DALAM kehidupan sehari-hari setiap orang menggunakan uang untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan. Kebutuhan dan keinginan tiap orang itu berbeda-beda tergantung pada prioritasnya masing-masing.
Uang digunakan untuk melakukan berbagai macam transaksi. Termasuk dalam kehidupan mahasiswa, uang berperan sangat penting untuk memenuhi kebutuhan, sebagai mahasiswa kita membutuhkan uang untuk membeli perlengkapan atau peralatan perkuliahan supaya perkuliahan berjalan dengan baik, mahasiswa memerlukan uang agar dapat memebeli buku atau modul ajar, alat tulis, ngeprint tugas, membayar biaya kuliah, biaya transportasi dan lain sebagainya.
Selain kebutuhan mahasiswa juga memiliki keinginan seperti membeli barang yang kita suka, nonton konser, nonton bioskop, treveling, bahkan nongkrong bareng temen di cafe mahal yang kekinian. Oleh karena itu mahasiswa harus dapat menyeimbangkan antara keinginan dan kebutuhaan supaya uang yang keluarkan lebih bermanfaat dan tidak bersifat konsumtif.
Namun masih banyak dari mahasiswa yang belum memahami bahwa nilai uang itu berubah seiring waktu. Konsep ini dikenal sebagai Time Value Of Money yang menyatakan bahwa nilai uang tidak tetap atau bisa berubah-ubah.
Konsep Time Value Of Money adalah penggambaran dimana nilai uang saat ini lebih berharga dari nilai uang di masa depan meskipun jumlahnya sama namun nilainya tidak sama. Nilai dipengaruhi oleh waktu contohnya uang Rp. 100.000 hari ini manfaat dan daya belinya bisa berbeda dengan satu tahun kedepan. Saya gambarkan sedikit soal uang Rp.100.000 digunakan untuk kebutuhan transportasi atau membeli bensin motor sebagai kendaraan mahasiswa pada umumnya,
Misal sebagai mahasiswa biasanya kita mebeli bensin jenis pertamax, dulu sebelum harga pertamax naik uang Rp.100.000 dapat membeli bensin pertamax sebanyak 8 liter dengan harga Rp.12.300/liter, sekarang bensin pertamax Rp. 16.250/liter jadi jika kita memiliki uang Rp.100.000 kita hanya dapat membeli bensin sekitar 6 liter. Yang biasanya 8 liter menjadi 6 liter bagi mahasiswa sangat terasa perbedaanya, maka banyak dari kita mengambil alternatif lain seperti membeli bensin dengan jenis pertalite. Harga bensin pertalite Rp. 10.000/liter uang Rp. 100.000 bisa membeli bensin pertalite sebanyak 10 Liter.
Bagi mahasiswa perbandingan harga tersebut sangat berpengaruh bukan? Karena uang yang kita miliki saat ini masih sangat terbatas, Contoh lain, jika kita diberikan dua pilihan menerima uang Rp.8.500.000 hari ini atau Rp.8.500.000 di dua tahun kedepan? Tentunya kita akan memilih uang Rp.8.500.000 hari ini,
Dengan jumlah yang sama hari ini dengan dua tahun kedepan, di tahun ini mungkin uang Rp.8.500.000 bisa digunakan untuk membeli Laptop dengan kualitas terbaik, namun di dua tahun kedepan uang Rp.8.500.000 belum tentu bisa membeli Laptop dengan kualitas terbaik kemungkinan hanya bisa membeli laptop dengan kualitas yang lebih rendah. Karena harga barang cenderung naik dari waktu ke waktu.
Yang harus kita pelajari untuk memahami Time Value Of Money adalah Inflasi dan Opportunity Cost. Saya ambil penjelasan sedikit dari Bank Indonesia, menurut Bank Indonesia inflasi adalah kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus menerus dalam jangka waktu tertentu.
Penyebab terjadinya Inflasi adalah karena adanya tekanan dari sisi penawaran (Cost Push Inflation), tekanan dari sisi permintaan (Demand Pull Inflation), dan ekspektasi masyarakat terhadap inflasi di masa depan (Inflation Expectations).
Sementara itu Opportunity Cost adalah konsep yang menggambarkan hilangnya potensi keuantungan dari suatu pilihan karena memilih pilihan yang lain. Dalam Konsep Time Value Of Money, opportunity cost menunjukan bahwa uang yang dimiliki saat ini memiliki potensi untuk menghasilkan keuntungan apabila ditabung atau diinvestasikan. Sebaliknya jika kita tidak memanfaatkan kesempatan tersebut, kita akan kehilangan manfaat yang akan di dapat di tahun depan atau di masa yang akan datang.
Menurut saya, pemahaman mengenai Time Value Of Money sangat penting bagi mahasiswa karena di masa perkuliahan uang yang kita miliki masih sangat terbatas dan harus di alokasikan dan di gunakan dengan baik dan bijak. Kemampuan kita mengalokasikan uang yang kita miliki sangat berpengaruh terhadap value uang tersebut.
Ada beberapa cara yang bisa kita lakukan, salah satu cara yang paling sederhana adalah dengan menyisihkan sebagian uang yang kita miliki untuk di tabung, menabung dapat melatih kita untuk lebih disiplin dalam mengatur pengeluaran, karena tidak semua uang yang kita miliki harus di habiskan saat ini melainkan harus disisihkan untuk kebutuhan yang lebih penting, prioritas mahasiswa saat ini adalah tabungan untuk perkuliahan dimana kita memerlukan uang dari awal mendafrar kuliah sampai dengan nanti ketika mau lulus kuliah.
Namun menabung belum cukup untuk menjaga nilai uang yang kita miliki dari pengaruh inflasi. Oleh karena itu kita harus mepelajari berbagai instrumen investasi yang sesuai dengan profil risiko dan kemampuan finansial kita saat ini. Investasi merupakan pengembangan dana yang kita miliki, contohnya seperti saham, obligasi, reksadana, dan lain sebagainya.
Menurut saya ada beberapa Investasi yang paling cocok untuk mahasiswa seperti Investasi Reksadana dan Investasi Emas. Investasi tersebut memiliki tingkat keuntungan dan risiko masing-masing. Yang pertama reksadana, reksadana adalah produk investasi dimana dana dari seorang investor akan dikelola oleh menejer investasi agar memperoleh keuntungan, sehingga investor tidak perlu memikirkan strategi dan cara mengelolanya.
Ada banyak jenis investasi reksadana baik jangka panjang maupun jangka pendek. Biasanya reksadana pasar uang menjadi pilihan investasi jangka pendek sebab priodenya hanya satu tahun dan tingkat risikonya rendah. Selanjutnya ada investasi emas, emas adalah salah satu investasi yang cukup aman bagi pemula, karena emas cenderung meningkat nilainya dalam jangka Panjang, namun kurang cocok untuk investasi jangka pendek, karena emas akan lebih menguntungkan dalam jangka Panjang.
Berdasarkan pembahasan tentang Time Value Of Money, saya dapat menyimpulkan bahwa Time Value Of Money merupakan konsep yang menjelaskan bahwa uang yang dimiliki saat ini memiliki nilai yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan jumlah uang yang sama di masa depan. Perbedaan nilai tersebut dipengaruhi oleh inflasi dan opportunity cost.
Oleh karena itu pemahaman mengenai Time Value Of Money penting dimiliki oleh mahasiswa sebagai bagian dari literasi keuangan supaya melek akan finansial. Memahami bahwa nilai uang dapat berubah seiring waktu, kita sebagai mahasiswa harus lebih bijak dalam mengalokasikan uang yang kita miliki baik dengan cara di tabung atau di investasikan. Dengan demikian, kita sebagai mahasiswa dapat membagun kebiasaan keuangan yang lebih terencana dan bertanggung jawab.
Penulis:
Kristin Vio Lenta







