DALAM sebuah perusahaan, karyawan memiliki peran yang sangat penting untuk membantu perusahaan mencapai tujuannya. Sebagus apa pun rencana bisnis yang dibuat, semuanya akan sulit berjalan dengan baik jika tidak didukung oleh karyawan yang tepat. Oleh karena itu, perusahaan perlu memikirkan kebutuhan sumber daya manusia (SDM) sejak awal, bukan hanya ketika sedang membutuhkan karyawan baru.
Masih ada perusahaan yang menganggap bahwa perencanaan SDM hanya berkaitan dengan proses mencari dan menerima karyawan. Padahal, perencanaan SDM memiliki cakupan yang lebih luas. Perusahaan juga perlu memikirkan jumlah karyawan yang dibutuhkan, kemampuan yang harus dimiliki, pembagian tugas, serta cara mengembangkan kemampuan karyawan agar sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Pentingnya perencanaan SDM juga dapat dilihat dari kondisi ketenagakerjaan di Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada Agustus 2025 jumlah penduduk Indonesia yang bekerja mencapai sekitar 146,54 juta orang, sedangkan jumlah pengangguran mencapai sekitar 7,46 juta orang. Tingkat pengangguran terbuka pada periode tersebut tercatat sebesar 4,85%. Data ini menunjukkan bahwa jumlah tenaga kerja yang tersedia cukup besar, tetapi perusahaan tetap perlu memastikan bahwa kemampuan tenaga kerja sesuai dengan posisi dan kebutuhan pekerjaan yang tersedia (BPS, 2025).
Misalnya, ketika sebuah perusahaan ingin membuka cabang baru, perusahaan tersebut tidak cukup hanya menyiapkan tempat dan modal. Perusahaan juga harus mempersiapkan karyawan yang akan bekerja di cabang tersebut. Jika jumlah karyawan kurang atau kemampuan mereka belum sesuai, kegiatan operasional bisa menjadi kurang maksimal. Hal ini menunjukkan bahwa perencanaan SDM perlu dilakukan sebelum perusahaan menjalankan rencana bisnisnya.
Selain itu, kebutuhan perusahaan juga bisa berubah seiring berjalannya waktu. Perkembangan teknologi dan persaingan bisnis membuat karyawan perlu terus belajar agar tidak tertinggal. Perusahaan tidak seharusnya hanya berfokus mencari karyawan baru yang memiliki kemampuan tertentu, tetapi juga perlu memberikan kesempatan kepada karyawan yang sudah ada untuk mengembangkan kemampuannya melalui pelatihan dan pengalaman kerja.
Hal ini sejalan dengan laporan Future of Jobs Report 2025 yang diterbitkan oleh World Economic Forum. Laporan tersebut menunjukkan bahwa 63% perusahaan yang disurvei menganggap kesenjangan keterampilan sebagai salah satu hambatan utama dalam perubahan bisnis. Selain itu, 85% perusahaan berencana memprioritaskan peningkatan keterampilan tenaga kerja melalui pelatihan dan pengembangan kemampuan karyawan (World Economic Forum, 2025).
Perusahaan juga perlu menempatkan karyawan sesuai dengan kemampuan dan tanggung jawabnya. Jika seseorang ditempatkan pada pekerjaan yang tidak sesuai dengan keahliannya, hasil kerjanya mungkin tidak akan maksimal. Sebaliknya, ketika karyawan memahami tugasnya dan memiliki kemampuan yang sesuai, pekerjaan akan lebih mudah diselesaikan. Karena itu, perusahaan perlu mengetahui kebutuhan setiap posisi sebelum melakukan perekrutan maupun penempatan karyawan.
Perencanaan SDM yang baik juga harus sejalan dengan tujuan perusahaan. Contohnya, perusahaan yang ingin meningkatkan penjualan melalui media sosial membutuhkan karyawan yang memahami pemasaran digital. Jika perusahaan memiliki tujuan yang jelas tetapi tidak didukung oleh tenaga kerja yang sesuai, tujuan tersebut akan lebih sulit dicapai. Jadi, perencanaan SDM dan strategi bisnis perlu berjalan bersama.
Dari pembahasan tersebut, dapat dipahami bahwa perencanaan SDM bukan hanya urusan merekrut karyawan ketika perusahaan membutuhkan tenaga kerja. Perencanaan SDM merupakan salah satu cara untuk mempersiapkan perusahaan agar mampu menghadapi perubahan dan persaingan di masa depan. Perusahaan perlu mengetahui kebutuhan tenaga kerjanya, menempatkan karyawan dengan tepat, serta memberikan kesempatan untuk terus belajar.
Pada akhirnya, keberhasilan perusahaan tidak hanya bergantung pada modal, produk, atau strategi pemasaran, tetapi juga pada orang-orang yang menjalankan kegiatan di dalamnya. Jika perusahaan mampu merencanakan dan mengelola SDM dengan baik, peluang untuk berkembang dan mencapai tujuan jangka panjang akan menjadi lebih besar. Oleh karena itu, perencanaan SDM sebaiknya dianggap sebagai kebutuhan penting bagi masa depan perusahaan, bukan sekadar proses perekrutan karyawan.
Penulis:
Adinda Putri Muzdalifah
Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Program StudI Manajemen, Universitas Pamulang







