TANGERANG SELATAN – Kecemasan merupakan reaksi alami manusia ketika menghadapi ketidakpastian, tantangan, atau ancaman di masa depan. Namun, kecemasan yang muncul secara berlebihan dan berlangsung lama berpotensi memicu gangguan kesehatan fisik maupun mental.
Psikolog rehabilitasi senior sekaligus spesialis gangguan obsesif kompulsif (OCD), Shyam Gupta, menilai pengelolaan kecemasan tidak selalu harus bergantung pada terapi atau obat-obatan. Kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari juga dapat berperan penting menjaga kesehatan mental, seperti dilaporkan Hindustan Times.
“Kecemasan mulai berkurang ketika seseorang berhenti berusaha mengendalikan pikirannya dan justru belajar merespons dengan lebih lembut,” ujar Shyam.
Ia mengingatkan agar individu tidak terus-menerus terjebak dalam pola pikir yang berfokus pada ancaman, tekanan, atau kekhawatiran berlebihan terhadap masa depan. Menurutnya, kecemasan sering kali berakar dari anggapan keliru bahwa manusia mampu mengendalikan segala situasi.
Untuk itu, Shyam menyarankan pembingkaian ulang pola pikir dengan mengubah sudut pandang terhadap masalah. Salah satu caranya adalah menetapkan batasan waktu khusus untuk memproses rasa cemas, sehingga pikiran tetap memiliki ruang, tetapi dalam kendali yang terukur.
Selain mengelola pikiran, menenangkan tubuh juga dinilai efektif meredakan kecemasan. Teknik sederhana seperti merasakan pijakan kaki di lantai, menyentuh benda bertekstur, serta memusatkan perhatian pada pernapasan dan postur tubuh dapat memberi sinyal rasa aman kepada sistem saraf.
Shyam juga menyoroti pentingnya mengurangi kelelahan mental akibat terlalu banyak mengambil keputusan. Menyederhanakan rutinitas harian, mulai dari pemilihan makanan hingga pakaian, dinilai mampu menurunkan tingkat stres.
Langkah lain yang disarankan adalah paparan emosional secara bertahap dengan menghadapi rasa cemas dalam porsi kecil. Pendekatan ini membantu otak memahami bahwa kesulitan bersifat sementara dan masih dapat diatasi.
Sebagai penutup, ia merekomendasikan pembentukan ritual malam yang konsisten agar tubuh dan pikiran lebih siap beristirahat, sekaligus mendukung pemulihan kesehatan mental.







