TANGSELXPRESS – Gubernur Banten Andra Soni menegaskan bahwa keselamatan transportasi tidak boleh dipandang sekadar sebagai rutinitas administratif. Menurutnya, keselamatan merupakan tanggung jawab moral sekaligus bagian penting dari pelayanan publik.
Hal tersebut disampaikan Andra Soni saat memimpin Peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) Tingkat Provinsi Banten 2026 di area PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Ciwandan, Kota Cilegon, Kamis (17/9/2026).
Dalam momentum Harhubnas yang mengusung tema “Menghubungkan Indonesia untuk Masa Depan yang Lebih Maju”, Andra menekankan pentingnya menjaga keselamatan sekaligus konektivitas transportasi melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
“Satu hal yang sangat mendasar, dalam transportasi, keselamatan tidak pernah boleh menjadi rutinitas administratif terhadap sistem yang kita bangun dan kita awasi. Keselamatan adalah tanggung jawab moral,” tegas Andra Soni.
Menurut Andra, tanggung jawab tersebut juga mencakup keberanian insan perhubungan untuk menghentikan operasi apabila kondisi dinilai tidak aman. Di sisi lain, petugas juga harus mampu mencari alternatif agar mobilitas masyarakat dan distribusi logistik tetap berjalan.
Ia menyampaikan bahwa sektor perhubungan menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Selain memastikan kelancaran mobilitas orang dan barang, jajaran perhubungan dituntut sigap menghadapi berbagai kondisi darurat, mulai dari kebakaran hutan dan lahan, gempa bumi, erupsi Gunung Anak Krakatau, hingga kecelakaan transportasi udara dan laut.
Transportasi Bukan Sekadar Infrastruktur
Andra mengatakan peran sektor perhubungan tidak berhenti pada pembangunan dan pengelolaan infrastruktur transportasi.
Menurutnya, konektivitas transportasi berhubungan langsung dengan kehidupan masyarakat, mulai dari mempertemukan keluarga, membuka lapangan pekerjaan, mengangkut bahan pangan, menggerakkan industri, hingga menjangkau wilayah 3T atau Terdepan, Terluar, dan Terpencil.
“Bapak Presiden Prabowo Subianto juga telah menegaskan pentingnya konektivitas antara pusat-pusat produksi dan permukiman untuk menurunkan biaya angkut dan biaya logistik, serta memperluas pemerataan pembangunan,” paparnya.
Keterangan tersebut sejalan dengan pesan Harhubnas 2026 yang menempatkan konektivitas sebagai bagian penting dalam mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.
Digitalisasi Harus Berdampak pada Pelayanan
Andra juga mengingatkan agar transformasi digital di sektor perhubungan tidak berhenti pada penggunaan teknologi.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi harus menghasilkan perubahan nyata, terutama dalam meningkatkan keselamatan perjalanan dan membuat sistem logistik semakin tertib.
“Secanggih apa pun teknologi, hal yang terpenting tetaplah kualitas pelayanan publik,” ujarnya.
Ia meminta pedoman Lima Citra Manusia Perhubungan tidak sekadar dihafalkan, tetapi diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
“Tanggap terhadap kebutuhan masyarakat, tangguh menghadapi tantangan, serta bertanggung jawab terhadap keselamatan dan keamanan jasa perhubungan harus terlihat dalam cara kita bekerja setiap hari,” ungkapnya.
September Dicanangkan sebagai Bulan Keselamatan Transportasi
Sebagai langkah konkret, Andra mengajak seluruh insan perhubungan di Banten menjadikan September sebagai Bulan Keselamatan Transportasi.
Menurutnya, momentum tersebut harus menjadi awal untuk membangun budaya keselamatan yang diterapkan secara konsisten sepanjang tahun.
“Bulan ini kita canangkan sebagai awal untuk membangun budaya keselamatan yang lebih kuat sepanjang tahun,” pungkasnya.
Peringatan Harhubnas 2026 di Banten sendiri menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dan komitmen penyelenggara transportasi dalam menghadirkan layanan yang aman, terintegrasi, nyaman, tertib, dan berkelanjutan.







