TANGSELXPRESS– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi peningkatan curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia pada periode 27 Oktober hingga 2 November 2026. Sejumlah daerah berpotensi mengalami hujan sedang hingga sangat lebat, disertai ancaman angin kencang di beberapa wilayah.
Peringatan ini menjadi perhatian masyarakat di tengah meningkatnya aktivitas atmosfer yang dapat memicu pertumbuhan awan hujan. Wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua masuk dalam daftar daerah yang berpotensi terdampak.
BMKG mencatat hujan lebat telah mengguyur sejumlah wilayah Indonesia pada 22–25 Oktober 2026, antara lain Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jawa Barat, dan Papua.
Untuk November 2026, curah hujan kategori menengah diprakirakan mendominasi sebagian besar wilayah Sumatera, Kalimantan, Papua, Jawa, dan Sulawesi. Sementara itu, curah hujan kategori rendah berpotensi terjadi di Lampung, Banten, DKI Jakarta, pesisir utara Jawa, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara.
Meski demikian, kondisi tersebut tidak menutup kemungkinan terjadinya hujan signifikan di sejumlah daerah akibat dinamika atmosfer regional maupun lokal.
Aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) dan gelombang atmosfer berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah Indonesia. Kondisi atmosfer yang labil serta pemusatan massa udara juga dapat memperkuat pembentukan awan konvektif yang memicu hujan sedang hingga lebat.
27–29 Oktober 2026: Jawa Berpotensi Diguyur Hujan Lebat
Pada periode 27–29 Oktober 2026, peningkatan hujan dengan intensitas sedang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah, meliputi Aceh, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan.
Potensi peningkatan hujan sedang juga mencakup Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.
Sementara itu, status siaga hujan lebat hingga sangat lebat berlaku untuk Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur.
Ancaman angin kencang juga perlu diwaspadai di Sulawesi Selatan dan Papua Selatan.
Bagi masyarakat Banten, termasuk Tangerang Selatan, potensi peningkatan hujan sedang perlu menjadi perhatian, terutama saat beraktivitas di luar ruangan maupun berkendara.
30 Oktober–2 November 2026: Kalimantan Barat Siaga Hujan Lebat
BMKG juga mengidentifikasi potensi peningkatan hujan pada periode 30 Oktober hingga 2 November 2026.
Wilayah yang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang meliputi Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.
Adapun Kalimantan Barat masuk dalam kategori siaga hujan lebat hingga sangat lebat.
Potensi angin kencang pada periode tersebut diprakirakan terjadi di Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan.
Kombinasi hujan lebat dan angin kencang dapat meningkatkan risiko pohon tumbang, genangan, banjir, serta gangguan perjalanan. Masyarakat di wilayah terdampak perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
Masyarakat Diminta Pantau Informasi Cuaca Terbaru
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan prakiraan cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG.
Warga juga disarankan menghindari berteduh di bawah pohon saat angin kencang, mewaspadai genangan di jalan, serta menyesuaikan perjalanan dengan kondisi cuaca.
Pemerintah daerah dan masyarakat di wilayah rawan banjir maupun longsor diharapkan meningkatkan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem.
Perlu diperhatikan bahwa prakiraan cuaca dapat berubah mengikuti perkembangan kondisi atmosfer. Karena itu, pembaruan informasi secara berkala menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko dan menjaga keselamatan selama periode potensi peningkatan hujan.







