasan buatan dalam proses pembelajaran sehari-hari.
Dalam pemaparan materi, kami tidak hanya menjelaskan cara memanfaatkan berbagai perangkat berbasis AI untuk menunjang produktivitas belajar, tetapi juga menekankan pentingnya membentengi diri dengan etika digital. Para siswa diajak untuk memahami bahwa AI pada hakikatnya hayalah sebuah alat bantu (tool) bukan pengganti proses berpikir kritis manusia. Oleh karena itu, kenapa batasan etika sangat diperlukan agar teknologi dapat dimanfaatkan secara bijak, aman, dan bertanggung jawab.
“Kemajuan teknologi AI adalah hal yang tidak bisa kita hindari, justru harus kita pelajari dan manfaatkan secara tepat. Melalui kegiatan ini, kami ingin adik-adik di SMK Makarya 1 Jakarta tidak hanya terampil dalam menggunakan kecerdasan buatan untuk mendukung proses belajar saja, tetapi juga memiliki kesadaran etika digital yang kuat agar terhindar dari dampak negatif teknologi,” ujar Salsa, ketua PKM.
Kami juga mengajak para siswa untuk memahami cara kerja AI dasar, pemanfaatannya dalam membantu tugas sekolah, hingga bahaya penyalahgunaan data pribadi serta bahaya plagiarisme di dunia digital.
Siswa dan pihak sekolah menyambut kegiatan ini secara sangat positif. Materi yang diangkat juga dinilai sangat relevan karena sesuai dengan kebutuhan para pelajar saat ini.
Melalui kegiatan PKM ini, tim mahasiswa UNPAM berharap kesadaran siswa mengenai pentingnya literasi digital dan etika penggunaan teknologi semakin meningkat. Langkah edukatif ini diharapkan mampu menjadi bekal berharga bagi siswa SMK Makarya 1 Jakarta dalam menyikapi arus digitalisasi secara positif, cerdas, dan berintegritas.
Kegiatan ini diakhiri dengan penyerahan cenderamata serta sesi foto bersama antara tim PKM UNPAM, pihak sekolah, dan seluruh peserta.
Penulis:
Salsa
Muhamad Haikal Afiansyah
Zya Syahira Fibriani
Universitas Pamulang







