BEKASI – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan belasungkawa atas jatuhnya korban jiwa dan luka-luka dalam kecelakaan kereta api di kawasan Stasiun Bekasi Timur. Kepala negara menegaskan pemerintah akan segera melakukan investigasi untuk mengungkap penyebab insiden tersebut.
“Kita semua prihatin, kaget dengan kecelakaan yang terjadi. Saya ucapkan belasungkawa, atas nama pribadi, atas nama pemerintah. Kita segera akan mengadakan investigasi, kejadiannya bagaimana, secara garis besar,” ujar Prabowo usai menjenguk korban di RSUD dr Chasbullah Abdulmadjid, Selasa 28 April.
Prabowo juga menyoroti banyaknya perlintasan kereta api yang belum memiliki penjagaan memadai. Menurutnya, kondisi tersebut perlu segera dibenahi untuk mencegah kejadian serupa.
Ia mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Bekasi telah mengusulkan pembangunan flyover, dan usulan tersebut telah disetujui untuk dipercepat pembangunannya melalui bantuan presiden.
“Bekasi padat ya, dan keperluan kereta api itu sangat penting, sangat mendesak. Jadi saya sudah setujui segera dibangun flyover langsung oleh bantuan presiden,” tegasnya.
Sebelum memberikan pernyataan, Prabowo lebih dulu mengunjungi para korban yang dirawat di RSUD Kota Bekasi. Ia tiba sekitar pukul 08.40 WIB didampingi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Saat ini, sekitar 50 korban dirawat di RSUD Kota Bekasi, sementara korban lainnya tersebar di sejumlah rumah sakit lain seperti RS Primaya Bekasi, RS Bella Bekasi, dan RS Mitra Keluarga Bekasi.
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin, mengungkapkan hingga kini jumlah korban meninggal dunia tercatat tujuh orang, sementara 81 lainnya mengalami luka-luka. Tiga korban lainnya masih dalam proses evakuasi karena terjepit di dalam rangkaian KRL.
Bobby menambahkan seluruh korban luka telah dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis di sembilan rumah sakit di wilayah Bekasi.
Sebagai langkah tanggap darurat, PT KAI juga telah mendirikan posko di area Stasiun Bekasi Timur untuk mengoordinasikan penanganan korban, memberikan informasi kepada keluarga penumpang, serta mendukung proses evakuasi dan pemulihan operasional perjalanan kereta.






