• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Kamis, 22 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home SELEB & GAYA HIDUP KESEHATAN

Detoks Digital Jadi Kunci Lawan Stres, Pakar Ungkap Bahaya Kecanduan Ponsel

Irina Jusuf by Irina Jusuf
April 14, 2026
in KESEHATAN, NEWS
Reading Time: 2min read
Detoks Digital Jadi Kunci Lawan Stres, Pakar Ungkap Bahaya Kecanduan Ponsel
270
SHARES
2.3k
VIEWS

TANGERANG SELATAN – Detoks digital kini semakin mendapat perhatian di tengah gaya hidup modern yang tak lepas dari layar ponsel. Banyak orang mulai menyadari pentingnya membatasi penggunaan perangkat demi menjaga kesehatan mental dan fisik, terutama ketika aktivitas digital justru memicu stres dan kelelahan.

Penggunaan ponsel berlebihan diketahui dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, mulai dari gangguan fisik hingga penurunan kondisi mental. Salah satu kebiasaan yang kerap terjadi adalah doomscrolling, yakni aktivitas tanpa sadar terus-menerus mengonsumsi berita negatif.

Asisten profesor psikiatri di Icahn School of Medicine at Mount Sinai, Naomi Dambreville, menjelaskan bahwa kebiasaan ini dapat menjebak seseorang dalam siklus emosi yang tidak sehat.

“Ini memengaruhi perhatian, suasana hati, harga diri, dan bisa memicu iritabilitas, kecemasan, atau kemarahan,” ujarnya.

BACA JUGA :  Naik Kereta Api Cuma Bayar 80 Persen, KAI Gelar Promo HUT ke-80

Ia menambahkan, banyak orang awalnya membuka ponsel untuk mencari informasi, tetapi justru berakhir dengan perasaan yang lebih buruk.

“Kita mengambil ponsel untuk mencari update, tapi justru terpapar informasi traumatis atau menyedihkan secara real-time,” lanjutnya.

Fenomena ini diperparah oleh tingginya intensitas penggunaan ponsel. Data menunjukkan hampir setengah masyarakat mengalami ketergantungan, dengan frekuensi pengecekan yang sangat tinggi setiap harinya.

Menurut Naomi, kecanduan tidak selalu berkaitan dengan zat, tetapi juga bisa berupa perilaku.

“Kecanduan ponsel ditandai dengan penggunaan yang kompulsif dan berlebihan, serta merasa kehilangan kendali atau gelisah saat jauh dari ponsel. Jika Anda merasa seperti ‘sakau’ saat tidak online atau takut ketinggalan sesuatu, mungkin itu tanda ada masalah,” jelasnya.

BACA JUGA :  8 Cara Menjaga Kesehatan Mental, Kebiasaan Sederhana Ini Bisa Bantu Kelola Stres

Beberapa tanda ketergantungan antara lain sulit lepas dari ponsel, terus merespons notifikasi, hingga mengalami FOMO. Dampak fisik seperti sakit kepala, gangguan tidur, mata lelah, serta nyeri pada tangan juga kerap muncul akibat penggunaan berlebihan.

Sebagai solusi, detoks digital menjadi langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi paparan layar. Studi tahun 2024 menunjukkan bahwa pengurangan penggunaan ponsel secara aktif dapat meningkatkan fokus, kontrol diri, kemampuan mengambil keputusan, hingga keterampilan sosial.

Namun, detoks digital tidak harus dilakukan secara ekstrem. “Kamu bisa menentukan sendiri bentuk detoks yang sesuai,” kata Naomi.

Langkah awal yang bisa dilakukan adalah memantau durasi penggunaan perangkat untuk memahami pola kebiasaan. Selain itu, membuat batasan penggunaan, seperti membatasi waktu media sosial atau menutup aplikasi setelah durasi tertentu, juga efektif.

BACA JUGA :  Perlu Kamu Tahu, Ini 7 Ciri-Ciri Pasangan Minta Putus Hubungan

Mengganti kebiasaan lama dengan aktivitas baru seperti membaca, berolahraga, atau berinteraksi langsung dengan orang lain juga sangat dianjurkan.

“Otak kita menyukai kestabilan, jadi tidak selalu merespons perubahan dengan baik meskipun itu baik untuk kita,” jelasnya.

Meski demikian, proses detoks tidak selalu mudah. Rasa bosan, dorongan untuk kembali menggunakan ponsel, hingga perasaan kesepian bisa muncul selama proses berlangsung. “Kebosanan adalah konsekuensi yang paling umum dan sering kali paling sulit dihadapi,” tambahnya.

Dengan komitmen dan langkah yang tepat, detoks digital dapat membantu menciptakan keseimbangan yang lebih sehat antara kehidupan online dan offline.

Tags: Dampak buruk sosial mediaKesehatan MentalMental Health
Previous Post

Jadwal SIM Keliling Tangsel 14 April 2026: Lokasi di ITC BSD dan Bintaro Plaza

Next Post

Harga Emas Antam Hari Ini, Melesat Naik hingga Rp45 Ribu per Gram

Related Posts

Hari Santri 2026, Pilar Saga Dorong Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas
TANGERANG SELATAN

Hari Santri 2026, Pilar Saga Dorong Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas

Oktober 22, 2026
2.3k
Beredar Surat Transaksi Eka Hospital Tahun 2022, Patut Diduga Berkaitan dengan Upaya Menggeser Pemegang Saham Minoritas
HUKUM

Beredar Surat Transaksi Eka Hospital Tahun 2022, Patut Diduga Berkaitan dengan Upaya Menggeser Pemegang Saham Minoritas

Oktober 22, 2026
2.4k
Optimistis pada Prospek Pertumbuhan Jangka Panjang, BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 Triliun
ADVERTORIAL

Optimistis pada Prospek Pertumbuhan Jangka Panjang, BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 Triliun

Oktober 22, 2026
2.4k
Bali Tech Week 2026 Hadirkan 900 Pertemuan Bisnis, Tangsel Soroti Kolaborasi Digital
TANGERANG SELATAN

Bali Tech Week 2026 Hadirkan 900 Pertemuan Bisnis, Tangsel Soroti Kolaborasi Digital

Oktober 22, 2026
2.4k
Lindungi Pantai Utara Jawa dari Abrasi, BRI Tanam 30 Ribu Bibit Mangrove dan Manfaatkan Sampah Jadi Pemecah Ombak Melalui Program BRI Peduli
ADVERTORIAL

Lindungi Pantai Utara Jawa dari Abrasi, BRI Tanam 30 Ribu Bibit Mangrove dan Manfaatkan Sampah Jadi Pemecah Ombak Melalui Program BRI Peduli

Oktober 22, 2026
2.4k
Tangsel Diwaspadai Jadi Kota Transit TPPO, Pemkot Perkuat Pengawasan RT/RW
TANGERANG SELATAN

Tangsel Diwaspadai Jadi Kota Transit TPPO, Pemkot Perkuat Pengawasan RT/RW

Oktober 22, 2026
2.4k
Next Post
Harga Emas Antam Hari Ini, Melesat Naik hingga Rp45 Ribu per Gram

Harga Emas Antam Hari Ini, Melesat Naik hingga Rp45 Ribu per Gram

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com