• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home SELEB & GAYA HIDUP KESEHATAN

Tiga Makanan Ultra-Proses yang Masih Baik untuk Kesehatan Menurut Penelitian

Irina Jusuf by Irina Jusuf
Juli 30, 2026
in KESEHATAN, NEWS
Reading Time: 3min read
Tiga Makanan Ultra-Proses yang Masih Baik untuk Kesehatan Menurut Penelitian
179
SHARES
2.1k
VIEWS

TANGSELXPRESS – Tidak semua makanan ultra-proses (ultra-processed foods/UPF) otomatis berdampak buruk bagi kesehatan. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa kualitas gizi makanan dan pola makan secara keseluruhan lebih berpengaruh terhadap risiko penyakit kronis dibandingkan sekadar tingkat pengolahannya.

Dilansir dari The Independent, temuan tersebut berasal dari analisis terhadap lebih dari 200.000 peserta dalam tiga studi jangka panjang di Amerika Serikat yang berlangsung sejak 1980-an hingga 2020-an.

Dalam penelitian itu, para peserta dikelompokkan berdasarkan pola makan berbasis nabati ke dalam empat kategori, yakni makanan sehat ultra-proses, makanan sehat yang diolah minimal, makanan tidak sehat ultra-proses, dan makanan tidak sehat yang diolah minimal.

Contoh makanan yang masuk kategori makanan sehat ultra-proses antara lain susu nabati, yoghurt nabati, sereal sarapan yang diperkaya vitamin, serta kacang kalengan. Sementara itu, buah segar dan kacang-kacangan termasuk makanan sehat yang diproses secara minimal.

BACA JUGA :  Viral Maling Curi Motor Pengendara yang Tertidur di Bangku Trotoar Jaksel, Polisi Cek TKP

Adapun makanan cepat saji dan minuman bersoda dikategorikan sebagai makanan tidak sehat ultra-proses. Sedangkan jus buah, kentang, dan nasi putih masuk kelompok makanan tidak sehat yang diproses secara minimal.

Selama masa penelitian, tercatat 26.209 peserta mengalami penyakit kardiovaskular, sekitar 21.000 orang menderita diabetes tipe 2, dan 55.493 peserta meninggal dunia.

Hasil analisis menunjukkan bahwa peserta dengan pola makan berkualitas tinggi memiliki risiko lebih rendah mengalami penyakit jantung, diabetes tipe 2, maupun kematian, terlepas dari ada atau tidaknya makanan ultra-proses dalam menu mereka.

Peneliti pascadoktoral di Departemen Gizi Harvard TH Chan School of Public Health, Xiaowen Wang, mengatakan banyak makanan ultra-proses memang memiliki kualitas gizi yang rendah sehingga perlu dibatasi. Namun, proses pengolahan makanan bukan satu-satunya faktor yang menentukan dampaknya terhadap kesehatan.

BACA JUGA :  Makanan Ultraproses Disebut Mirip Rokok dan Bisa Bikin Ketagihan

“Pola makan nabati yang sehat, kaya biji-bijian utuh, buah, sayuran, kacang-kacangan, polong-polongan, dan minyak nabati sehat tetap bermanfaat meski mencakup beberapa makanan olahan,” ujar Wang.

Menurutnya, menghindari seluruh makanan ultra-proses justru berpotensi menurunkan kualitas pola makan karena sejumlah produk olahan tetap mengandung nutrisi yang baik. Sebaliknya, makanan yang hanya sedikit diproses belum tentu selalu lebih sehat.

Wang mengimbau masyarakat untuk lebih memperhatikan kualitas gizi makanan secara menyeluruh dibandingkan hanya berfokus pada tingkat pengolahannya. Memilih makanan yang kaya nutrisi dinilai menjadi langkah terbaik untuk membantu menurunkan risiko penyakit kronis.

Temuan tersebut dipresentasikan dalam Nutrition 2026, pertemuan ilmiah tahunan yang diselenggarakan oleh American Society for Nutrition pada 28 Juli 2026.

BACA JUGA :  Revisi UU Pilkada Batal Disahkan, DPR Pastikan Keputusan MK Berlaku
Tags: Makanan ultraproses
Previous Post

Kemenkes Evaluasi Total Program Dokter Internship, 10.564 Peserta Wajib Tes Mental dan MCU

Next Post

Sayembara Desain Batik Khas Tangsel 2026 Dibuka, Total Hadiah Jutaan Rupiah Menanti

Related Posts

Songsong 131 Tahun, BRI Usung Semangat Tumbuh Berkelanjutan, Memajukan Negeri
ADVERTORIAL

Songsong 131 Tahun, BRI Usung Semangat Tumbuh Berkelanjutan, Memajukan Negeri

Oktober 21, 2026
2.7k
RUPS Pengelola RSIA Family Pluit Disoal, Tiga Putusan MA dan Sinar Mas jadi Sorotan
HUKUM

RUPS Pengelola RSIA Family Pluit Disoal, Tiga Putusan MA dan Sinar Mas jadi Sorotan

Oktober 21, 2026
2.4k
Rekonstruksi Jembatan Merpati Raya Tangsel Ditunda, Penutupan Jalan 22 Oktober Batal
TANGERANG SELATAN

Rekonstruksi Jembatan Merpati Raya Tangsel Ditunda, Penutupan Jalan 22 Oktober Batal

Oktober 21, 2026
2.6k
KUR BRI Buka Jalan Rezeki Lintas Generasi melalui Sepiring Ketoprak di Bengkulu Selatan
ADVERTORIAL

KUR BRI Buka Jalan Rezeki Lintas Generasi melalui Sepiring Ketoprak di Bengkulu Selatan

Oktober 21, 2026
2.4k
BRI dan Pemerintah Gerakkan Investasi Global dan Berdayakan Ekonomi Lokal dari Level Korporasi hingga UMKM
ADVERTORIAL

BRI dan Pemerintah Gerakkan Investasi Global dan Berdayakan Ekonomi Lokal dari Level Korporasi hingga UMKM

Oktober 21, 2026
2.4k
Film Hamka Awal Mula Vol. 3 Tayang 19 November 2026, Vino G. Bastian Kembali Jadi Buya Hamka
FILM & MUSIK

Film Hamka Awal Mula Vol. 3 Tayang 19 November 2026, Vino G. Bastian Kembali Jadi Buya Hamka

Oktober 21, 2026
2.4k
Next Post
Sayembara Desain Batik Khas Tangsel 2026 Dibuka, Total Hadiah Jutaan Rupiah Menanti

Sayembara Desain Batik Khas Tangsel 2026 Dibuka, Total Hadiah Jutaan Rupiah Menanti

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com