JAKARTA – Majelis Komunikasi Alumni Babakan (Makom Albab) DKI Jakarta mencanangkan reorientasi organisasi melalui penguatan tata kelola berbasis digital dan sinergi lintas sektoral. Langkah strategis ini mengemuka dalam Musyawarah Cabang (Muscab) II yang menetapkan Jakariya sebagai Ketua Makom Albab DKI Jakarta periode 2026-2031 di Aula Jayakarta, Jakarta, Sabtu (2/5/2026).
Transformasi organisasi menjadi isu sentral dalam suksesi kepemimpinan kali ini. Jakariya, yang terpilih dengan raihan 47,1 persen suara, mengusung agenda besar untuk menjadikan organisasi alumni sebagai wadah yang lebih adaptif dan kontributif terhadap tantangan masyarakat urban di Jakarta.
Fokus utama kepengurusan mendatang adalah pembangunan database anggota yang terintegrasi. Digitalisasi dinilai sebagai kebutuhan mendesak untuk memetakan sebaran dan kompetensi alumni Pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon yang berkiprah di Jakarta, mulai dari sektor birokrasi, akademisi, hingga kepolisian.
“Semangat kolektif ini harus diterjemahkan ke dalam program kerja yang terukur. Digitalisasi organisasi dan pemberdayaan potensi alumni menjadi basis utama kami dalam meningkatkan relevansi peran di tengah masyarakat,” ujar Jakariya usai ditetapkan oleh Tim Formatur.
Forum ini juga merumuskan sejumlah rekomendasi strategis, termasuk pembentukan koordinator wilayah untuk memperpendek rentang kendali koordinasi serta penguatan kolaborasi lintas generasi guna menjaga keberlangsungan kaderisasi.
Sejalan dengan misi penguatan nilai, Muscab II dirangkaikan dengan Halaqah Santri yang menghadirkan narasumber otoritatif seperti Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag RI, Prof. Waryono Abdul Ghafur, dan tokoh ulama perempuan, Nyai Hj. Masriyah Amva. Diskusi tersebut menegaskan pentingnya alumni pesantren menjadi katalisator pemberdayaan ekonomi umat, khususnya melalui instrumen zakat dan wakaf.
Kehadiran jajaran masyayikh dan sesepuh, di antaranya Dr. KH. Wawan Syairozi dan Dr. KH. Zakky Mubarak, memperkuat legitimasi organisasi dalam mengawal transisi kepemimpinan ini. Sebagai implementasi nyata dari nilai kepedulian, organisasi juga menyalurkan santunan kepada puluhan anak yatim dan dhuafa di lingkungan sekitar.
Dengan nakhoda baru dan mandat transformasi yang kuat, Makom Albab DKI Jakarta diproyeksikan tidak hanya sekadar menjadi ruang silaturahmi, tetapi bertransformasi menjadi organisasi profesional yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan sumber daya manusia di Jakarta.(*)







