• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home DUNIA KAMPUS

Menghadapi Tantangan Pendidikan di Abad 21

Redaksi Tangselxpress by Redaksi Tangselxpress
Agustus 1, 2023
in DUNIA KAMPUS
Reading Time: 3min read
Pentingnya Pendidikan di Era Saat Ini
86
SHARES
191
VIEWS

PADA abad ke-21, umat manusia menghadapi kesulitan yang berat di tingkat sosial, ekonomi, dan pribadi. Secara sosial, kita sedang berjuang dengan keserakahan yang dimanifestasikan dalam ketidakstabilan keuangan, perubahan iklim, dan invasi privasi pribadi, dan dengan intoleransi yang dimanifestasikan dalam fundamentalisme agama, krisis rasial, dan politik.

Secara ekonomi, globalisasi dan inovasi dengan cepat mengubah paradigma bisnis. Pada tingkat pribadi, kita berjuang dengan memenuhi kesempatan kerja dan mencapai kebahagiaan.

Pertumbuhan eksponensial teknologi dengan cepat menambah masalah melalui otomatisasi dan offshoring, yang menghasilkan gangguan sosial. Kemajuan pendidikan berada di belakang kurva kemajuan teknologi, seperti yang terjadi selama Revolusi Industri, mengakibatkan rasa sakit sosial.

Saat ini objek penelitian tentang tenaga-tenaga manusia yang tergantikan robot mungkin memang ada seperti di Jepang dan Amerika Serikat, tetapi kita perlu waspada, sebab ini adalah gejala global dan menyatu dengan pasokan teknologi yang akan berdampak pada penciptaan lapangan pekerjaan dan tentu saja berikutnya akan berhubungan dengan dunia pendidikan.

Jika kita tidak menyiapkan diri dengan baik, Indonesia kelak akan terkena imbasnya. Apalagi adopsi teknologi kini semakin cepat.

Fenomena sosial dan perkembangan ilmu pengetahuan sejalan dengan geraknya waktu semakin berkembang, era digitalisasi mulai merambah kepada masyarakat dunia sehingga keberadaan organisasi untuk menghadapi masa ini perlu terus beradaptasi guna menciptakan efektivitas dan efisiensi kinerja organisasi.

Dalam lingkungan makro, Dunia kini tengah mengalami guncangan besar, sebagaimana yang diilustrasikan dengan baik oleh Fukuyama bahwa saat ini kita memasuki era disrupsi (gangguan), yakni disrupsi pada tatanan sosial yang disebabkan oleh oleh kemajuan teknologi. (Fukuyama, 1999, hal. 17).

BACA JUGA :  Cara Kreatif Mahasiswa Universitas Pamulang Kenalkan Kewirausahaan Sosial kepada Anak Panti

Era disrupsi ini juga bisa ditandai dengan VUCA, yakni singkatan dari Volatility, Uncertainty, Complexity, and Ambiguity. VUCA yang dimaksud disini menurut Nandram dan Bindlish adalah Volatility: changes occur in a high speed; Uncertainty: deterministic models that were appropriate for giving solutions do not work; Complexity: the access to the global world has made it easy to connect to every part of the world, yet it has become very complex; Ambiguity: there are several views to give meaning to things that happen around us. (Puneet & Sharda, 2017, hal. 3).

Pendidikan abad 21 memberikan pendekatan holistik untuk mendesain ulang kurikulum secara mendalam, dengan menawarkan kerangka kerja yang lengkap di empat dimensi pendidikan: pengetahuan, keterampilan, karakter, dan metakognisi. Pengetahuan harus mencapai keseimbangan yang lebih baik antara subjek tradisional dan modern, serta antar disiplin ilmu. Keterampilan berhubungan dengan penggunaan pengetahuan, dan terlibat dalam lingkaran umpan balik dengan pengetahuan. Kualitas karakter menggambarkan bagaimana seseorang terlibat dan berperilaku.

Adapun metakognisi menumbuhkan proses regulasi diri dan belajar bagaimana cara belajar dalam menguasai pemenuhan pengetahuan, keterampilan dan karakter. Jadi, kunci agar mampu berpengetahuan, berketerampilan dan berkarakter adalah metakognisi.

Menghadapi tantangan abad ke-21 tentu membutuhkan upaya yang disengaja untuk memupuk pertumbuhan pribadi peserta didik dan kemampuan untuk memenuhi tanggung jawab sosial dan masyarakat sebagai warga dunia. (Bialik, Michael, Charles, Fadel, & Horvathova, 2015, hal. 1).

BACA JUGA :  Dari WhatsApp ke Website: Inovasi Sistem Informasi Kegiatan Karang Taruna RW 026 Dasana Indah

Menghadapi abad 21 proses pembelajaran bermakna seharusnya dimulai dengan pemecahan masalah dan berpikir tingkat tinggi yang berorientasi pada peserta didik dengan menggunakan sistem dan sumber belajar dalam arti luas, sehingga pendidik dan peserta didik keduanya bersamaan aktif dalam proses pembelajaran sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. (Arief, 2017, hal. iii).

Karena orientasi belajar haruslah mengarah atau melatih cara berpikir yang benar bagi peserta didik dan agar peserta didik dapat berpikir yang benar perlu untuk dilatih, maka pendidik harus berusaha memastikan bahwa peserta didik berpikir dalam kegiatan pembelajaran, hal ini berguna agar ke depannya peserta didik tidak selalu ber-taqlid dalam hidup.

Terlebih saat ini iklim lingkungan kehidupan yang kurang sehat, seperti maraknya tayangan pornografi; penyalahgunaan alat kontrasepsi, minuman keras, dan obat-obatan terlarang/narkoba yang tak terkontrol, ketidakharmonisan dalam kehidupan keluarga; dan dekadensi moral orang dewasa sangat mempengaruhi pola perilaku atau gaya hidup siswa (terutama pada usia remaja) yang cenderung menyimpang dari kaidah-kaidah moral (akhlak yang mulia), seperti pelanggaran tata tertib sekolah, tawuran, meminum minuman keras, menjadi pecandu narkoba, kriminalitas, dan pergaulan bebas (free sex) yang menjadi salah satu tantangan di era globalisasi ini yang harus dicari solusinya bersama.(Republika.co.id, 2019).

BACA JUGA :  Ijazah Tertahan di SMKN 2 Kota Tangsel, Gumelar Tak Dapat Bekerja

Di sekolah kenakalan siswa menjadi tanggungjawab sekolah, untuk itu sekolah perlu melakukan pembinaan moral, penanaman nilai-nilai dan pembentukan sikap dalam setiap kegiatan pembelajaran, agar setiap tindakan dan perbuatan siswa sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat, dengan banyaknya waktu luang yang dimiliki siswa biasanya itulah kesempatan siswa melakukan perbuatan yang dianggapnya bisa menarik lingkungan sekitarnya walaupun tindakan tersebut dapat menimbulkan efek negatif. (Rohmad, 2004, hal. 24), karena sekolah itu mempunyai lima macam fungsi yang relevan di abad 21 ini, yaitu:
– Melakukan transmisi kebudayaan;
– Melakukan pembentukan pribadi murid;
– Melakukan integrasi sosial masyarakat;
– Melakukan inovasi sosial;
– Melakukan pra-seleksi dan pra-alokasi tenaga kerja serta mengajarkan murid berbagai macam peranan sosial.

Dengan demikian, dalam rangka menghadapi tantangan di abad 21 ini, peserta didik perlu mempelajari materi pelajaran yang berisi pengetahuan dan keterampilan yang dapat diterapkan dalam sebuah situasi yang nyata.

Peserta didik juga perlu mengetahui kegunaan dari pengetahuan dan keterampilan yang tengah dipelajarinya, implikasinya maka peserta didik akan memiliki motivasi yang tinggi untuk mencapai tujuan pembelajaran. Oleh karena itu, aktifitas pembelajaran perlu direncanakan agar siswa dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang dipelajari dalam “setting” yang realistik, sesuai dengan zamannya.

Penulis:

Rahma Karunia
Mahasiswi Semester 6 Manajemen S1 Universitas Pamulang

Tulisan ini dibuat dalam rangka tugas kuliah.

Tags: Opini mahasiswaRuang UnpamTangerang Selatanuniversitas pamulangunpam
Previous Post

Media Sosial Sebagai Peluang Bisnis Ibu Rumah Tangga

Next Post

Memanfaatkan Media Sosial Untuk Meningkatkan Bisnis Matcha

Related Posts

Bukan Tidak Pintar, Cuma Takut Bicara: Ketika Pengetahuan Tidak Sejalan dengan Kepercayaan Diri
DUNIA KAMPUS

Public Speaking sebagai Kunci Meningkatkan Kepercayaan Diri dan Prestasi Mahasiswa

Oktober 21, 2026
2.3k
Banyak Views, Sedikit Respons: Apakah Cara Berbicara Menentukan Keberhasilan Public Speaking di Era Digital?
DUNIA KAMPUS

Banyak Views, Sedikit Respons: Apakah Cara Berbicara Menentukan Keberhasilan Public Speaking di Era Digital?

Oktober 21, 2026
2.4k
Kekurangan atau Kelebihan Karyawan? Pentingnya Perencanaan SDM yang Tepat
DUNIA KAMPUS

Kekurangan atau Kelebihan Karyawan? Pentingnya Perencanaan SDM yang Tepat

Oktober 21, 2026
2.4k
Public Speaking: Kunci Meningkatkan Kepercayaan Diri dan Kemampuan Berkomunikasi
DUNIA KAMPUS

Public Speaking: Kunci Meningkatkan Kepercayaan Diri dan Kemampuan Berkomunikasi

Oktober 21, 2026
2.4k
Tinggal Scan, Uang Berkurang: Apakah Kemudahan Pembayaran Digital Membuat Kita Lebih Boros?
DUNIA KAMPUS

Tinggal Scan, Uang Berkurang: Apakah Kemudahan Pembayaran Digital Membuat Kita Lebih Boros?

Oktober 21, 2026
2.4k
Cicilan Murah, Masa Depan Mahal: Paylater dan Literasi Keuangan Anak Muda
DUNIA KAMPUS

Cicilan Murah, Masa Depan Mahal: Paylater dan Literasi Keuangan Anak Muda

Oktober 21, 2026
2.1k
Next Post
Memanfaatkan Media Sosial Untuk Meningkatkan Bisnis Matcha

Memanfaatkan Media Sosial Untuk Meningkatkan Bisnis Matcha

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com