TANGSELXPRESS – Berapa lama makanan matang aman dikonsumsi menjadi hal penting yang perlu diketahui untuk mencegah risiko keracunan makanan. Makanan yang dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang dapat menjadi tidak aman, meskipun aroma, warna, dan rasanya belum menunjukkan perubahan.
Mengacu pada panduan United States Department of Agriculture (USDA), makanan yang mudah rusak sebaiknya tidak dibiarkan pada suhu ruang lebih dari dua jam. Jika suhu lingkungan mencapai lebih dari 32 derajat Celsius, batas waktunya menjadi satu jam.
Selain itu, makanan matang yang disimpan dengan benar di lemari es umumnya dapat dikonsumsi dalam waktu tiga hingga empat hari. Suhu lemari es perlu dijaga pada 4,4 derajat Celsius atau lebih rendah agar pertumbuhan bakteri dapat diperlambat.
Durasi Penyimpanan Makanan Matang
Mengutip laman USDA Food Safety and Inspection Service (FSIS), makanan sisa yang telah dimasak dapat disimpan di lemari es selama tiga hingga empat hari apabila ditangani dan disimpan dengan benar.
Namun, makanan tidak boleh terlalu lama dibiarkan pada suhu ruang sebelum dimasukkan ke lemari es. USDA menyarankan makanan yang mudah rusak segera didinginkan, paling lambat dua jam setelah dimasak atau setelah dikeluarkan dari alat yang menjaganya tetap panas.
Apabila suhu lingkungan lebih dari 32 derajat Celsius, makanan sebaiknya tidak dibiarkan pada suhu ruang lebih dari satu jam.
Jika batas waktu tersebut terlampaui, makanan sebaiknya dibuang untuk menghindari risiko penyakit akibat pangan. Pasalnya, makanan yang sudah tidak aman dikonsumsi belum tentu menunjukkan perubahan fisik yang mudah dikenali.
Mengapa Makanan Matang Tidak Boleh Terlalu Lama di Suhu Ruang?
Masyarakat perlu memahami zona suhu berbahaya atau danger zone, yaitu rentang suhu yang memungkinkan bakteri berkembang biak dengan cepat pada makanan.
Menurut panduan USDA, zona tersebut berada pada kisaran 40–140 derajat Fahrenheit atau sekitar 4,4–60 derajat Celsius. Sementara itu, Balai POM Tasikmalaya menjelaskan zona suhu pangan yang mendukung pertumbuhan bakteri berada pada kisaran sekitar 5–60 derajat Celsius.
Kondisi tersebut membuat makanan matang perlu segera ditangani setelah proses memasak selesai. Semakin lama makanan berada pada suhu yang mendukung pertumbuhan bakteri, semakin besar risiko keamanan pangan yang perlu diwaspadai.
Masalahnya, aroma, warna, dan rasa tidak dapat dijadikan patokan utama untuk menentukan apakah makanan masih aman dikonsumsi. Makanan yang terlihat normal pun dapat mengandung bakteri berbahaya.
Karena itu, keamanan makanan perlu dinilai berdasarkan waktu dan suhu penyimpanan, bukan hanya tampilan fisiknya.
4 Tips Menyimpan Makanan Matang agar Tetap Aman
Berikut empat langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga makanan matang tetap aman dikonsumsi.
1. Segera Simpan di Lemari Es
Makanan matang yang mudah rusak sebaiknya segera dimasukkan ke lemari es, paling lambat dua jam setelah dimasak.
Jika suhu lingkungan lebih dari 32 derajat Celsius, batas waktunya menjadi satu jam. Jangan membiarkan makanan terlalu lama berada pada suhu ruang sebelum menyimpannya.
2. Gunakan Wadah Dangkal
Makanan dalam jumlah besar sebaiknya dibagi ke dalam beberapa wadah dangkal. Cara ini membantu makanan mendingin lebih cepat dibandingkan menyimpannya dalam satu panci besar.
Pendinginan yang lebih cepat membantu makanan mencapai suhu penyimpanan yang sesuai.
3. Simpan dalam Wadah Tertutup
Tempatkan makanan sisa dalam wadah bersih yang tertutup atau bungkus dengan baik sebelum memasukkannya ke lemari es.
Pastikan suhu lemari es berada pada 4,4 derajat Celsius atau lebih rendah. Suhu yang tepat membantu memperlambat pertumbuhan bakteri, tetapi tidak membuat makanan bertahan tanpa batas waktu.
4. Habiskan dalam 3–4 Hari
Makanan matang yang disimpan dengan benar di lemari es umumnya dapat dikonsumsi dalam waktu tiga hingga empat hari.
Jika makanan tidak akan dihabiskan dalam jangka waktu tersebut, pembekuan dapat menjadi pilihan untuk penyimpanan lebih lama. Meski demikian, kualitas, rasa, dan tekstur makanan dapat menurun seiring waktu.
Suhu Aman untuk Memanaskan Kembali Makanan
Makanan sisa yang akan dikonsumsi kembali perlu dipanaskan hingga mencapai suhu internal 165 derajat Fahrenheit atau sekitar 74 derajat Celsius.
USDA menyarankan penggunaan termometer makanan untuk memastikan bagian dalam makanan telah mencapai suhu tersebut.
Jika menggunakan microwave, makanan perlu dipanaskan secara merata. Aduk atau putar makanan bila memungkinkan agar tidak ada bagian yang masih terlalu dingin.
Perlu diingat, pemanasan kembali bukan jaminan bahwa makanan yang telah disimpan secara tidak tepat akan kembali aman dikonsumsi. Karena itu, makanan yang sudah terlalu lama berada pada suhu ruang sebaiknya tidak diselamatkan hanya dengan memanaskannya kembali.
Jangan Hanya Mengandalkan Aroma dan Warna
Salah satu hal penting dalam menjaga keamanan pangan adalah memahami bahwa kondisi fisik makanan tidak selalu mencerminkan tingkat keamanannya.
Makanan yang sudah tidak aman dikonsumsi belum tentu mengalami perubahan aroma, warna, maupun rasa yang jelas. Karena itu, mencicipi makanan untuk memeriksa keamanannya bukanlah cara yang dianjurkan.
Masyarakat perlu memperhatikan berapa lama makanan berada pada suhu ruang, bagaimana cara penyimpanannya, serta apakah suhu lemari es terjaga dengan baik.
Sebagai panduan, makanan matang yang mudah rusak sebaiknya tidak dibiarkan pada suhu ruang lebih dari dua jam, atau satu jam jika suhu lingkungan melebihi 32 derajat Celsius. Setelah disimpan dengan benar di lemari es bersuhu 4,4 derajat Celsius atau lebih rendah, makanan sisa umumnya dapat dikonsumsi dalam tiga hingga empat hari.
Sementara itu, makanan sisa yang akan dikonsumsi kembali perlu dipanaskan hingga suhu internal sekitar 74 derajat Celsius.
Dengan memperhatikan batas waktu, suhu penyimpanan, dan proses pemanasan kembali, risiko mengonsumsi makanan yang tidak aman dapat dikurangi.







