TANGSELXPRESS – Atlet pencak silat Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus mematangkan persiapan menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten 2026. Hingga Rabu (28/10/2026), persiapan tim disebut telah mencapai 85 persen, dengan fokus pada penguatan fisik, teknik, dan mental bertanding.
Kepala Pelatih Pencak Silat Tangsel, Andi Hakim, mengatakan para atlet terus menjalani program latihan untuk meningkatkan kesiapan menghadapi kompetisi. Ia berharap pencak silat Tangsel mampu meraih prestasi lebih baik dalam ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.
“Persiapan anak-anak sudah sekitar 85 persen, mulai dari fisik, mental, sampai keyakinan mereka. Anak-anak punya impian untuk meraih prestasi. Mudah-mudahan tahun ini bisa menjadi juara, seperti saat POPDA ketika kami meraih juara umum dua,” ujar Andi.
Meski persiapan terus berjalan, tim pelatih masih menghadapi kendala dalam mengatur jadwal latihan. Sejumlah atlet diketahui harus membagi waktu antara persiapan pertandingan, pekerjaan, dan kegiatan perkuliahan.
Kondisi tersebut membuat jadwal latihan harus disesuaikan agar para atlet tetap dapat mengikuti program yang telah disiapkan. Namun, Andi memastikan pembinaan tetap berjalan untuk menjaga kesiapan tim menjelang pertandingan.
“Kendalanya memang di waktu, karena ada atlet yang bekerja dan kuliah, jadi mengatur jadwalnya agak sulit. Namun, di luar itu, kami tetap memberikan materi latihan agar persiapan mereka terus berjalan,” jelasnya.
Selain target prestasi, Andi juga menyoroti pentingnya dukungan fasilitas bagi keberlanjutan pembinaan atlet pencak silat di Tangsel. Ia berharap Pemerintah Kota Tangerang Selatan dapat menyediakan tempat latihan yang lebih nyaman dan memadai.
Menurutnya, fasilitas yang baik diperlukan untuk mendukung peningkatan kemampuan atlet, tidak hanya menjelang kompetisi, tetapi juga dalam pembinaan jangka panjang. Ia turut berharap atlet yang berhasil meraih prestasi mendapat perhatian sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan mereka membawa nama daerah.
“Harapannya, ke depan pencak silat bisa difasilitasi tempat latihan yang lebih nyaman. Setelah Porprov, mudah-mudahan atlet yang berprestasi juga mendapat perhatian dan fasilitas sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan mereka untuk Tangerang Selatan,” tambahnya.
Atlet Tangsel Bidik Medali Emas
Optimisme juga datang dari atlet pencak silat Tangsel, Faisal. Ia mengungkapkan persiapannya menghadapi Porprov VII Banten 2026 telah mencapai sekitar 90 persen.
Faisal mengaku telah menjalani latihan selama lebih dari satu tahun. Dalam enam bulan terakhir, intensitas persiapan semakin ditingkatkan untuk memastikan dirinya siap menghadapi persaingan di arena pertandingan.
Menurut Faisal, pencak silat membutuhkan keseimbangan antara kemampuan teknik, kekuatan fisik, dan kesiapan mental. Ketiganya harus dipersiapkan secara konsisten agar atlet mampu tampil maksimal ketika bertanding.
Tantangan lain yang harus dihadapi adalah menjaga kedisiplinan selama latihan, melawan rasa malas, serta mempertahankan berat badan agar sesuai dengan kelas pertandingan yang diikuti.
“Dalam pencak silat, fisik, teknik, dan mental harus sama-sama kuat. Tantangannya bagaimana melawan rasa malas dan menjaga berat badan agar sesuai dengan kelas pertandingan,” ujar Faisal.
Bagi Faisal, keikutsertaan dalam Porprov menjadi kesempatan penting untuk membuktikan hasil latihan sekaligus mengukir prestasi. Ia memasang target pribadi untuk meraih medali emas dan memberikan kebanggaan bagi keluarga serta Kota Tangerang Selatan.
“Target pribadi saya tentu ingin meraih emas. Kesempatan ini sangat berarti karena saya ingin memberikan yang terbaik dan membanggakan Tangsel serta orang tua,” ungkapnya.
Dengan persiapan yang terus dimatangkan, tim pencak silat Tangsel berharap dapat tampil maksimal di Porprov VII Banten 2026. Selain mengejar medali, para atlet diharapkan menjunjung tinggi sportivitas dan menunjukkan hasil pembinaan yang telah dijalani selama ini.
Dukungan terhadap atlet, termasuk ketersediaan fasilitas latihan yang memadai dan perhatian terhadap atlet berprestasi, juga menjadi faktor penting untuk menjaga keberlanjutan pembinaan pencak silat di Kota Tangerang Selatan.







