• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Kamis, 22 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home SELEB & GAYA HIDUP KESEHATAN

Pakar Jelaskan Hubungan Vitamin D dan Demensia, yuk Simak Biar Kita Paham

admin by admin
Juni 19, 2022
in KESEHATAN
Reading Time: 2min read
demensia

ilustrasi demensia. Foto:klikdokter

83
SHARES
419
VIEWS

TANGSELXPRESS – Ada temuan baru antara vitamin D dan penyakit pikun alias demensia. Para peneliti dari University of South Australia dalam studi mereka menunjukkan, terdapat hubungan antara kadar vitamin D yang rendah dengan peningkatan risiko demensia.

Para peneliti menggunakan data dari lebih dari 294 ribu responden di Biobank Inggris. Mereka menganalisis bagaimana tingkat vitamin D yang berbeda berdampak pada risiko demensia.

Risiko demensia diprediksi 54 persen lebih tinggi pada mereka yang memiliki kadar vitamin D 25 nmol/L dibandingkan dengan responden yang memiliki kadar vitamin D normal (50 nmol/L).

Dalam beberapa populasi yang diteliti, studi tersebut menunjukkan bahwa hingga 17 persen kasus demensia dapat dicegah jika kadar vitamin D ditingkatkan ke tingkat normal (50 nmol/L).

BACA JUGA :  Tips Diet Tepat untuk Penyandang Thalasemia dari Ahli Gizi RS Buah Hati Ciputat

“Studi kami adalah yang pertama yang menguji efek tingkat vitamin D yang sangat rendah pada risiko demensia dan stroke, menggunakan analisis genetik yang kuat di antara populasi besar,” kata peneliti senior studi tersebut sekaligus Direktur UniSA’s Australian Centre for Precision Health Prof. Elina Hyppönen, dikutip dari Healthline pada Minggu.

Ahli geriatri dan Direktur Kesehatan Kognitif Geriari di Providence Saint John’s Health Center, Scott Kaiser, merespon studi tersebut dengan berpendapat bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengonfirmasi penyebab apakah kadar vitamin D yang rendah benar-benar meningkatkan risiko demensia, mengingat studi baru menunjukkan hubungan antara vitamin D dan risiko demensia.

Jika terdapat penelitian lebih lanjut, Kaiser mengatakan hal itu bisa berguna sebagai upaya untuk menurunkan risiko demensia. Menurutnya, penelitian layak diselidiki lebih lanjut sehingga dapat mengetahui jenis vitamin D seperti apa yang dapat dikonsumsi kelompok berisiko tinggi.

BACA JUGA :  Mampu Kurangi Hasrat Makan, Ini Beberapa Manfaat Minum Air Putih di Pagi Hari

“Ini adalah studi yang sangat menarik dan menambah area penyelidikan yang sangat penting antara vitamin D dan risiko demensia,” kata Kaiser kepada Healthline.

Demensia merupakan istilah umum untuk berbagai gejala, termasuk kehilangan ingatan dan kesulitan kognisi yang memengaruhi kehidupan sehari-hari. Alzheimer adalah bentuk paling umum dari demensia. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) memperkirakan terdapat 5,8 juta orang di Amerika Serikat yang hidup dengan penyakit Alzheimer atau demensia terkait.

Profesor kedokteran klinis di Departemen Endokrinologi, Gerontologi, dan Metabolisme di Universitas Stanford, Marilyn Tan, berpendapat yang terpenting dari penelitian tersebut ialah sebagai pengingat agar semakin banyak orang yang menyadari pentingnya perawatan kesehatan secara teratur, melakukan pemeriksaan rutin, dan memeriksakan kondisi kesehatan melalui laboratorium.

BACA JUGA :  Menu Diet 1.500 Kalori 10 Hari: Sarapan, Makan Siang hingga Camilan

“Mungkinkah ada manfaat tambahan (pada vitamin D) untuk mengurangi risiko demensia? Bisa jadi. Tetapi saya pikir itu terlalu sulit untuk dikatakan karena kita tidak memiliki percobaan yang memberikan intervensi suplementasi vitamin D untuk menunjukkan peningkatan risiko demensia,” katanya.

Tags: demensiakesehatanpenyakit dalam
Previous Post

Polri Akan Berkantor di IKN Secara Bertahap Mulai 2024

Next Post

Siti Zuhro: Isu Radikalisme Gak Laku Dijual di Pemilu 2024

Related Posts

Benarkah Sering Berhubungan Intim Bisa Memperlambat Menopause?
KESEHATAN

Hari Menopause Sedunia 18 Oktober: Kenali Gejala Perimenopause dan Risikonya

Oktober 18, 2026
2.4k
Jangan Abaikan 10 Gejala Nyeri pada Kaki, No 5 Paling Sering Terjadi
KESEHATAN

Wanita Usia 50 Tahun ke Atas Lebih Rentan Alami Pengapuran Lutut, Ini Penyebabnya

Oktober 17, 2026
2.4k
Ancaman Kemarau Panjang 2026, DKI Siapkan Strategi Pangan dan Solusi Air Alternatif
KESEHATAN

Cuaca Panas Bikin Gampang Marah? Psikolog Ungkap Penyebab dan Cara Mengendalikan Emosi

Oktober 16, 2026
2.5k
Bahaya Sampah Elektronik, Ini Cara Aman Membuangnya
KESEHATAN

Jangan Asal Buang Gadget Bekas! Limbah Elektronik Bisa Ancam Kesehatan Anak

Oktober 15, 2026
2.5k
People Pleasing Bisa Ganggu Kesehatan Mental, Kenali 4 Tanda dan Cara Mengatasinya
KESEHATAN

People Pleasing Bisa Ganggu Kesehatan Mental, Kenali 4 Tanda dan Cara Mengatasinya

Oktober 13, 2026
2.4k
Cara Menyimpan Sisa Makanan di Rumah agar Tetap Sehat Dikonsumsi
KESEHATAN

Jangan Asal Makan! Ini Batas Aman Menyimpan Makanan Matang di Suhu Ruang

Oktober 12, 2026
2.5k
Next Post
siti zuhro

Siti Zuhro: Isu Radikalisme Gak Laku Dijual di Pemilu 2024

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com