JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengalokasikan anggaran sebesar Rp253,6 miliar untuk membiayai program sekolah swasta gratis di Jakarta. Kebijakan ini menjadi langkah konkret pemerintah daerah dalam memperluas akses pendidikan, khususnya bagi masyarakat dari keluarga kurang mampu.
Pramono Anung menegaskan, program tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memastikan setiap anak di Jakarta tetap memiliki kesempatan mendapatkan pendidikan yang layak tanpa terkendala biaya.
“Jakarta secara sungguh-sungguh mulai mengalokasikan anggaran untuk sekolah swasta gratis,” kata Pramono dalam keterangan resminya, Sabtu, 25 April.
Menurutnya, kebijakan ini diharapkan bisa menjadi solusi untuk memutus rantai keterbatasan ekonomi yang selama ini menjadi hambatan dalam dunia pendidikan.
“Semoga apa yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta dapat memutus rantai ketidakberuntungan dalam keluarga kurang mampu,” ujarnya.
Program sekolah swasta gratis ini dijalankan berdasarkan Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 312 Tahun 2025, dengan total 103 sekolah swasta yang masuk dalam skema pembiayaan.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 40 sekolah swasta yang sudah lebih dulu tergabung sebagai penerima lanjutan akan mendapatkan dukungan dana penuh selama 12 bulan, terhitung mulai Januari hingga Desember 2026.
Sementara itu, 63 sekolah swasta lainnya yang baru bergabung sebagai penerima manfaat akan menerima pendanaan selama enam bulan, yakni mulai Juli hingga Desember 2026.
Program ini mencakup berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, SMA/SMK, hingga SLB yang tersebar di lima wilayah administrasi Jakarta.
Selain program sekolah gratis, Pemprov DKI memastikan bantuan pendidikan lain tetap berjalan, seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP), Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), hingga program pemutihan ijazah.
Pramono pun menyampaikan apresiasi kepada sekolah-sekolah penerima program serta masyarakat yang akan merasakan manfaat kebijakan tersebut.
“Kami berharap berbagai kebijakan ini menjadi pijakan awal lahirnya generasi Jakarta yang lebih maju melalui akses pendidikan yang inklusif, tuntas, dan berkualitas,” tutupnya.







