KESIAPAN kerja merupakan salah satu indikator penting keberhasilan pendidikan vokasi, khususnya pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang berorientasi pada dunia kerja. Namun, kesiapan kerja siswa tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, melainkan juga oleh etos kerja yang mencerminkan sikap disiplin, tanggung jawab, kejujuran, dan komitmen.
Kenyataannya, masih terdapat siswa SMK yang menunjukkan etos kerja rendah sehingga berdampak pada kesiapan mereka memasuki dunia industri. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) berupa pelatihan etos kerja bagi siswa SMK Islamiyah Ciputat serta dampaknya terhadap peningkatan pemahaman dan kesiapan kerja siswa.
Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif melalui penyampaian materi, diskusi, dan tanya jawab. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai pentingnya etos kerja serta kesadaran untuk menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari dan lingkungan belajar. Pelatihan ini berkontribusi dalam membentuk sikap profesional siswa sebagai bekal menghadapi dunia kerja di era industri modern.
Perkembangan dunia industri yang semakin kompetitif menuntut lulusan pendidikan vokasi untuk memiliki kesiapan kerja yang komprehensif. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai lembaga pendidikan yang mempersiapkan peserta didik agar siap memasuki dunia kerja memiliki peran strategis dalam membentuk sumber daya manusia yang unggul dan produktif. Namun, tantangan yang dihadapi tidak hanya berkaitan dengan penguasaan keterampilan teknis, tetapi juga pada pembentukan sikap dan karakter kerja siswa.
Etos kerja merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi kesiapan kerja seseorang. Etos kerja mencerminkan sikap positif terhadap pekerjaan, seperti disiplin, tanggung jawab, kejujuran, ketekunan, dan profesionalisme. Siswa SMK yang memiliki etos kerja tinggi cenderung lebih siap menghadapi tuntutan dunia industri dibandingkan siswa yang hanya mengandalkan kemampuan akademik semata. Sayangnya, masih banyak siswa SMK yang belum memiliki pemahaman dan kesadaran yang baik mengenai pentingnya etos kerja dalam dunia kerja .
Hasil observasi awal menunjukkan bahwa sebagian siswa SMK masih menunjukkan perilaku kurang disiplin, kurang bertanggung jawab terhadap tugas, serta belum memiliki gambaran yang
jelas mengenai sikap kerja profesional. Kondisi tersebut berpotensi menurunkan daya saing lulusan SMK di dunia kerja. Oleh karena itu, diperlukan upaya konkret untuk menanamkan nilai nilai etos kerja sejak dini agar siswa tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki karakter kerja yang kuat.
Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) berupa pelatihan etos kerja. Pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya etos kerja serta mendorong penerapan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Artikel ini membahas pelaksanaan kegiatan PKM pelatihan etos kerja bagi siswa SMK Islamiyah Ciputat serta dampaknya terhadap kesiapan kerja siswa.
Etos Kerja
Etos kerja dapat diartikan sebagai sikap dan kebiasaan positif yang dimiliki seseorang dalam menjalankan pekerjaan. Etos kerja mencakup nilai-nilai seperti disiplin, tanggung jawab, kejujuran, komitmen, kerja sama, dan kemauan untuk terus belajar. Siahaan et al. (2024) menyatakan bahwa etos kerja yang kuat merupakan kunci keberhasilan individu dalam dunia kerja karena mampu mendorong produktivitas dan profesionalisme .
Dalam konteks pendidikan vokasi, etos kerja menjadi bekal penting bagi siswa SMK agar mampu beradaptasi dengan budaya kerja di industri. Siswa yang memiliki etos kerja baik cenderung lebih siap menghadapi tekanan kerja, mampu bekerja dalam tim, serta memiliki tanggung jawab terhadap tugas yang diberikan.
Kesiapan Kerja Siswa SMK
Kesiapan kerja merupakan kondisi individu yang menunjukkan kesiapan fisik, mental, dan kompetensi untuk memasuki dunia kerja. Kesiapan kerja tidak hanya ditentukan oleh keterampilan teknis, tetapi juga oleh soft skills dan sikap kerja. Setyawan et al. (2025) menegaskan bahwa kesiapan kerja siswa SMK sangat dipengaruhi oleh penguasaan soft skills, termasuk etos kerja, komunikasi, dan kemampuan beradaptasi .
Siswa SMK yang memiliki kesiapan kerja tinggi umumnya mampu memahami tuntutan dunia kerja, memiliki sikap profesional, serta siap menghadapi perubahan dan tantangan di lingkungan industri.
Pelatihan Etos Kerja sebagai Upaya Pemberdayaan Siswa
Pelatihan etos kerja merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan kesiapan kerja siswa SMK. Melalui pelatihan, siswa diberikan pemahaman mengenai nilai-nilai etos kerja serta cara menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari dan lingkungan kerja. Diksi Metris et al. (2025) menyatakan bahwa pelatihan yang menekankan pada penguatan soft skills dan etika kerja dapat meningkatkan kesiapan mental dan sikap profesional siswa .
Pelatihan etos kerja yang dirancang secara interaktif dan kontekstual diharapkan mampu membentuk sikap kerja positif serta meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam menghadapi dunia kerja.
Metode Penelitian
Artikel ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan mengacu pada pelaksanaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang dilakukan di SMK Islamiyah Ciputat. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyampaian materi, diskusi, dan tanya jawab bersama siswa.
Lokasi dan Waktu Kegiatan
Kegiatan PKM dilaksanakan di SMK Islamiyah Ciputat pada tanggal 27 November 2025. Kegiatan berlangsung selama satu jam dengan melibatkan siswa sebagai peserta utama serta dosen pembimbing dan mahasiswa sebagai pelaksana kegiatan .
Metode Pelaksanaan
Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi:
- Penyampaian materi, yaitu pemberian pemahaman mengenai konsep etos kerja, nilai nilai etos kerja, serta relevansinya dengan kesiapan kerja.
- Diskusi dan tanya jawab, untuk menggali pemahaman siswa serta memberikan kesempatan bagi siswa menyampaikan pandangan dan pengalaman mereka.
- Contoh aplikatif, berupa ilustrasi situasi kerja yang sering terjadi di dunia industri agar siswa memahami penerapan etos kerja secara nyata.
Hasil Kegiatan
Hasil pelaksanaan kegiatan PKM menunjukkan bahwa siswa SMK Islamiyah Ciputat memiliki antusiasme yang cukup tinggi terhadap materi pelatihan etos kerja. Sebelum pelatihan, sebagian siswa belum sepenuhnya memahami pentingnya etos kerja dalam dunia kerja. Setelah pelatihan, siswa menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai nilai-nilai etos kerja seperti disiplin, tanggung jawab, dan integritas .
Selain itu, siswa mulai menyadari bahwa keberhasilan di dunia kerja tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga oleh sikap kerja yang dimiliki. Hal ini terlihat dari respon siswa dalam sesi diskusi yang menunjukkan kesadaran untuk memperbaiki sikap belajar dan perilaku sehari-hari.
Pembahasan
Pelatihan etos kerja memberikan dampak positif terhadap kesiapan kerja siswa SMK. Melalui penyampaian materi yang disesuaikan dengan karakteristik siswa, pelatihan ini mampu menumbuhkan kesadaran akan pentingnya sikap profesional. Temuan ini sejalan dengan penelitian Lasut et al. (2024) yang menyatakan bahwa pelatihan kesiapan kerja dapat meningkatkan adaptabilitas karier siswa SMK .
Di era digital dan industri modern, etos kerja menjadi semakin penting karena dunia kerja menuntut individu yang adaptif, mampu bekerja sama, dan memiliki komitmen tinggi. Adamcova (2025) menegaskan bahwa penguatan soft skills, termasuk etos kerja, merupakan kebutuhan utama dalam menghadapi tuntutan industri 4.0 .
Dengan demikian, pelatihan etos kerja tidak hanya relevan untuk meningkatkan kesiapan kerja siswa saat ini, tetapi juga sebagai bekal jangka panjang dalam menghadapi perubahan dunia kerja.
Kesimpulan dan Saran
Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan PKM dan pembahasan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa pelatihan etos kerja bagi siswa SMK Islamiyah Ciputat mampu meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa mengenai pentingnya sikap kerja positif. Pelatihan ini berkontribusi dalam membentuk karakter kerja siswa agar lebih disiplin, bertanggung jawab, dan siap menghadapi dunia kerja. Etos kerja terbukti menjadi faktor penting dalam meningkatkan kesiapan kerja siswa SMK di era industri modern.
Sekolah diharapkan dapat menyelenggarakan pelatihan etos kerja secara berkelanjutan agar pembentukan karakter kerja siswa dapat berjalan secara konsisten. Selain itu, kolaborasi antara sekolah, dunia industri, dan perguruan tinggi perlu ditingkatkan untuk menciptakan program pelatihan yang lebih kontekstual dan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
Penulis:
Ismeylinda
Kamila maulana fitri
Mahasiswa Universitas Pamulang Jurusan Manajemen Bisnis







