JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan informasi yang menyebut gempa bermagnitudo 6,8 di pantai timur Honshu, Jepang, berpotensi memicu tsunami hingga wilayah Indonesia adalah tidak benar. BMKG menegaskan posisi pusat gempa yang berada jauh dari Indonesia membuat kejadian tersebut tidak memberikan dampak terhadap kondisi perairan nasional.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan bahwa berbagai informasi yang beredar terkait ancaman tsunami ke Indonesia akibat gempa tersebut tidak memiliki dasar ilmiah. Karena itu, masyarakat diminta tidak mudah percaya pada kabar yang belum terverifikasi.
Gempa tektonik tersebut tercatat terjadi pada Kamis pagi pukul 05.30.23 WIB. Berdasarkan hasil analisis BMKG, episenter gempa berada pada koordinat 40,23 derajat Lintang Utara dan 142,09 derajat Bujur Timur.
Data BMKG menunjukkan pusat gempa berada di laut, sekitar 27 kilometer di timur Kota Kuji, Jepang, dengan kedalaman hiposenter mencapai 118 kilometer. Gempa tersebut termasuk kategori gempa menengah yang dipicu oleh deformasi batuan di dalam lempeng tektonik.
Selain itu, hasil analisis mekanisme sumber gempa menunjukkan pergerakan sesar naik atau thrust fault. Dengan karakteristik tersebut, dampak guncangan diperkirakan hanya dirasakan di wilayah sekitar Jepang dan tidak memengaruhi kondisi laut di Indonesia.
BMKG menyampaikan klarifikasi ini untuk menghindari keresahan di tengah masyarakat, khususnya warga yang tinggal di kawasan pesisir. Masyarakat juga diimbau untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
“Masyarakat diminta memastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi, situs web, telegram, maupun aplikasi seluler resmi yang telah terverifikasi,” ujar Wijayanto.
BMKG kembali mengingatkan masyarakat agar selalu mengacu pada informasi resmi dari lembaga berwenang guna menghindari kesalahpahaman yang dapat memicu kepanikan. Dengan demikian, setiap informasi terkait gempa bumi dan potensi tsunami dapat dipahami secara tepat berdasarkan data dan analisis yang valid.







