• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home DUNIA KAMPUS

Menembus Jebakan Inklusi Semu: Mengapa Mahasiswa Perlu Berkuasa atas Keuangannya?

Redaksi Tangselxpress by Redaksi Tangselxpress
Oktober 12, 2026
in DUNIA KAMPUS
Reading Time: 3min read
Menembus Jebakan Inklusi Semu: Mengapa Mahasiswa Perlu Berkuasa atas Keuangannya?
244
SHARES
2.6k
VIEWS

KEMUDAHAN bertransaksi kini berada dalam genggaman tangan. Cukup dengan beberapa ketukan di layar ponsel pintar, seorang mahasiswa bisa memesan makanan, membeli pakaian, hingga mengajukan pinjaman instan. Namun, di balik kemudahan yang tampak memanjakan ini, tersimpan sebuah fenomena riskan yang patut kita cermati bersama, yaitu jebakan inklusi semu.

Berdasarkan data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, indeks inklusi keuangan nasional telah mencapai 93,6%. Angka ini menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat, termasuk kalangan generasi muda dan mahasiswa, telah memiliki akses yang sangat luas terhadap produk dan layanan keuangan digital.

Sayangnya, angka indeks literasi keuangan nasional masih tertinggal di angka 69,6%. Selisih gap sebesar 24,04 poin ini menjadi bukti nyata bahwa akses keuangan berkembang jauh lebih cepat daripada pemahaman dan tingkat kehati-hatian penggunanya.

Risiko di Balik Kemudahan Akses

Bagi mahasiswa, status “terinklusi secara finansial” tanpa dibekali tingkat literasi yang matang sering kali menjadi bumerang. Bebasnya akses ke berbagai instrumen keuangan digital kerap mendorong perilaku konsumtif yang berlebihan.

Ada empat ancaman utama yang membayangi mahasiswa saat ini:

  1. Belanja Impulsif: Pembelian barang berdasarkan emosi sesaat tanpa pertimbangan kebutuhan.
  2. Penggunaan PayLater: Fasilitas “bayar nanti” yang kerap memicu gaya hidup di luar kemampuan realistis.
  3. Fenomena FOMO (Fear of Missing Out): Ketakutan ketinggalan tren yang berujung pada pengeluaran tidak penting.
  4. Pinjaman Online (Pinjol) Ilegal: Jebakan utang berbunga mencekik yang kerap mengintai mahasiswa yang terdesak kebutuhan finansial.
BACA JUGA :  Anomali Pasar dan Euphoria dalam Perspektif Behavioral Corporate Finance

Friderica Widyasari Dewi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan bahwa mahasiswa harus membekali diri dengan pengetahuan dan pemahaman yang kuat untuk menghindari berbagai skema penipuan serta jebakan utang. Tanpa pengendalian diri, ketenangan belajar dan fokus kuliah bisa terganggu hanya karena jeratan finansial yang sebetulnya bisa dihindari.

Esensi Kebebasan Finansial: Memegang Kendali

Banyak mahasiswa menganggap kebebasan finansial sebagai kondisi di mana seseorang sudah kaya raya atau tidak perlu bekerja lagi. Padahal, makna sejati kebebasan finansial di tingkat mahasiswa adalah memiliki kendali dan pilihan yang sadar saat membuat keputusan keuangan.

Mari kita ambil contoh nyata yang sering terjadi pada kehidupan sehari-hari. Sebut saja Dina, Sebagai mahasiswa dengan uang saku Rp. 2.000.000 per bulan, ia mendapati uangnya hanya tersisa Rp. 300.000 ketika memasuki minggu ketiga. Penyebabnya jelas, Dina tidak membuat rencana anggaran (budgeting) di awal bulan dan membiarkan keinginan sesaat mengambil alih kendali atas uang sakunya.

BACA JUGA :  Manajemen Modal Kerja untuk Keberlangsungan Perusahaan

Pelajaran penting dari kasus ini adalah bahwa merencanakan anggaran harus dilakukan sebelum kita menuruti keinginan, bukan sebaliknya.

Membangun Kebiasaan Finansial Sejak Kuliah

Mengelola keuangan bukan ilmu rumit yang harus menunggu kita menjadi pengusaha sukses. Ada empat langkah praktis yang bisa diterapkan mahasiswa mulai hari ini:

  1. Catat Semuanya: Dokumentasikan setiap pemasukan dan pengeluaran secara konsisten.
  2. Bedakan Kebutuhan vs Keinginan: Tinjau ulang dan periksa biaya tambahan sebelum memutuskan membeli suatu barang.
  3. Sisihkan Dana Darurat: Sisihkan sebagian uang saku di awal bulan untuk kebutuhan mendesak, bukan menyisakan sisa belanja di akhir bulan.
  4. Pahami Risiko Investasi: Jangan berinvestasi hanya karena ikut-ikutan tren (FOMO).

Menjadi Investor Muda yang Bijak

Tingkat partisipasi generasi muda di pasar modal Indonesia menunjukkan tren yang sangat positif. Data per 5 Mei 2026 mencatat ada sekitar 26,7 juta investor di pasar modal Indonesia, di mana 54% di antaranya berusia di bawah 30 tahun.

Kehadiran investor muda ini diapresiasi oleh Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Inarno Djajadi. Namun, beliau menekankan bahwa investor muda harus memahami risiko instrumen investasi, bukan sekadar mengejar tren. Sebelum memulai investasi, pastikan Anda memeriksa lima hal dasar:

  1. Tujuan investasi yang jelas.
  2. Jangka waktu investasi (pendek, menengah, atau panjang).
  3. Tingkat risiko yang siap ditanggung.
  4. Pemahaman terhadap produk investasi yang dipilih.
  5. Legalitas platform atau penyedia jasa keuangan (terdaftar dan diawasi OJK).
BACA JUGA :  Bantuan Pemerintah di 2025: Apa Saja yang Bisa Bikin Dompet Terisi?

Langkah Nyata Hari Ini

Masa depan finansial tidak dibangun dari keputusan besar di masa depan, melainkan dari pilihan-pilihan kecil yang kita buat hari ini. Jangan menunggu kaya untuk belajar mengelola uang.

Langkah pertama sangat sederhana:

  1. Buka aplikasi pencatatan keuangan di ponsel Anda hari ini.
  2. Alokasikan dana secara bijak untuk kebutuhan, dana darurat, dan hiburan.
  3. Berhentilah sejenak untuk berpikir jernih sebelum menekan tombol PayLater atau tergoda promo diskon.

Akses keuangan boleh makin mudah, tetapi keputusan finansial kita harus tetap matang. Kendali ada di tangan kita sendiri.

 

Penulis:

Yayu Ila Haerani

Mahasiswa Program Studi Manajemen
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pamulang

Previous Post

Sertifikasi Halal Wajib 18 Oktober 2026, Pemkot Tangsel Buka Fasilitas Gratis untuk UMKM

Next Post

IMO Indonesia Sumut Bahas Tantangan Jurnalisme Digital, Asyari Usman Soroti Integritas Pers

Related Posts

Cicilan Murah, Masa Depan Mahal: Paylater dan Literasi Keuangan Anak Muda
DUNIA KAMPUS

Cicilan Murah, Masa Depan Mahal: Paylater dan Literasi Keuangan Anak Muda

Oktober 21, 2026
2.1k
Pengaruh Financial Technology terhadap Perilaku Konsumtif Generasi Z
DUNIA KAMPUS

Pengaruh Financial Technology terhadap Perilaku Konsumtif Generasi Z

Oktober 21, 2026
2.3k
Sekali Klik, Uang Berpindah: Di Balik Cepatnya Transaksi Perbankan di Era Digital
DUNIA KAMPUS

Sekali Klik, Uang Berpindah: Di Balik Cepatnya Transaksi Perbankan di Era Digital

Oktober 20, 2026
2.4k
Pembatasan Perdagangan: Tarif
DUNIA KAMPUS

Pembatasan Perdagangan: Tarif

Oktober 20, 2026
2.4k
Jenis-Jenis Pasar Modal
DUNIA KAMPUS

Kenapa Banyak Perusahaan Gagal Bukan Karena Modal, Tapi Karena Salah Hitung Orang?

Oktober 20, 2026
2.4k
Kita Terlalu Sibuk Belajar Bicara, tetapi Lupa Belajar Mendengarkan
DUNIA KAMPUS

Kita Terlalu Sibuk Belajar Bicara, tetapi Lupa Belajar Mendengarkan

Oktober 20, 2026
2.4k
Next Post
IMO Indonesia Sumut Bahas Tantangan Jurnalisme Digital, Asyari Usman Soroti Integritas Pers

IMO Indonesia Sumut Bahas Tantangan Jurnalisme Digital, Asyari Usman Soroti Integritas Pers

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com