TANGERANG SELATAN – Banyak orang mengira tidur selama 7 hingga 8 jam sudah cukup untuk membuat tubuh kembali segar. Namun, tidak sedikit yang justru masih merasa lelah, mengantuk, dan sulit berkonsentrasi keesokan harinya. Kondisi ini bisa jadi bukan disebabkan oleh kurangnya durasi tidur, melainkan kualitas tidur yang tidak optimal.
Tidur dalam waktu lama tidak selalu menjamin tubuh mendapatkan proses pemulihan yang maksimal. Sejumlah faktor dapat mengganggu kualitas istirahat sehingga tubuh tetap terasa lemas meski waktu tidur sudah terpenuhi.
Dilansir dari Cleveland Clinic, dokter spesialis tidur Alicia Roth, PhD, mengungkap beberapa penyebab tubuh tetap lelah meski telah tidur cukup.
1. Mengalami Gangguan Tidur
Gangguan tidur menjadi salah satu penyebab utama seseorang tetap merasa lelah saat bangun. Salah satu kondisi yang paling umum adalah sleep apnea, yaitu gangguan yang menyebabkan napas berhenti sesaat atau tidak berjalan sebagaimana mestinya saat tidur.
Kondisi tersebut membuat otak terus berpindah ke fase tidur ringan agar pernapasan tetap berlangsung. Akibatnya, tubuh tidak mencapai fase tidur dalam yang dibutuhkan untuk pemulihan.
“Ini dapat menyebabkan banyak terbangun di tengah malam yang mungkin bahkan tidak Anda sadari,” kata Dr. Roth.
Selain sleep apnea, gangguan seperti insomnia, restless legs syndrome (RLS), dan narcolepsy juga dapat menurunkan kualitas tidur sehingga tubuh tetap terasa lelah pada siang hari.
2. Memiliki Kondisi Medis Tertentu
Rasa lelah tidak selalu berkaitan dengan pola tidur. Dalam beberapa kasus, kondisi kesehatan tertentu dapat menjadi penyebabnya, seperti gangguan tiroid, kekurangan vitamin, maupun ketidakseimbangan hormon.
“Faktor lain seperti kondisi medis kronis atau perubahan hormon juga dapat menyebabkan rasa lelah atau tidak segar di siang hari meski tidur cukup,” jelas Dr. Roth.
Apabila kelelahan terus berlangsung, pemeriksaan kesehatan, termasuk tes darah, dapat membantu menemukan penyebab yang mendasarinya sehingga penanganan bisa dilakukan dengan tepat.
3. Lingkungan Tidur Kurang Nyaman
Suasana kamar tidur juga berperan penting dalam menentukan kualitas istirahat. Suhu ruangan yang terlalu panas, pencahayaan yang terang, hingga suara bising dapat mengganggu proses tidur tanpa disadari.
“Cahaya yang berlebihan dapat mencegah kadar melatonin alami tubuh Anda mencapai tingkat yang seharusnya untuk mempersiapkan Anda tidur,” kata Dr. Roth.
Melatonin merupakan hormon yang membantu tubuh merasa mengantuk dan mempertahankan tidur yang berkualitas.
Selain itu, kebiasaan menggunakan ponsel atau gadget di atas tempat tidur juga dapat mengurangi kualitas tidur karena otak tidak lagi mengasosiasikan tempat tidur sebagai tempat untuk beristirahat.
4. Pola Makan dan Minum Sebelum Tidur
Kebiasaan makan dalam porsi besar menjelang waktu tidur juga dapat memengaruhi kualitas istirahat. Saat sistem pencernaan masih bekerja aktif, tubuh menjadi lebih sulit memasuki fase tidur yang optimal.
“Ketika Anda makan dalam porsi besar, proses pencernaan justru mengaktifkan sistem tubuh yang seharusnya berhenti bekerja untuk tidur,” kata Dr. Roth.
Selain makanan, konsumsi minuman berkafein dan alkohol juga perlu diperhatikan. Kafein dapat menghambat tubuh memasuki tidur nyenyak, sedangkan alkohol memang bisa membuat seseorang cepat tertidur, tetapi justru mengganggu kualitas tidur pada paruh malam berikutnya.
5. Stres dan Gangguan Kesehatan Mental
Kondisi psikologis juga memiliki pengaruh besar terhadap kualitas tidur. Stres maupun kecemasan dapat membuat otak tetap aktif sehingga tubuh sulit memperoleh istirahat yang benar-benar berkualitas.
“Stres dan kecemasan bisa membuat otak menjadi lebih waspada di malam hari,” ujar Dr. Roth.
Akibatnya, meski durasi tidur sudah mencukupi, tubuh tetap terasa lelah dan tidak segar saat bangun di pagi hari.
6. Kekurangan Zat Besi
Kadar zat besi yang rendah juga dapat menjadi penyebab tubuh tetap lelah karena memicu restless legs syndrome (RLS). Kondisi ini ditandai dengan sensasi tidak nyaman pada kaki yang hanya mereda ketika digerakkan, sehingga tidur menjadi sering terganggu.
“Kita tahu bahwa kadar zat besi rendah dapat menyebabkan RLS, yang membuat Anda merasakan sensasi di kaki yang hanya dapat diredakan dengan gerakan. Hal ini dapat menyebabkan gangguan tidur yang membuat tidur Anda terasa tidak menyegarkan,” jelas Dr. Roth.
Untuk memastikan apakah tubuh mengalami kekurangan zat besi, diperlukan pemeriksaan medis sehingga dokter dapat memberikan penanganan yang sesuai.







