EMPAT mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Pamulang (Unpam) melaksanakan kegiatan literasi keuangan untuk anak usia dini di RA Ummul Arqam, Larangan, Kota Tangerang. Melalui pendekatan pembelajaran interaktif, anak-anak diperkenalkan pada nilai rupiah dan kebiasaan menabung dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami.
Kegiatan ini menjadi bagian dari program Pengabdian Mahasiswa Kepada Masyarakat (PMKM) yang dilaksanakan secara langsung di lingkungan sekolah. Tidak hanya menyampaikan materi, para mahasiswa juga merancang permainan sederhana menggunakan uang mainan, celengan, serta lembar kerja edukatif. Dengan cara tersebut, anak-anak diajak belajar sambil bermain sehingga konsep uang tidak terasa asing atau membingungkan.
Sejak pagi hari, para siswa RA Ummul Arqam sudah terlihat antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Mereka duduk berkelompok dan memerhatikan instruksi dari para mahasiswa. Anak-anak diminta menempelkan gambar uang sesuai nominal, memainkan simulasi jual beli, hingga menghias celengan yang nantinya dapat mereka gunakan di rumah. Aktivitas ini sekaligus mengajarkan anak bagaimana uang memiliki nilai dan fungsi dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut tim mahasiswa, pendekatan yang digunakan memang dirancang agar tidak terasa seperti pelajaran formal. Anak-anak usia dini biasanya lebih mudah memahami sesuatu melalui visual, permainan, dan aktivitas langsung. Karena itu, metode interaktif dipilih sebagai sarana untuk membantu mereka mengenal rupiah sejak dini.
“Kami ingin anak-anak belajar sambil bermain. Dengan cara ini, mereka lebih mudah memahami apa itu uang dan bagaimana menggunakannya,” ujar Nazhira Rasyika, salah satu mahasiswa yang terlibat.
Pihak sekolah menyambut baik kegiatan literasi keuangan ini. Menurut mereka, pemahaman tentang uang memang sebaiknya diperkenalkan sejak usia dini dengan cara yang sesuai tahap perkembangan anak.
Kepala RA Ummul Arqam, Milita Mumtaz, mengatakan bahwa kegiatan tersebut sejalan dengan pembiasaan positif yang selama ini diterapkan di sekolah. “Anak-anak tidak hanya mendengarkan, tetapi juga ikut praktik langsung. Dengan alat peraga seperti uang mainan dan celengan, materi tentang nilai uang jadi lebih mudah dipahami,” tuturnya.
Para guru juga ikut berperan aktif mendampingi siswa selama kegiatan berlangsung. Mereka membantu menjaga suasana kelas tetap kondusif sekaligus memastikan setiap anak terlibat dalam aktivitas kelompok. Dengan pendampingan ini, pembelajaran berjalan lancar dan tetap menyenangkan bagi anak-anak.
Selama sesi berlangsung, para siswa terlihat bersemangat. Mereka berebut menjawab pertanyaan, berdiskusi bersama teman satu kelompok, dan mengikuti setiap permainan dengan penuh rasa ingin tahu. Bagi sebagian besar anak, pengalaman ini menjadi hal baru yang memberikan pemahaman tentang uang secara nyata.
Di akhir kegiatan, para mahasiswa juga membagikan celengan sederhana kepada siswa. Diharapkan, melalui celengan tersebut anak-anak dapat mulai belajar menyisihkan uang jajan atau pemberian orang tua untuk ditabung.
Kebiasaan menabung sejak dini diyakini mampu membentuk karakter bertanggung jawab sekaligus melatih anak mengelola keinginan dan kebutuhan. Dengan cara sederhana ini, literasi keuangan tidak hanya berhenti di ruang kelas, tetapi juga dapat dipraktikkan di rumah bersama keluarga.
“Selain berbagi ilmu, kami juga belajar berkomunikasi dengan anak-anak. Pengalaman ini sangat berarti,” ujar Lutfiah Nur Fitriani, anggota tim PMKM.
Bagi para mahasiswa, kegiatan ini bukan hanya sekadar memenuhi kewajiban akademik. Mereka merasa mendapat kesempatan langsung untuk berinteraksi dengan masyarakat, memahami kebutuhan pendidikan di tingkat usia dini, sekaligus menerapkan ilmu akuntansi dalam sudut pandang yang berbeda.
Kegiatan PMKM ini juga menjadi wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Universitas Pamulang melalui mahasiswanya berupaya hadir di tengah masyarakat untuk memberikan kontribusi nyata, terutama di bidang pendidikan dasar.
Selain memberikan manfaat bagi siswa, kegiatan ini juga mempererat hubungan antara kampus dan lembaga pendidikan di wilayah Tangerang. Kerja sama seperti ini diharapkan dapat terus berlanjut, bahkan berkembang ke program serupa di sekolah lainnya.
Para mahasiswa berharap, literasi keuangan dapat diperkenalkan secara lebih luas kepada anak-anak sejak dini dengan metode yang ramah, kreatif, dan sesuai usia. Dengan begitu, mereka dapat tumbuh menjadi generasi yang lebih bijak dalam mengelola uang dan memahami nilai kerja keras.
Ke depan, tim PMKM Universitas Pamulang berencana mengembangkan konsep pembelajaran interaktif serupa dengan materi yang lebih variatif. Hal ini dilakukan agar program pengabdian masyarakat tidak hanya menjadi kegiatan sesaat, tetapi juga memiliki dampak berkelanjutan.
“Inisiatif ini juga menjadi bentuk penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi, sekaligus wujud kontribusi mahasiswa bagi masyarakat sekitar. Kami berharap program seperti ini terus berjalan dan semakin berkembang,” ujar perwakilan tim.
Kegiatan pembelajaran interaktif pengenalan rupiah di RA Ummul Arqam membuktikan bahwa edukasi keuangan tidak harus disampaikan dengan cara yang kaku. Dengan permainan, alat peraga, serta pendekatan menyenangkan, anak-anak dapat belajar memahami nilai uang sekaligus menanamkan kebiasaan menabung sejak dini.
Inisiatif sederhana ini menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki peran penting dalam mendukung dunia pendidikan. Tidak hanya belajar di bangku kuliah, tetapi juga berbagi pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Penulis:
Herbert Will Tiotama
Mahasiswa Universitas Pamulang Jurusan Akuntansi







