TANGERANG SELATAN – Pernah mendengar istilah food noise? Kondisi ini menjadi salah satu tantangan yang kerap dialami banyak orang, terutama mereka yang sedang menjalani program penurunan berat badan atau diet.
Mengutip Harvard Health, food noise memang bukan istilah medis atau ilmiah yang resmi. Secara sederhana, food noise menggambarkan kondisi ketika pikiran terus dipenuhi oleh makanan hingga terasa mengganggu dan berpotensi memengaruhi kesehatan mental maupun fisik.
Kondisi ini cukup sering dialami oleh orang dengan kelebihan berat badan maupun mereka yang sedang berusaha mengatur pola makan. Akibatnya, seseorang dapat terdorong untuk makan secara berlebihan, yang justru berisiko meningkatkan berat badan.
Meski demikian, food noise dapat dikendalikan melalui beberapa kebiasaan sederhana berikut.
1. Terapkan jadwal makan yang teratur
Makan pada waktu yang konsisten dapat membantu mengurangi intensitas food noise. Sebaliknya, jadwal makan yang tidak teratur membuat tubuh lebih sering merasa lapar sehingga pikiran lebih mudah terfokus pada makanan.
2. Praktikkan mindful eating
Mindful eating merupakan kebiasaan makan dengan kesadaran penuh, yaitu menikmati aroma, tekstur, dan rasa makanan tanpa gangguan dari ponsel, televisi, atau aktivitas lain. Cara ini membantu mengalihkan fokus pada pengalaman makan sehingga pikiran tidak terus-menerus dipenuhi keinginan terhadap makanan.
3. Pastikan waktu tidur cukup dan berkualitas
Tidur yang cukup juga berperan penting dalam mengurangi food noise. Kurang tidur dapat mengganggu keseimbangan hormon yang mengatur rasa lapar dan kenyang, sehingga keinginan untuk makan menjadi lebih sulit dikendalikan.
4. Rutin berolahraga
Aktivitas fisik secara teratur dapat membantu menjaga metabolisme tubuh sekaligus mendukung pengelolaan berat badan. Selain itu, olahraga juga dapat membantu mengurangi dorongan untuk terus memikirkan makanan sepanjang hari.







