• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home SELEB & GAYA HIDUP KESEHATAN

Cuaca Panas Bikin Gampang Marah? Psikolog Ungkap Penyebab dan Cara Mengendalikan Emosi

Redaksi Tangselxpress by Redaksi Tangselxpress
Oktober 16, 2026
in KESEHATAN, NEWS, SELEB & GAYA HIDUP
Reading Time: 3min read
Ancaman Kemarau Panjang 2026, DKI Siapkan Strategi Pangan dan Solusi Air Alternatif
254
SHARES
2.5k
VIEWS

TANGSELXPRESS– Cuaca panas bukan hanya menimbulkan rasa gerah dan ketidaknyamanan fisik, tetapi juga dapat memengaruhi suasana hati seseorang. Dalam kondisi tertentu, suhu yang tinggi bisa membuat seseorang lebih mudah tersinggung, gelisah, hingga kehilangan kesabaran.

Guru Besar Emeritus Fakultas Psikologi Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta, Prof. Koentjoro, menjelaskan perubahan emosi saat cuaca panas berkaitan dengan respons tubuh terhadap peningkatan suhu lingkungan.

Menurut Koentjoro, tubuh harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan suhu internal tetap stabil ketika menghadapi cuaca panas. Proses tersebut dapat menimbulkan berbagai respons fisik, seperti jantung berdebar, keringat berlebih, hingga dehidrasi ketika cairan tubuh tidak tercukupi.

“Jadi, kalau dampak dari panas itu mudah marah dan sebagainya itu iya, dan itu tidak mengada-ada. Yang pertama adalah misalnya alasan biologis, tubuh kita kepanasan,” ujar Koentjoro dikutip dari PRO 3 RRI.

Panas Bisa Mengganggu Tidur dan Memicu Stres

Selain respons biologis, Koentjoro menjelaskan bahwa cuaca panas dapat berkaitan dengan perubahan respons stres tubuh. Ia menyebut peningkatan hormon kortisol dan penurunan serotonin sebagai faktor yang dapat memengaruhi suasana hati.

BACA JUGA :  Atasi Lelah Mental dan Stress, Anak Muda di China Pilih Tinggal di Panti Jompo

Kondisi tersebut dapat membuat seseorang merasa lebih gelisah, tidak nyaman, dan mudah tersinggung. Meski demikian, respons setiap orang terhadap cuaca panas dapat berbeda-beda.

Suhu yang tinggi juga berpotensi mengganggu kualitas tidur. Ketika tubuh sulit beristirahat dengan nyaman, seseorang bisa mengalami kelelahan pada siang hari.

Kurang tidur dan kelelahan dapat mengurangi kemampuan seseorang dalam mengendalikan emosi. Akibatnya, persoalan kecil yang biasanya dapat dihadapi dengan tenang bisa terasa lebih mengganggu.

Faktor lingkungan turut memperburuk kondisi tersebut. Kemacetan, kebisingan, udara gerah, serta keringat berlebih dapat menambah ketidaknyamanan saat seseorang menjalani aktivitas sehari-hari.

Kombinasi berbagai faktor itu dapat membuat seseorang lebih mudah kehilangan kesabaran, terutama ketika menghadapi tekanan lain dalam kehidupan sehari-hari.

Anak Muda Juga Perlu Mewaspadai Perubahan Emosi

Koentjoro menilai anak muda termasuk kelompok yang perlu mendapat perhatian terkait perubahan emosi saat cuaca panas. Ia juga menyoroti orang dengan kondisi tertentu, seperti tekanan darah tinggi, yang menurutnya dapat lebih mudah mengalami perubahan suasana hati.

BACA JUGA :  Kemenkes Targetkan 53 Juta Siswa Ikut CKG: Terdapat 13 Jenis Pemeriksaan, Termasuk Kesehatan Mental

Meski demikian, mudah marah tidak selalu disebabkan oleh cuaca panas. Faktor kesehatan, tekanan psikologis, kurang tidur, dan situasi lingkungan juga perlu diperhatikan untuk memahami penyebab perubahan emosi seseorang.

Karena itu, masyarakat perlu mengenali kondisi tubuh dan suasana hati masing-masing, terutama ketika suhu lingkungan terasa semakin menyengat.

Terapkan Prinsip Neng, Ning, Nung, Nang untuk Mengendalikan Emosi

Untuk membantu mengendalikan emosi, Koentjoro mengingatkan masyarakat pada ajaran Tamansiswa, yakni neng, ning, nung, nang. Prinsip tersebut mengajarkan pentingnya berhenti sejenak, menjernihkan pikiran, dan mempertimbangkan tindakan sebelum mengambil keputusan.

“Kalau hawanya panas, kita disuruh neng, meneng atau diam. Kemudian dari situ kita disuruh untuk ning, wening atau menjernihkan pikiran,” kata Koentjoro.

Prinsip tersebut dapat diterapkan ketika seseorang mulai merasa gerah, kesal, atau terpancing emosi. Alih-alih langsung bereaksi, seseorang dapat mengambil jeda untuk menenangkan diri sebelum merespons situasi yang dihadapi.

BACA JUGA :  Psikolog Sebut Gosip Selebriti Jadi Hiburan dan Pelarian Emosional Masyarakat

Koentjoro juga menyarankan masyarakat mengurangi aktivitas fisik berlebihan ketika tubuh terasa panas. Aktivitas yang terlalu berat dapat meningkatkan produksi keringat dan menambah ketidaknyamanan tubuh.

Selain itu, menjaga kecukupan cairan, mencari tempat yang lebih sejuk, dan memberikan waktu bagi tubuh untuk beristirahat dapat membantu mengurangi tekanan fisik akibat cuaca panas.

Kelola Stres agar Emosi Tetap Stabil

Koentjoro menekankan bahwa pengelolaan stres merupakan salah satu hal penting dalam menjaga kestabilan emosi. Kemampuan menghadapi tekanan sehari-hari dapat membantu seseorang merespons situasi dengan lebih tenang.

Masyarakat juga perlu membedakan perubahan suasana hati akibat ketidaknyamanan fisik dengan persoalan emosional lain yang mungkin membutuhkan perhatian berbeda.

Jika perubahan emosi berlangsung terus-menerus, terasa berat, atau mengganggu aktivitas sehari-hari, mencari bantuan tenaga profesional dapat menjadi langkah yang tepat.

Dengan mengenali respons tubuh, menjaga istirahat, mencukupi kebutuhan cairan, dan memberi jeda sebelum bereaksi, masyarakat dapat mengurangi dampak ketidaknyamanan cuaca panas terhadap aktivitas dan hubungan dengan orang lain.

Tags: berita kesehatancara mengendalikan emosicuaca panas bikin marahdampak cuaca panashormon stres kortisolKesehatan Mentalkualitas tidurmudah marah saat cuaca panasneng ning nung nangpengaruh cuaca panas terhadap emosipenyebab mudah tersinggungProf Koentjoropsikologi cuaca panastips mengelola stres
Previous Post

Kemenkes: Bukan Cuma Ganggu Pernapasan, Kabut Asap Karhutla Juga Bisa Picu Stres dan Kecemasan

Next Post

Ledakan Ruko Pasar Cimanggis Tangsel, Korban Luka Bakar 82 Persen Diupayakan Dirujuk ke Rumah Sakit Khusus

Related Posts

Songsong 131 Tahun, BRI Usung Semangat Tumbuh Berkelanjutan, Memajukan Negeri
ADVERTORIAL

Songsong 131 Tahun, BRI Usung Semangat Tumbuh Berkelanjutan, Memajukan Negeri

Oktober 21, 2026
2.7k
RUPS Pengelola RSIA Family Pluit Disoal, Tiga Putusan MA dan Sinar Mas jadi Sorotan
HUKUM

RUPS Pengelola RSIA Family Pluit Disoal, Tiga Putusan MA dan Sinar Mas jadi Sorotan

Oktober 21, 2026
2.4k
Rekonstruksi Jembatan Merpati Raya Tangsel Ditunda, Penutupan Jalan 22 Oktober Batal
TANGERANG SELATAN

Rekonstruksi Jembatan Merpati Raya Tangsel Ditunda, Penutupan Jalan 22 Oktober Batal

Oktober 21, 2026
2.5k
KUR BRI Buka Jalan Rezeki Lintas Generasi melalui Sepiring Ketoprak di Bengkulu Selatan
ADVERTORIAL

KUR BRI Buka Jalan Rezeki Lintas Generasi melalui Sepiring Ketoprak di Bengkulu Selatan

Oktober 21, 2026
2.4k
BRI dan Pemerintah Gerakkan Investasi Global dan Berdayakan Ekonomi Lokal dari Level Korporasi hingga UMKM
ADVERTORIAL

BRI dan Pemerintah Gerakkan Investasi Global dan Berdayakan Ekonomi Lokal dari Level Korporasi hingga UMKM

Oktober 21, 2026
2.4k
Film Hamka Awal Mula Vol. 3 Tayang 19 November 2026, Vino G. Bastian Kembali Jadi Buya Hamka
FILM & MUSIK

Film Hamka Awal Mula Vol. 3 Tayang 19 November 2026, Vino G. Bastian Kembali Jadi Buya Hamka

Oktober 21, 2026
2.4k
Next Post
Ledakan Ruko Pasar Cimanggis Tangsel, Korban Luka Bakar 82 Persen Diupayakan Dirujuk ke Rumah Sakit Khusus

Ledakan Ruko Pasar Cimanggis Tangsel, Korban Luka Bakar 82 Persen Diupayakan Dirujuk ke Rumah Sakit Khusus

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com