TANGSELXPRESS – Studi terbaru mengungkapkan kondisi sindrom metabolik bisa memicu seseorang mengalami penurunan otak, salah satunya demensia di usia muda.
Dikutip dari CNA, studi tersebut mengungkap bahwa jika metabolisme tubuh terganggu, pengaruhnya akan meluas ke otak.
Umumnya orang dengan sindrom metabolisme terganggu memiliki ciri lingkar pinggang besar, tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, trigliserida darah tinggi, hingga kadar kolesterol yang tinggi.
Data menunjukkan bahwa orang yang mengalami sindrom metabolik atau kombinasi dari komponen tersebut, memiliki kemungkinan 24 persen lebih besar mengalami demensia di usia muda.
“Hal terpenting dari studi ini adalah sindrom metabolik secara signifikan meningkatkan risiko terkena demensia dini,” kata peneliti utama studi, Dr. Minwoo Lee.
“Temuan kami menyoroti pentingnya mengelola kesehatan metabolik sejak dini untuk mencegah demensia dan menjaga kesehatan otak,” tambahnya.
Temuan ini juga menarik perhatian seorang ahli saraf preventif dan direktur penelitian di Institute for Neurodegenerative Diseases di Boca Raton, Florida, Dr. Richard Isaacson. Ia mengatakan demensia adalah penyakit menakutkan dan mengalaminya di usia dini lebih mengkhawatirkan.
“Demensia merupakan salah satu penyakit yang paling ditakuti, dan mengalami pada usia dini bahkan lebih mengkhawatirkan,” tutur Isaacson.
Dengan hasil studi ini, Isaacson mengingatkan agar anak muda untuk menjaga kesehatan otak sejak dini, salah satunya dengan memelihara kesehatan metabolisme.
“Orang-orang dari segala usia, 20-an, 30-an, 40-an, dan seterusnya harus diberdayakan untuk membuat pilihan yang menyehatkan otak sejak dini. Saya pikir penelitian ini memberi kita lebih banyak bukti bahwa menunjukkan bahwa pilihan menyehatkan otak dapat menghasilkan otak yang lebih baik dari waktu ke waktu,” pungkas Isaacson.







