TANGSELXPRESS – Kesempatan emas bagi para desainer, pelaku ekonomi kreatif, seniman, hingga masyarakat umum untuk mengukir identitas budaya Kota Tangerang Selatan resmi dibuka. Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dinas Pariwisata bersama Dekranasda Kota Tangerang Selatan menggelar Sayembara Desain Batik Khas Kota Tangerang Selatan 2026 dengan total hadiah jutaan rupiah.
Sayembara ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan motif batik yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga mampu merepresentasikan sejarah, budaya, serta kekayaan lokal Kota Tangerang Selatan sebagai identitas daerah.
Ketua Dekranasda Kota Tangerang Selatan, RR Truetami Ajeng, mengatakan batik merupakan warisan budaya yang memiliki nilai filosofis sekaligus menjadi identitas sebuah daerah. Karena itu, Dekranasda ingin melibatkan masyarakat untuk melahirkan motif batik yang dapat menjadi kebanggaan bersama.
“Melalui sayembara ini, kami ingin mengajak para desainer, pelaku ekonomi kreatif, maupun masyarakat luas untuk bersama-sama melahirkan motif batik yang mencerminkan karakter dan jati diri Kota Tangerang Selatan. Harapannya, karya terbaik nantinya dapat menjadi identitas daerah sekaligus memperkaya khasanah batik Indonesia,” ujar Ajeng.
Menurutnya, batik bukan sekadar karya seni, tetapi juga media yang mampu menceritakan sejarah, budaya, hingga nilai-nilai yang dimiliki suatu daerah. Oleh sebab itu, karya yang dihasilkan diharapkan memiliki filosofi yang kuat dan dapat diaplikasikan sebagai batik khas Kota Tangerang Selatan.
“Yang kami cari bukan hanya desain yang indah secara visual, tetapi juga motif yang memiliki makna, mengangkat kekayaan lokal, dan dapat diterapkan secara nyata sebagai batik khas Kota Tangerang Selatan,” katanya.
Sayembara ini terbuka bagi seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) tanpa dipungut biaya pendaftaran. Pendaftaran telah dibuka sejak 20 Juli 2026 dan akan ditutup pada 19 Agustus 2026 pukul 23.59 WIB.
Ajeng berharap kompetisi tersebut mampu melahirkan motif batik yang memperkuat identitas Kota Tangerang Selatan sekaligus menjadi warisan budaya yang terus digunakan oleh masyarakat.
“Semoga sayembara ini menjadi wadah lahirnya karya-karya terbaik yang nantinya dapat menjadi simbol kebanggaan masyarakat Tangsel dan terus diwariskan kepada generasi berikutnya,” tuturnya.
Syarat Mengikuti Sayembara
Peserta wajib merupakan WNI yang memiliki identitas diri yang masih berlaku, seperti KTP, KIA, SIM, KTA, atau KTM.
Pendaftaran tidak dipungut biaya dan setiap peserta hanya diperbolehkan mengirimkan satu karya desain.
Dokumen yang harus dilampirkan meliputi:
- Surat pernyataan keaslian desain yang ditandatangani di atas materai Rp10.000.
- Fotokopi atau foto identitas diri.
- Filosofi desain.
- Sketsa busana kerja pria dan wanita menggunakan motif yang dibuat.
Peserta juga diwajibkan mengikuti akun Instagram @dispartangerangselatan dan @dekranasda_tangsel.
Ketentuan Desain
Tema utama desain wajib mengangkat Bunga Anggrek Tangsel dan/atau Rumah Blandongan sebagai unsur utama.
Selain itu, peserta dapat mengombinasikan unsur khas Kota Tangerang Selatan lainnya, seperti:
- Budaya dan kearifan lokal.
- Sejarah wilayah.
- Flora dan fauna khas.
- Landmark atau bangunan ikonik.
- Kuliner khas daerah.
Karya yang dikirim harus orisinal, belum pernah diikutsertakan dalam kompetisi lain, tidak menjiplak, dan tidak menggunakan Artificial Intelligence (AI) dalam proses pembuatannya.
Setiap desain juga harus dilengkapi uraian filosofi maksimal 500 kata yang menjelaskan judul, makna motif, keterkaitannya dengan Kota Tangerang Selatan, serta filosofi warna yang digunakan.
Adapun spesifikasi karya yang ditentukan panitia meliputi:
- Ukuran A3.
- Resolusi minimal 300 DPI.
- Format PDF.
- Dapat diaplikasikan pada kain berukuran 2,30 x 1,15 meter.
- Bisa diproduksi menggunakan teknik batik tulis, cap, print, sablon, maupun kombinasi.
- Menyertakan video dokumentasi proses pembuatan berdurasi maksimal satu menit dengan ukuran file maksimal 100 MB.
Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sayembara, pendaftaran dapat dilakukan melalui tautan yang telah disediakan panitia hingga 19 Agustus 2026.
Kompetisi ini diharapkan menjadi momentum lahirnya motif batik khas yang mampu memperkuat identitas budaya Kota Tangerang Selatan sekaligus menjadi kebanggaan masyarakat di tingkat nasional.







