• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home DUNIA KAMPUS

Strategi Penganggaran: Kunci Penyelamat Ritel Modern di Tengah Badai Ketidakpastian Ekonomi

Redaksi Tangselxpress by Redaksi Tangselxpress
Mei 12, 2026
in DUNIA KAMPUS
Reading Time: 4min read
Strategi Penganggaran: Kunci Penyelamat Ritel Modern di Tengah Badai Ketidakpastian Ekonomi
221
SHARES
2.7k
VIEWS

INDUSTRI ritel di Indonesia saat ini tengah berada di persimpangan jalan yang sangat krusial. Memasuki periode tahun 2024 hingga 2026, wajah perdagangan nasional mengalami perubahan besar akibat pesatnya perkembangan teknologi digital serta pergeseran perilaku konsumen yang semakin dinamis.

Penutupan sejumlah gerai ritel besar di berbagai pusat perbelanjaan ternama tidak hanya menjadi indikator perlambatan ekonomi makro, tetapi juga menjadi peringatan bagi manajemen perusahaan untuk segera mengevaluasi kembali strategi perencanaan keuangan mereka. Pertanyaan mendasar yang kemudian muncul adalah: sejauh mana anggaran perusahaan mampu menyesuaikan diri dengan perubahan pasar yang terjadi begitu cepat?

Anggaran: Lebih dari Sekadar Angka di Atas Kertas

Dalam menjalankan aktivitas operasional sehari-hari, perusahaan dagang yang berfokus pada pembelian barang dari pemasok dan penjualan kembali tanpa proses pengolahan sangat bergantung pada ketepatan anggaran. Anggaran tidak hanya dipahami sebagai perkiraan angka di masa mendatang, tetapi merupakan bentuk komitmen manajemen yang dinyatakan dalam satuan moneter untuk periode tertentu. Anggaran berperan sebagai pedoman operasional sekaligus alat pengendalian likuiditas yang sangat penting. Tanpa perencanaan anggaran yang baik, perusahaan akan kesulitan dalam menentukan target penjualan, mengatur kebutuhan persediaan, hingga mengelola alokasi biaya operasional secara efisien.

Efektivitas penganggaran terbukti dapat meningkatkan kualitas perencanaan keuangan perusahaan secara signifikan. Namun demikian, dalam praktiknya terdapat berbagai kendala yang sering menghambat pelaksanaannya. Banyak perusahaan dagang masih menggunakan metode penyusunan manual yang rentan terhadap kesalahan manusia (human error) serta tidak mampu menyediakan data secara real-time. Kondisi ini menimbulkan ketidaksesuaian antara rencana yang telah disusun dengan kondisi nyata di lapangan. Selain itu, fenomena budgetary slack—yaitu kecenderungan manajer untuk menurunkan target pendapatan secara sengaja—juga menjadi tantangan internal yang perlu diwaspadai agar anggaran tetap bersifat objektif dan akurat.

BACA JUGA :  Uang Seratus Ribu Hari Ini vs Tahun Depan: Mengapa Mahasiswa Harus Paham Time Value of Money?

Transformasi Strategi: Kebangkitan “Small Format Store”
Salah satu perubahan paling signifikan dalam industri ritel pada periode 2024–2026 adalah peralihan strategi dari penggunaan gerai besar atau hypermarket menuju konsep small format store. Toko-toko berukuran lebih kecil yang ditempatkan lebih dekat dengan kawasan pemukiman kini semakin diminati. Hal ini didorong oleh kebutuhan konsumen akan efisiensi waktu serta kemudahan akses dalam berbelanja tanpa harus pergi jauh ke pusat kota.

Dari sisi keuangan, konsep toko kecil ini dinilai lebih efisien karena membutuhkan biaya operasional serta investasi lahan yang jauh lebih rendah dibandingkan pengelolaan gerai besar. Namun demikian, perubahan strategi ini juga menimbulkan tantangan baru dalam proses penganggaran. Pengelolaan rantai pasok menjadi lebih kompleks karena jumlah titik distribusi yang semakin banyak dan tersebar. Biaya logistik harus diperhitungkan secara lebih cermat agar tidak mengurangi margin keuntungan. Selain itu, penyusunan anggaran persediaan juga harus lebih fleksibel agar tidak terjadi penumpukan stok di berbagai lokasi, namun tetap mampu memenuhi permintaan konsumen dengan cepat.

Ledakan “Live Shopping” dan Realitas Margin Keuntungan
Perkembangan live shopping melalui media sosial dan platform e-commerce telah membawa perubahan besar dalam struktur anggaran pemasaran perusahaan. Saat ini, perusahaan cenderung mengalihkan anggaran dari iklan konvensional ke pemasaran digital, kolaborasi dengan influencer, hingga pengembangan fasilitas live streaming. Strategi promosi seperti flash sale dan diskon besar-besaran menjadi senjata utama untuk menarik minat konsumen di tengah persaingan yang semakin ketat.

BACA JUGA :  Pelatihan Dasar HTML dan CSS Untuk Meningkatkan Kompetensi Web Development

Walaupun live shopping mampu meningkatkan volume penjualan secara signifikan dalam waktu singkat, hal tersebut tidak selalu diikuti dengan peningkatan laba bersih. Tekanan terhadap margin keuntungan menjadi cukup besar akibat tingginya biaya promosi dan distribusi yang harus ditanggung perusahaan. Oleh karena itu, peran analisis selisih (variance analysis) menjadi sangat penting untuk dilakukan secara berkala. Manajemen tidak cukup hanya melihat pencapaian target penjualan, tetapi juga perlu memahami penyebab kenaikan biaya operasional atau harga pokok penjualan yang melebihi rencana, seperti yang juga terlihat dalam proyeksi peningkatan penjualan pada PT Bakti Sejahtera.

Inovasi Teknologi: ERP dan POS sebagai Solusi
Dalam menghadapi dinamika bisnis yang semakin cepat, perusahaan dagang tidak lagi bisa hanya mengandalkan intuisi dalam perencanaan. Pemanfaatan sistem terintegrasi seperti Enterprise Resource Planning (ERP) dan Point of Sale (POS) menjadi kebutuhan utama. Teknologi ini memungkinkan perusahaan untuk memantau transaksi, persediaan, dan arus kas secara langsung dan real-time.

Keunggulan utama dari sistem ini terletak pada tingkat transparansi data yang tinggi. Dengan informasi yang lebih akurat, perusahaan dapat melakukan evaluasi anggaran kapan saja tanpa harus menunggu akhir periode. Hal ini membantu manajemen dalam mengambil keputusan strategis secara lebih tepat, seperti menentukan waktu penambahan stok atau mengurangi biaya pemasaran yang tidak efektif.

BACA JUGA :  Pengaruh Game Online terhadap Kesehatan

Kesimpulan
Penganggaran merupakan elemen inti dalam strategi bisnis perusahaan dagang. Pengelolaan biaya yang efisien, pemanfaatan teknologi secara optimal, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan tren pasar menjadi faktor utama dalam meraih kesuksesan. Anggaran yang baik tidak hanya berfokus pada penghematan biaya, tetapi juga pada bagaimana sumber daya dapat dialokasikan secara tepat untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang. Dengan pengelolaan anggaran yang adaptif, perusahaan dagang akan lebih siap menghadapi tantangan ekonomi sekaligus mampu memanfaatkan peluang di era baru industri ritel Indonesia. 

Referensi:

Irnawati, dkk. (2021). Akuntansi Manajemen. 

Kurniawan, D., dkk. (2025). Pengaruh anggaran perencanaan dan pengendalian terhadap perusahaan dagang. Journal of Capital Markets and Banking, 13(2), 44–58.

Putri, H. D., dkk. (2024). Analisis pengelolaan keuangan perusahaan dagang. Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Manajemen, 3(7).

Sitio, R., Harahap, T., & Ritonga, R. A. (2025). Penerapan sistem Enterprise Resource Planning terhadap kinerja keuangan pada perusahaan retail. Empiricism Journal, 6(2), 565–572.

Saragih, K. J. D., dkk. (2024). Penyusunan anggaran laba-rugi dan neraca serta master anggaran pada perusahaan dagang. Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Manajemen, 3(4).

Sulistyaningsih, E., & Ashidiqy, A. B. (2025). Dampak fitur live shopping di social commerce terhadap keputusan pembelian konsumen pada platform e-commerce di Indonesia. Sanskara Manajemen dan Bisnis, 3(2), 69–76.

 

Penulis: 

Angel Rizqi Perianti

Aslamiyah

Aulia Canda Andini

Jasinda Arba Lestari

Stevani Anggun Maharani

Vinna Dwi Arsita

Mahasiswa Programm Studi Akuntansi S1

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pamulang

Tags: Ritel ModernStrategi Penganggaran
Previous Post

MPR Turun Tangan soal Polemik LCC Empat Pilar, Juri dan MC Dinonaktifkan

Next Post

Prabowo Laporkan Kekayaan Rp2 Triliun ke KPK, Surat Berharga Masuk Daftar Aset

Related Posts

Bukan Tidak Pintar, Cuma Takut Bicara: Ketika Pengetahuan Tidak Sejalan dengan Kepercayaan Diri
DUNIA KAMPUS

Public Speaking sebagai Kunci Meningkatkan Kepercayaan Diri dan Prestasi Mahasiswa

Oktober 21, 2026
2.3k
Banyak Views, Sedikit Respons: Apakah Cara Berbicara Menentukan Keberhasilan Public Speaking di Era Digital?
DUNIA KAMPUS

Banyak Views, Sedikit Respons: Apakah Cara Berbicara Menentukan Keberhasilan Public Speaking di Era Digital?

Oktober 21, 2026
2.4k
Kekurangan atau Kelebihan Karyawan? Pentingnya Perencanaan SDM yang Tepat
DUNIA KAMPUS

Kekurangan atau Kelebihan Karyawan? Pentingnya Perencanaan SDM yang Tepat

Oktober 21, 2026
2.4k
Public Speaking: Kunci Meningkatkan Kepercayaan Diri dan Kemampuan Berkomunikasi
DUNIA KAMPUS

Public Speaking: Kunci Meningkatkan Kepercayaan Diri dan Kemampuan Berkomunikasi

Oktober 21, 2026
2.4k
Tinggal Scan, Uang Berkurang: Apakah Kemudahan Pembayaran Digital Membuat Kita Lebih Boros?
DUNIA KAMPUS

Tinggal Scan, Uang Berkurang: Apakah Kemudahan Pembayaran Digital Membuat Kita Lebih Boros?

Oktober 21, 2026
2.4k
Cicilan Murah, Masa Depan Mahal: Paylater dan Literasi Keuangan Anak Muda
DUNIA KAMPUS

Cicilan Murah, Masa Depan Mahal: Paylater dan Literasi Keuangan Anak Muda

Oktober 21, 2026
2.1k
Next Post
Prabowo Laporkan Kekayaan Rp2 Triliun ke KPK, Surat Berharga Masuk Daftar Aset

Prabowo Laporkan Kekayaan Rp2 Triliun ke KPK, Surat Berharga Masuk Daftar Aset

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com