• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Kamis, 22 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home NASIONAL

Hari Santri 2026, Kemenag Luncurkan 5 Program Prioritas: Ada Satgas Anti-Kekerasan hingga Dakwah Digital

Redaksi Tangselxpress by Redaksi Tangselxpress
Oktober 22, 2026
in NASIONAL, NEWS
Reading Time: 4min read
Hari Santri 2026, Kemenag Luncurkan 5 Program Prioritas: Ada Satgas Anti-Kekerasan hingga Dakwah Digital

Foto: Kemenag.go.id

233
SHARES
2.5k
VIEWS

TANGSELXPRESS– Kementerian Agama (Kemenag) meluncurkan lima program prioritas untuk memperkuat pendidikan, perlindungan, dan pemberdayaan santri dalam peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Kamis (22/10/2026).

Mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, peringatan tahun ini menjadi momentum penguatan peran pesantren melalui pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Safe Santri, penguatan pengakuan ijazah pesantren, hingga pengembangan kompetensi santri di era digital.

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan, Hari Santri tidak dapat dipisahkan dari sejarah Resolusi Jihad yang dicetuskan Hadratusy Syeikh KH Hasyim Asy’ari bersama KH Wahid Hasyim pada masa perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Menurutnya, Resolusi Jihad menegaskan kewajiban mempertahankan kemerdekaan dan menjadi bagian penting dari rangkaian sejarah yang melatarbelakangi lahirnya Hari Pahlawan pada 10 November.

“Inti Resolusi Jihad menekankan bahwa membela tanah air adalah fardu ain. Setiap individu dengan kapasitasnya masing-masing wajib mempertahankan kemerdekaan RI. Cikal bakal inilah yang melahirkan Hari Pahlawan 10 November. Keduanya merupakan satu kesatuan sejarah bangsa Indonesia,” ujar Nasaruddin seusai upacara.

Ia menegaskan, perjuangan santri pada masa kini tidak lagi sebatas perjuangan fisik, tetapi juga diwujudkan melalui penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan penguatan akhlak.

“Zaman boleh berubah dan tantangan terus berganti, tetapi nyala api pengabdian santri untuk Indonesia tidak boleh padam walau sekejap pun,” tegasnya.

5 Program Prioritas Kemenag untuk Pesantren

Melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren, Kemenag memperkenalkan lima program prioritas yang diarahkan untuk memperkuat fungsi pesantren sebagai pusat pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.

Berikut lima program yang menjadi fokus Kemenag:

1. Safe Santri: Pesantren Bebas Kekerasan

Program Safe Santri ditujukan untuk membangun lingkungan pesantren yang aman, nyaman, dan ramah anak. Kemenag mengukuhkan satgas khusus untuk memperkuat pencegahan kekerasan dan perundungan sekaligus mendorong penanganan pengaduan.

BACA JUGA :  Milan Bawa Tiga Poin dari Kandang Roma

“Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, saya luncurkan satuan tugas Safe Santri,” ujar Nasaruddin saat meresmikan satgas tersebut.

2. Penguatan Rekognisi Ijazah Pesantren

Kemenag mendorong penguatan pengakuan terhadap ijazah lulusan pesantren, mulai dari jenjang ula, wustha, dan ulya hingga ma’had aly.

Program ini ditujukan untuk memperkuat kesetaraan pengakuan kualifikasi pendidikan pesantren dengan pendidikan formal, sehingga santri memiliki kesempatan lebih luas untuk melanjutkan pendidikan dan meniti karier profesional sesuai ketentuan yang berlaku.

3. Pesantren Adaptif dan Mandiri

Program ini berfokus pada penguatan kemandirian ekonomi berbasis komunitas serta pemanfaatan teknologi di lingkungan pesantren.

Kemenag juga mematangkan kurikulum pemberdayaan ekonomi bagi madrasah aliyah dan pesantren dengan mengacu pada praktik pengembangan agribisnis pesantren di Jawa Barat.

4. Santri 5.0

Program Santri 5.0 diarahkan untuk melahirkan generasi yang memiliki pemahaman agama kuat sekaligus menguasai keterampilan yang relevan dengan perkembangan zaman.

Santri didorong untuk percaya diri dalam mengembangkan potensi dan berkarier di berbagai bidang, baik sebagai ulama, ilmuwan, pengusaha, maupun pemimpin bangsa.

5. Dakwah Digital

Melalui program Dakwah Digital, Kemenag mendorong santri dan pesantren memanfaatkan media sosial serta berbagai platform digital untuk menyebarkan konten keislaman yang menyejukkan, moderat, dan berbasis keilmuan.

Program ini diharapkan memperluas jangkauan dakwah sekaligus meningkatkan kemampuan santri dalam memproduksi konten yang bertanggung jawab di ruang digital.

Kemenag Bentuk Satgas untuk Cegah Kekerasan di Pesantren

Selain meluncurkan program prioritas, Kemenag menyoroti pentingnya perlindungan santri menyusul munculnya berbagai laporan mengenai perundungan dan persoalan hukum yang dikaitkan dengan lembaga pendidikan keagamaan.

BACA JUGA :  MTQ ke-XXII Dibuka Wamenag, Gubernur Banten Ajak Masyarakat Amalkan Isi Kandungan Alquran

Nasaruddin menjelaskan, keterbukaan pelaporan menjadi bagian penting dalam memperkuat pengawasan. Namun, ia meminta masyarakat membedakan pesantren dengan lembaga pendidikan atau kelompok lain yang menggunakan istilah serupa.

Menurutnya, pesantren memiliki unsur dan karakteristik tertentu, termasuk keberadaan kiai dengan sanad keilmuan yang jelas, santri, pondok, masjid, dan pembelajaran kitab kuning.

“Banyak masalah muncul sebetulnya di luar kontrol Kemenag. Ada kelompok bela diri atau majelis taklim tiba-tiba menamakan diri pesantren. Padahal pesantren ada rukunnya (arkan): harus ada kiai dengan sanad ilmu yang jelas, ada santri, ada pondok, ada masjid, dan ada kitab kuning. Jika tidak ada, itu bukan pesantren menurut definisi Kemenag,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pesantren Kemenag Basnang Said menjelaskan, Satgas Safe Santri direncanakan melibatkan berbagai unsur, mulai dari tokoh publik, pembuat konten, hingga aparat penegak hukum.

Kemenag juga berencana menghadirkan konten edukasi melalui podcast untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pencegahan kekerasan dan perlindungan santri.

“Kita sedang mem-plan-kan satgas ini melibatkan tokoh-tokoh seperti Habib Jafar, Willy Salim, Gus Kausar, hingga Atta Halilintar, dan Gus Ipang Wahid. Podcast edukasi juga akan kita siapkan. Di dalam Satgas nanti ada unsur kepolisian dan kejaksaan agar jika ada kasus, bisa langsung diproses hukum,” ungkap Basnang.

Ia menambahkan, para pengasuh dan pembimbing konseling di pesantren juga akan didorong mengikuti sertifikasi melalui Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Basnang mengingatkan agar setiap laporan ditangani berdasarkan lokasi dan karakteristik lembaga tempat kejadian berlangsung, sehingga persoalan di lembaga pendidikan lain tidak serta-merta digeneralisasi sebagai persoalan pesantren.

BACA JUGA :  Lepas Keberangkatan Kloter Pertama Jamaah Haji, Menag Berpesan Luruskan Niat dan Jaga Kesehatan

“Kita harus jujur kepada publik. Kalau memang kejadian di pesantren, katakan di pesantren. Tapi kalau bukan di pesantren—seperti di TPA, TPQ, atau madrasah diniyah—jangan langsung disgeneralisasi sebagai pesantren hanya karena anak-anaknya memakai peci dan sarung,” ujarnya.

Santri Tetap Belajar di Tengah Karhutla

Dalam kesempatan yang sama, Basnang turut menyinggung dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan dan Sulawesi.

Kemenag menyiapkan skema pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi santri di daerah terdampak agar kegiatan pendidikan tetap berlangsung meskipun kondisi lingkungan terganggu asap.

Menurut Basnang, pembelajaran dapat memanfaatkan fasilitas layar besar atau one screen yang tersedia di pesantren. Dengan fasilitas tersebut, santri diharapkan tetap dapat mengikuti materi dari guru maupun kiai secara interaktif.

“Kami sudah meminta data dari kabid PD Pontren di daerah terdampak karhutla. Untuk pesantren, PJJ bisa dilakukan memanfaatkan fasilitas layar besar (one screen) di pondok, sehingga santri tetap dapat menyimak pelajaran dari guru atau kiai secara interaktif tanpa terganggu asap,” pungkasnya.

Selain penguatan program pendidikan dan perlindungan santri, Nasaruddin menyebut dukungan kesejahteraan juga menjadi perhatian pemerintah. Sejumlah pesantren telah memperoleh dukungan program Makan Bergizi Gratis (MBG), pemeriksaan kesehatan gratis, serta fasilitas digital untuk menunjang pembelajaran.

Kemenag juga menyambut pembentukan Ditjen Pesantren sebagai penguatan kelembagaan dalam pembinaan dan penataan pendidikan pesantren.

Melalui berbagai kebijakan tersebut, pemerintah berharap pesantren semakin mampu menjalankan perannya dalam mencetak generasi berilmu, berakhlak, mandiri, serta siap berkontribusi bagi pembangunan Indonesia.

Tags: Basnang SaidDakwah DigitalDitjen PesantrenHari Santri 22 Oktober 2026Hari Santri Nasional 2026ijazah pesantrenkemenaglima program prioritas KemenagMakan Bergizi Gratis pesantrennasaruddin umarperlindungan santripesantren bebas kekerasanSantri 5.0Satgas Safe Santri
Previous Post

SDM Bukan NPC! Kenapa Orang-Orang di Balik Layar Justru Jadi Kunci Kesuksesan Perusahaan?

Next Post

Public Speaking Kunci Meningkatkan Kepercayaan dan Kemampuan Berkomunikasi

Related Posts

Optimistis pada Prospek Pertumbuhan Jangka Panjang, BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 Triliun
ADVERTORIAL

Optimistis pada Prospek Pertumbuhan Jangka Panjang, BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 Triliun

Oktober 22, 2026
2.4k
Bali Tech Week 2026 Hadirkan 900 Pertemuan Bisnis, Tangsel Soroti Kolaborasi Digital
TANGERANG SELATAN

Bali Tech Week 2026 Hadirkan 900 Pertemuan Bisnis, Tangsel Soroti Kolaborasi Digital

Oktober 22, 2026
2.4k
Lindungi Pantai Utara Jawa dari Abrasi, BRI Tanam 30 Ribu Bibit Mangrove dan Manfaatkan Sampah Jadi Pemecah Ombak Melalui Program BRI Peduli
ADVERTORIAL

Lindungi Pantai Utara Jawa dari Abrasi, BRI Tanam 30 Ribu Bibit Mangrove dan Manfaatkan Sampah Jadi Pemecah Ombak Melalui Program BRI Peduli

Oktober 22, 2026
2.4k
Tangsel Diwaspadai Jadi Kota Transit TPPO, Pemkot Perkuat Pengawasan RT/RW
TANGERANG SELATAN

Tangsel Diwaspadai Jadi Kota Transit TPPO, Pemkot Perkuat Pengawasan RT/RW

Oktober 22, 2026
2.4k
Pemkot Tangsel Latih Ibu-Ibu Manfaatkan AI, Gandeng Pakar Teknologi Onno W. Purbo
TANGERANG SELATAN

Pemkot Tangsel Latih Ibu-Ibu Manfaatkan AI, Gandeng Pakar Teknologi Onno W. Purbo

Oktober 22, 2026
2.4k
Tumbuh dari Usaha Sederhana, BRILink Agen Nilam Sari Kini Kelola 15 Gerai di Medan
ADVERTORIAL

Tumbuh dari Usaha Sederhana, BRILink Agen Nilam Sari Kini Kelola 15 Gerai di Medan

Oktober 22, 2026
2.4k
Next Post
Public Speaking Kunci Meningkatkan Kepercayaan dan Kemampuan Berkomunikasi

Public Speaking Kunci Meningkatkan Kepercayaan dan Kemampuan Berkomunikasi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com