• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Rabu, 4 November, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home SELEB & GAYA HIDUP KESEHATAN

Hari Stroke Sedunia 29 Oktober: Kenali 6 Gejala Stroke, Jangan Sampai Terlambat!

Redaksi Tangselxpress by Redaksi Tangselxpress
Oktober 29, 2026
in KESEHATAN, NEWS, SELEB & GAYA HIDUP
Reading Time: 3min read
Kenali Gejala Stroke dengan “SeGeRa Ke RS”
234
SHARES
2.4k
VIEWS

TANGSELXPRESS– Stroke masih menjadi ancaman kesehatan yang perlu diwaspadai masyarakat, termasuk kelompok usia muda. Peringatan Hari Stroke Sedunia setiap 29 Oktober menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran mengenai faktor risiko, gejala awal, dan pentingnya penanganan medis secepat mungkin.

Stroke merupakan kondisi darurat medis yang terjadi ketika aliran darah ke otak terganggu akibat penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah. Kondisi ini menyebabkan sel-sel otak kekurangan oksigen dan dapat mengalami kerusakan hingga kematian apabila tidak segera ditangani.

Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi stroke nasional mencapai 8,3 kasus per 1.000 penduduk berusia 15 tahun ke atas. Data Kementerian Kesehatan tersebut menunjukkan bahwa stroke masih menjadi persoalan kesehatan yang membutuhkan perhatian serius, terutama dalam upaya pencegahan dan deteksi dini.

Faktor Risiko Stroke pada Usia Muda

Stroke kerap dikaitkan dengan kelompok lanjut usia. Namun, penyakit ini dapat terjadi pada siapa saja, termasuk orang yang masih berusia muda.

Sejumlah faktor kesehatan yang dapat meningkatkan risiko stroke antara lain tekanan darah tinggi atau hipertensi, kolesterol tinggi, diabetes, obesitas, dan penyakit jantung. Riwayat keluarga serta kondisi medis tertentu juga dapat berperan dalam meningkatkan risiko pada sebagian orang.

BACA JUGA :  Ada Tabung 'Whip Pink' di Apartemen Lula Lahfah, Kemenkes Ungkap Bahaya N20

Selain kondisi medis, gaya hidup turut memengaruhi risiko stroke. Kebiasaan merokok, kurangnya aktivitas fisik, pola makan tidak seimbang, serta konsumsi garam berlebihan dapat berkontribusi terhadap faktor risiko yang bisa dikendalikan.

Pemeriksaan kesehatan secara berkala penting dilakukan untuk mendeteksi tekanan darah tinggi, gangguan gula darah, dan kadar kolesterol yang terkadang tidak menimbulkan gejala pada tahap awal.

Kenali Gejala Stroke dengan Prinsip SeGeRa Ke RS

Gejala stroke umumnya muncul secara mendadak dan dapat memengaruhi kemampuan bergerak, berbicara, melihat, maupun menjaga keseimbangan tubuh.

Kementerian Kesehatan memperkenalkan pengingat “SeGeRa Ke RS” untuk membantu masyarakat mengenali tanda-tanda stroke dan segera mencari pertolongan medis. Gejala yang perlu diwaspadai meliputi:

  • Senyum tidak simetris: salah satu sisi wajah tampak turun.
  • Gerak melemah mendadak: tangan atau kaki pada satu sisi tubuh tiba-tiba melemah.
  • Bicara pelo: kesulitan berbicara, mengucapkan kata-kata, atau memahami pembicaraan.
  • Kebas: mati rasa atau kebas yang muncul mendadak, terutama pada satu sisi tubuh.
  • Rabun: gangguan penglihatan yang muncul tiba-tiba.
  • Sakit kepala atau gangguan keseimbangan: sakit kepala hebat mendadak, pusing, atau kesulitan berjalan dan menjaga keseimbangan.
BACA JUGA :  Pahami Penularan dan Gejala Omicron XBB

Apabila satu atau beberapa gejala tersebut muncul secara tiba-tiba, jangan menunggu hingga kondisi membaik dengan sendirinya. Segera cari pertolongan medis dan bawa penderita ke rumah sakit yang mampu menangani stroke.

Waktu munculnya gejala atau waktu terakhir penderita diketahui dalam kondisi normal juga perlu dicatat. Informasi ini dapat membantu dokter menentukan pilihan penanganan yang sesuai.

Mengapa Penanganan Stroke Tidak Boleh Ditunda?

Kecepatan penanganan sangat menentukan karena kerusakan jaringan otak dapat terus bertambah selama aliran darah belum pulih.

Pada pasien stroke iskemik tertentu, terapi trombolitik atau obat untuk melarutkan bekuan darah dapat diberikan dalam jendela waktu sekitar 4,5 jam sejak gejala muncul. Namun, terapi ini hanya dapat diberikan setelah pemeriksaan dan penilaian medis untuk memastikan pasien memenuhi kriteria yang diperlukan.

Batas waktu tersebut bukan alasan untuk menunda pertolongan jika gejala baru diketahui setelah lebih dari 4,5 jam. Pasien tetap perlu segera dibawa ke rumah sakit karena dokter akan menentukan penanganan berdasarkan kondisi klinis dan hasil pemeriksaan.

BACA JUGA :  Eks Menag Yaqut Diperiksa 7 Jam di KPK, Dicecar 18 Pertanyaan Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Langkah Pencegahan Stroke Sejak Dini

Upaya pencegahan stroke dapat dimulai dengan mengendalikan faktor risiko dan menerapkan kebiasaan hidup sehat dalam keseharian.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  1. Memeriksa tekanan darah, gula darah, dan kolesterol secara berkala.
  2. Berhenti merokok dan menghindari paparan asap rokok.
  3. Melakukan aktivitas fisik secara rutin.
  4. Mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan membatasi garam berlebihan.
  5. Menjaga berat badan tetap sehat.
  6. Mengelola kondisi medis, termasuk hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung, sesuai arahan tenaga kesehatan.

Kementerian Kesehatan menyebut sekitar 90 persen kasus stroke berpotensi dicegah melalui pengendalian faktor risiko. Karena itu, kesadaran untuk menjaga kesehatan sebaiknya dibangun sejak usia muda, bukan hanya ketika memasuki usia lanjut.

Melalui peringatan Hari Stroke Sedunia 2026, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa mengenali gejala dan bertindak cepat dapat membantu mengurangi risiko kematian maupun kecacatan akibat stroke.

Tags: cara mencegah strokefaktor risiko strokegejala strokeHari Stroke Sedunia 2026Hari Stroke Sedunia 29 OktoberKementerian Kesehatanpenanganan strokepencegahan stroke sejak diniprevalensi stroke IndonesiaSeGeRa Ke RSstroke usia muda
Previous Post

Tangsel Jalani Verifikasi Penghargaan PPE 2026, Pilar Soroti Pembangunan Setara Gender

Next Post

Prakiraan Cuaca Tangsel Jumat 30 Oktober 2026: Pamulang dan Setu Berpotensi Hujan Petir

Related Posts

Venue Petanque Porprov Banten 2026 di Tangsel Hampir 100 Persen, Pilar Ungkap Pekerjaan Tersisa
NEWS

Venue Petanque Porprov Banten 2026 di Tangsel Hampir 100 Persen, Pilar Ungkap Pekerjaan Tersisa

November 4, 2026
2.4k
Prakiraan Cuaca Tangsel 25 Mei 2026: Mayoritas Wilayah Diguyur Hujan Ringan
TANGERANG SELATAN

Prakiraan Cuaca Tangsel Rabu, 4 November 2026: Mayoritas Wilayah Berpotensi Hujan Ringan

November 4, 2026
2.5k
Bareskrim Bongkar Dugaan Penyadapan Ilegal Nomor Telepon Presiden, 3 Orang Jadi Tersangka
NASIONAL

Bareskrim Bongkar Dugaan Penyadapan Ilegal Nomor Telepon Presiden, 3 Orang Jadi Tersangka

November 3, 2026
2.4k
Tragedi Truk Molen di Bekasi: Ayah Kehilangan Istri dan Anak 5 Tahun, Sempat Berpamitan di Halte
MEGAPOLITAN

Tragedi Truk Molen di Bekasi: Ayah Kehilangan Istri dan Anak 5 Tahun, Sempat Berpamitan di Halte

November 3, 2026
2.4k
Bukan Cuma Pengajian, Guru Majelis Taklim Tangsel Bakal Didorong Jadi Pelaku UMKM
TANGERANG SELATAN

Bukan Cuma Pengajian, Guru Majelis Taklim Tangsel Bakal Didorong Jadi Pelaku UMKM

November 3, 2026
2.4k
Atlet Muda Tangsel Athar Aqila Bidik Emas Lompat Jauh di Porprov Banten 2026, Ini Perjuangannya!
TANGERANG SELATAN

Atlet Muda Tangsel Athar Aqila Bidik Emas Lompat Jauh di Porprov Banten 2026, Ini Perjuangannya!

November 3, 2026
2.4k
Next Post
pamulang hujan petir

Prakiraan Cuaca Tangsel Jumat 30 Oktober 2026: Pamulang dan Setu Berpotensi Hujan Petir

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com