• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home DUNIA KAMPUS

Ketika Semua Orang Bisa Bicara, tetapi Tidak Semua Bisa Berkomunikasi

Redaksi Tangselxpress by Redaksi Tangselxpress
September 20, 2026
in DUNIA KAMPUS
Reading Time: 2min read
Ketika Semua Orang Bisa Bicara, tetapi Tidak Semua Bisa Berkomunikasi
224
SHARES
2.3k
VIEWS

DI zaman sekarang, hampir semua orang memiliki kesempatan untuk berbicara. Cukup membuka media sosial, mengetik, membuat video, atau mengirim pesan melalui WhatsApp, pendapat kita sudah bisa sampai kepada banyak orang. Teknologi membuat komunikasi menjadi lebih cepat dan mudah. Namun, apakah orang yang mudah berbicara melalui media digital juga mampu berkomunikasi dengan baik secara langsung?

Fenomena ini cukup dekat dengan kehidupan mahasiswa. Media sosial sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari dan ikut mengubah cara mahasiswa berkomunikasi. Penelitian terhadap 179 mahasiswa Program Studi Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB menemukan bahwa penggunaan media sosial berpengaruh signifikan terhadap pola komunikasi mahasiswa, terutama dalam interaktivitas, kecepatan penyebaran informasi, dan jangkauan komunikasi.

Media sosial memang memberikan banyak kemudahan. Mahasiswa dapat menyampaikan informasi dengan cepat dan berdiskusi tanpa harus berada di tempat yang sama. Namun, kemudahan tersebut bukan berarti kemampuan komunikasi secara langsung menjadi tidak penting.

BACA JUGA :  Bahasa Indonesia Mendunia

Hal ini dapat dilihat dalam kehidupan perkuliahan. Ada mahasiswa yang aktif di grup WhatsApp, berani membuat konten, dan mudah menyampaikan pendapat melalui chat. Tetapi ketika harus presentasi di depan kelas, mengikuti diskusi, atau menjawab pertanyaan dosen secara langsung, mereka justru merasa gugup. Ada yang berbicara terlalu cepat, lupa materi, atau kesulitan menyusun kata-kata.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa berbicara dan berkomunikasi bukanlah hal yang sama. Seseorang bisa saja banyak berbicara, tetapi belum tentu mampu menyampaikan pesan dengan baik. Komunikasi bukan hanya tentang seberapa banyak kita berbicara, tetapi juga tentang apakah orang lain memahami maksud yang kita sampaikan.

Dalam public speaking, kita tidak hanya menggunakan kata-kata. Intonasi suara, ekspresi wajah, bahasa tubuh, kontak mata, dan kemampuan mengendalikan rasa gugup juga menentukan bagaimana pesan diterima oleh audiens. Penelitian terhadap 50 mahasiswa mengenai penggunaan platform digital untuk mengembangkan kemampuan public speaking menemukan bahwa mayoritas responden mengalami peningkatan kepercayaan diri dan kemampuan berbicara setelah menggunakan platform seperti Zoom, YouTube, dan Google Meet.

BACA JUGA :  Apakah Profesi Akuntan Akan Tergantikan Oleh AI di Masa Depan?

Artinya, masalahnya bukan pada teknologi atau media sosialnya. Membuat video, berbicara di depan kamera, mengikuti diskusi online, atau menjelaskan suatu topik melalui video dapat menjadi latihan sebelum tampil secara langsung.

Bagi mahasiswa, kemampuan public speaking juga penting untuk kehidupan setelah lulus, seperti saat mengikuti wawancara kerja, melakukan rapat, menyampaikan ide, maupun menjelaskan pekerjaan. Karena itu, tantangan mahasiswa di era digital bukan lagi sekadar bagaimana mendapatkan kesempatan untuk berbicara, tetapi bagaimana menggunakan kesempatan tersebut untuk belajar berkomunikasi dengan baik.

Kita boleh aktif di media sosial dan terbiasa menyampaikan pendapat secara online, tetapi jangan lupa melatih komunikasi secara langsung. Sebab, seseorang tidak hanya dinilai dari apa yang ingin dikatakan, tetapi juga dari bagaimana ia mampu menyampaikannya. Karena semua orang bisa bicara, tetapi tidak semua orang bisa berkomunikasi.

BACA JUGA :  Edukasi Penguasaan Fitur Microsoft Word untuk Meningkatkan Keterampilan Penulisan

Sumber:

  1. Prihantira, S. D. N. & Dharmawan, L. (2025). Pengaruh Penggunaan Media Sosial Pada Pola Komunikasi Gen Z di Era Digital. Institut Pertanian Bogor.
  2. Zainuddin, Z., Faiqoh, A. N., Gudsy, S. H., & Wulandari, S. (2024). Analisis Efektivitas Platform Digital dalam Mengembangkan Keterampilan Public Speaking di Kalangan Mahasiswa.

Penulis:

Helen Griselda

Mahasiswa Manajemen S1 (SDM) Universitas Pamulang

Previous Post

Manajemen Kinerja di Tengah Perubahan Dunia Kerja: Ketika Target Saja Tak Lagi Cukup

Next Post

58 Daerah Hadiri Replikasi SISGITA di Tangsel, Dishub Siapkan Pengaturan Lalu Lintas

Related Posts

Bukan Tidak Pintar, Cuma Takut Bicara: Ketika Pengetahuan Tidak Sejalan dengan Kepercayaan Diri
DUNIA KAMPUS

Public Speaking sebagai Kunci Meningkatkan Kepercayaan Diri dan Prestasi Mahasiswa

Oktober 21, 2026
2.3k
Banyak Views, Sedikit Respons: Apakah Cara Berbicara Menentukan Keberhasilan Public Speaking di Era Digital?
DUNIA KAMPUS

Banyak Views, Sedikit Respons: Apakah Cara Berbicara Menentukan Keberhasilan Public Speaking di Era Digital?

Oktober 21, 2026
2.4k
Kekurangan atau Kelebihan Karyawan? Pentingnya Perencanaan SDM yang Tepat
DUNIA KAMPUS

Kekurangan atau Kelebihan Karyawan? Pentingnya Perencanaan SDM yang Tepat

Oktober 21, 2026
2.4k
Public Speaking: Kunci Meningkatkan Kepercayaan Diri dan Kemampuan Berkomunikasi
DUNIA KAMPUS

Public Speaking: Kunci Meningkatkan Kepercayaan Diri dan Kemampuan Berkomunikasi

Oktober 21, 2026
2.4k
Tinggal Scan, Uang Berkurang: Apakah Kemudahan Pembayaran Digital Membuat Kita Lebih Boros?
DUNIA KAMPUS

Tinggal Scan, Uang Berkurang: Apakah Kemudahan Pembayaran Digital Membuat Kita Lebih Boros?

Oktober 21, 2026
2.4k
Cicilan Murah, Masa Depan Mahal: Paylater dan Literasi Keuangan Anak Muda
DUNIA KAMPUS

Cicilan Murah, Masa Depan Mahal: Paylater dan Literasi Keuangan Anak Muda

Oktober 21, 2026
2.1k
Next Post
58 Daerah Hadiri Replikasi SISGITA di Tangsel, Dishub Siapkan Pengaturan Lalu Lintas

58 Daerah Hadiri Replikasi SISGITA di Tangsel, Dishub Siapkan Pengaturan Lalu Lintas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com