TANGSELXPRESS – Wanita memiliki risiko lebih tinggi mengalami pengapuran sendi lutut atau osteoartritis dibandingkan pria, terutama setelah memasuki usia 50 tahun. Faktor usia, perubahan hormon saat menopause, berat badan, hingga kondisi sendi menjadi penyebab utama meningkatnya risiko tersebut.
Osteoartritis merupakan penyakit degeneratif yang terjadi ketika jaringan penyusun sendi mengalami kerusakan secara bertahap. Kondisi ini tidak hanya menyerang tulang rawan, tetapi juga dapat memengaruhi ligamen, tendon, serta jaringan lain di sekitar lutut sehingga menyebabkan nyeri hingga keterbatasan gerak.
Dikutip dari laman resmi National Institute of Arthritis and Musculoskeletal and Skin Diseases (NIAMS), wanita lebih sering mengalami osteoartritis dibandingkan pria, terutama setelah usia 50 tahun. Pada banyak kasus, kondisi ini berkembang setelah menopause.
Hormon Estrogen Berperan Penting
Penelitian yang dimuat dalam International Journal of Molecular Sciences menunjukkan bahwa perubahan kadar estrogen selama masa perimenopause berkaitan dengan meningkatnya nyeri osteoartritis pada perempuan.
Penurunan hormon estrogen diduga memengaruhi respons peradangan sekaligus kesehatan tulang rawan sehingga berpotensi mempercepat kerusakan pada sendi.
Selain faktor hormonal, perbedaan anatomi tubuh wanita juga memengaruhi distribusi beban pada lutut. Struktur panggul dan pola gerak yang berbeda dapat meningkatkan tekanan pada sendi lutut dibandingkan pria.
Obesitas Ikut Meningkatkan Risiko
Faktor lain yang tak kalah penting adalah berat badan. National Health Service (NHS) menyebutkan bahwa obesitas meningkatkan tekanan pada sendi penopang berat badan, termasuk lutut.
Semakin besar berat badan seseorang, semakin besar pula beban yang harus ditanggung lutut saat berjalan, berdiri, atau menaiki tangga. Karena itu, menjaga berat badan ideal dapat membantu mengurangi tekanan pada sendi.
Selain obesitas, risiko osteoartritis juga meningkat seiring bertambahnya usia, riwayat cedera lutut, operasi sendi, serta aktivitas yang melibatkan gerakan berulang.
Gejala Pengapuran Lutut yang Perlu Diwaspadai
Wanita yang mengalami osteoartritis lutut umumnya merasakan nyeri saat berjalan atau menaiki tangga. Seiring perkembangan penyakit, keluhan dapat semakin mengganggu aktivitas sehari-hari.
Beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain:
- Nyeri saat berjalan atau menaiki tangga.
- Kekakuan lutut setelah beristirahat.
- Pembengkakan pada sendi.
- Bunyi berderak atau gesekan saat lutut digerakkan.
- Keterbatasan gerak pada lutut.
Cara Membantu Mengelola Gejala
Menurut NHS, aktivitas fisik yang dilakukan secara teratur dapat membantu mengelola gejala osteoartritis. Latihan yang sesuai juga berperan memperkuat otot di sekitar lutut sehingga membantu menjaga kemampuan bergerak.
Meski tidak dapat sepenuhnya mengembalikan kerusakan sendi yang telah terjadi, menjaga berat badan tetap sehat, rutin berolahraga, serta mengelola faktor risiko lainnya dapat membantu mengurangi tekanan pada lutut dan mempertahankan fungsi sendi lebih lama.







