PENGABDIAN kepada masyarakat (PKM) merupakan salah satu bentuk penerapan tri Dharma perguruan tinggi dimana mahasiswa melakukan kegiatan pendidikan,penelitian dan pengabdian pada masyarakat. Dengan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini mahasiswa universitas pamulang tidak hanya belajar melalui pelajaran mata kuliah di kelas tetapi juga penerapan ilmu kepada masyarakat sekitar.
Seperti yang kita tau siswa dan siswi merupakan generasi penerus bangsa harus diberikan pemahaman mengenai dunia digital terutama pengembangan media sosial di era global hal ini dimaksudkan untuk para siswa dan siswi lebih bijak dalam penggunaaan media sosial dan juga pemanfaatan media sosial yang baik dan benar seperti bisnis online dan lain sebagai nya
Tema ini dipilih karena relevan dengan kondisi dan kebutuhan pendidikan modern. Hampir seluruh pelajar aktif menggunakan media sosial setiap hari. Dengan pemahaman yang baik, diharapkan mereka dapat memanfaatkannya secara cerdas, bertanggung jawab, dan produktif
Pada hari Rabu, 15 Oktober 2025, mahasiswa Program Studi Manajemen di Universitas Pamulang (UNPAM) berhasil melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat
(PKM) di SMK JAKARTA1 Kegiatan tersebut memiliki tema “Meningkatkan Kesadaran dan Pemahaman Siswa/i Tentang Pengaruh Pengguna Media sosial di Era Digital. Tim pelaksana kegiatan diketuai oleh Mutiara Shanny Putri Permatasari, dengan anggota
pelaksana. Serta Dosen pendamping, Muhammad Gandung S.E,M.M menjelaskan berbagai program PKM yang telah sukses dilakukan oleh mahasiswa Unpam. Tujuan dari acara ini adalah untuk meningkatkan kesadaran para pelajar tentang pentingnya mengelola diri dan waktu secara baik.
Dalam acara tersebut, para mahasiswa UNPAM memberikan materi yang membahas bagaimana terjadinya dampak positif pada media sosial dan bagaimana terjadinya dampak negatif pada media sisial manajemen bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti pengaturan waktu, kedisiplinan, dan tanggung jawab. edukasi mengenai penggunaan media sosial menjadi sangat penting untuk dilakukan di lingkungan sekolah, khususnya di SMK Negeri 1 Jakarta yang siswanya sangat aktif dalam dunia digital.
Kegiatan edukasi ini bertujuan untuk membuka wawasan siswa mengenai bagaimana media sosial dapat mempengaruhi perilaku, pola pikir, dan kebiasaan mereka sehari-hari. . Banyak siswa yang belum menyadari bahwa apa pun yang mereka konsumsi dan bagikan di media sosial akan berdampak pada cara mereka memandang diri sendiri maupun orang lain
Edukasi ini membantu siswa memahami bahwa media sosial bukan hanya tempat untuk bersenang-senang, tetapi juga memiliki risiko seperti penyebaran informasi palsu, cyberbullying, kecanduan internet, dan menurunnya fokus belajar.
Dalam kegiatan yang dilakukan di SMK JAKARTA 1 ini, siswa diperkenalkan dengan konsep literasi digital sebagai bagian penting dalam penggunaan media sosial secara sehat. Literasi digital meliputi kemampuan untuk memilah informasi, mengenali konten yang menyesatkan, serta memahami etika dalam berkomunikasi di dunia maya. Siswa juga diajak berdiskusi mengenai bagaimana algoritma media sosial bekerja dan bagaimana hal tersebut secara tidak langsung mempengaruhi apa yang mereka lihat, pikirkan, dan percayai setiap hari.
. Para siswa terlihat antusias ketika diberikan contoh nyata mengenai dampak positif dan negatif dari penggunaan media sosial. Mereka menyadari bahwa media sosial dapat membantu membangun kreativitas, membuka peluang usaha, hingga meningkatkan minat belajar melalui konten edukatif. Namun, di sisi lain, media sosial juga bisa mengganggu kesehatan mental, memicu rasa cemas, dan membuat seseorang mudah membandingkan diri dengan orang lain. Pemahaman ini penting agar siswa mampu menggunakan media sosial dengan lebih bijak dan terarah.
Selain diskusi, siswa juga diberikan simulasi mengenai cara memverifikasi berita untuk menghindari hoaks yang sering beredar di media sosial. Dengan simulasi ini, siswa belajar melakukan pengecekan sumber informasi, membandingkan dengan berita lain, serta mengenali ciri-ciri konten palsu. Metode ini efektif karena melibatkan siswa secara langsung sehingga mereka dapat memahami perbedaan antara informasi valid dan informasi yang sengaja dibuat untuk menyesatkan.
Kegiatan ini juga menekankan pentingnya manajemen waktu dalam penggunaan media sosial. Banyak siswa yang menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk scrolling tanpa tujuan, sehingga mengganggu rutinitas belajar mereka. Para pemateri memberikan tips seperti menetapkan batas waktu penggunaan, mematikan notifikasi yang tidak penting, hingga menentukan prioritas harian agar media sosial tidak mengurangi produktivitas
Dengan pengaturan yang baik, siswa dapat tetap memanfaatkan media sosial tanpa mengorbankan kegiatan utama mereka.
Para siswa juga diajak untuk menyadari bagaimana interaksi di media sosial dapat memengaruhi kesehatan emosional. Komentar negatif, perbandingan sosial, dan tekanan untuk tampil sempurna sering membuat remaja merasa kurang percaya diri. Melalui diskusi terbuka, siswa belajar bahwa tidak semua yang terlihat di media sosial mencerminkan kenyataan. Mereka juga diingatkan untuk membangun hubungan yang sehat, baik secara online maupun offline, dan tidak mudah terpengaruh oleh standar yang tidak realistis.
Selain itu, edukasi ini mengajarkan pentingnya menjaga jejak digital. Banyak pelajar belum menyadari bahwa apa yang mereka unggah hari ini dapat berdampak pada masa depan, termasuk peluang kerja dan reputasi diri. Siswa diberikan pemahaman mengenai etika berbagi konten, keamanan data pribadi, serta risiko menyebarkan informasi sensitif. Dengan cara ini, mereka menjadi lebih berhati-hati sebelum mengunggah sesuatu ke internet.
Kegiatan yang dilakukan di SMK JAKARTA 1 ini menunjukkan bahwa kesadaran digital sangat diperlukan dalam menghadapi era teknologi yang semakin canggih. Para siswa mendapat ruang untuk bertanya, berdiskusi, dan berbagi pengalaman mereka mengenai penggunaan media sosial. Hal ini membantu mereka memahami bahwa media sosial harus digunakan sebagai alat untuk berkembang, bukan sebagai sumber masalah atau gangguan dalam kehidupan sehari-hari.
Secara keseluruhan, edukasi tentang pengaruh media sosial di era digital memberikan dampak positif bagi siswa/i SMK JAKARTA 1 . Siswa menjadi lebih sadar akan risiko dan manfaat media sosial, lebih mampu mengontrol waktu penggunaannya, serta memahami pentingnya etika dan literasi digital. Diharapkan kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan agar generasi muda mampu menjadi pengguna media sosial yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab dalam setiap aktivitas digital mereka.







