• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home DUNIA KAMPUS

Kompensasi dan Hubungan Industrial dalam Menghadapi Fenomena Bekerja Secukup pada Generasi Z

Redaksi Tangselxpress by Redaksi Tangselxpress
Mei 30, 2026
in DUNIA KAMPUS
Reading Time: 4min read
Kompensasi dan Hubungan Industrial dalam Menghadapi Fenomena Bekerja Secukup pada Generasi Z
228
SHARES
2.6k
VIEWS

Masuknya Generasi Z ke dunia kerja membawa perubahan besar terhadap pola hubungan kerja dalam organisasi. Generasi ini dikenal lebih memperhatikan work-life balance, fleksibilitas kerja, kesehatan mental, dan penghargaan terhadap kontribusi individu dibandingkan generasi sebelumnya. 

Di tengah perkembangan tersebut, muncul fenomena bekerja secukupnya, yaitu perilaku ketika karyawan bekerja hanya sesuai dengan tugas utama tanpa memberikan usaha tambahan di luar tanggung jawabnya.  

Dalam menghadapi fenomena tersebut, kompensasi dan hubungan industrial menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan perusahaan. Kompensasi yang tidak sesuai dengan beban kerja dapat menurunkan motivasi karyawan, sedangkan hubungan industrial yang buruk dapat menciptakan lingkungan kerja yang tidak nyaman dan menurunkan keterikatan karyawan terhadap organisasi. 

Oleh karena itu, perusahaan perlu memahami bagaimana peran kompensasi dan hubungan industrial dalam menghadapi fenomena bekerja secukupnya agar tercipta lingkungan kerja yang sehat, produktif, dan berkelanjutan. 

KOMPENSASI DALAM MENGHADAPI FENOMENA BEKERJA SECUKUPNYA 

Bagi Generasi Z, kompensasi dipandang sebagai bentuk apresiasi perusahaan terhadap kualitas hidup dan kontribusi karyawan. Ketika perusahaan mampu memberikan kompensasi yang adil dan sesuai, karyawan cenderung memiliki motivasi kerja yang lebih tinggi dan keterikatan emosional terhadap perusahaan. 

BACA JUGA :  Membangun Kebiasaan Menabung Sejak Dini Melalui Celengan Kreatif

Beberapa bentuk kompensasi yang dapat membantu menghadapi fenomena bekerja secukupnya antara lain: 

  1. Pemberian gaji yang sesuai dengan beban kerja.
  2. Sistem bonus dan promosi yang transparan.
  3. Fleksibilitas waktu dan sistem kerja.
  4. Dukungan kesehatan mental dan kesejahteraan karyawan.
  5. Pemberian penghargaan atas pencapaian kerja.

 HUBUNGAN INDUSTRIAL DALAM MENGHADAPI FENOMENA BEKERJA SECUKUPNYA 

Dalam menghadapi fenomena bekerja secukupnya, hubungan industrial memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan suportif.  

Beberapa bentuk hubungan industrial yang dapat membantu menghadapi fenomena bekerja secukupnya meliputi: 

  1. Membangun komunikasi dua arah antara atasan dan karyawan.
  2. Menciptakan budaya kerja yang sehat dan suportif.
  3. Memberikan ruang bagi karyawan untuk menyampaikan aspirasi.
  4. Menjamin kejelasan aturan kerja dan jenjang karier.
  5. Meemberikan perhatian terhadap kesejahteraan karyawan.

Hubungan industrial yang harmonis dapat meningkatkan rasa aman, kenyamanan kerja, dan loyalitas karyawan terhadap perusahaan. 

STRATEGI PERUSAHAAN DALAM MENGHADAPI FENOMENA BEKERJA SECUKUPNYA 

BACA JUGA :  Biaya Modal Individual dan Gabungan untuk Manajemen Keuangan Perusahaan atau Pelaku Bisnis

Untuk menghadapi fenomena bekerja secukupnya pada Generasi Z, perusahaan perlu menerapkan strategi manajemen sumber daya manusia yang lebih adaptif dan berorientasi pada kesejahteraan karyawan. 

Beberapa strategi yang dapat diterapkan antara lain: 

  1. Menerapkan Kompensasi Holistik 
  2. Meningkatkan Transparansi Kerja  
  3. Membangun Lingkungan Kerja yang Sehat 
  4. Memberikan Dukungan terhadap Kesehatan Mental

 KESIMPULAN 

Fenomena bekerja secukupnya pada Generasi Z menjadi tantangan baru bagi perusahaan dalam mengelola sumber daya manusia. Dalam menghadapi fenomena tersebut, kompensasi dan hubungan industrial memiliki peran penting dalam menjaga motivasi, loyalitas, dan keterlibatan kerja karyawan. 

Kompensasi yang adil serta hubungan industrial yang harmonis mampu menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan produktif. Oleh karena itu, perusahaan perlu menyesuaikan strategi manajemen sumber daya manusia dengan karakteristik Generasi Z agar mampu menghadapi perubahan budaya kerja di era modern.   

 DAFTAR PUSTAKA  

Handoyo, A. W. (2023). Fenomena ‘Quiet Quitting’ di Kalangan Generasi Z: Tantangan Baru Manajemen Sumber Daya Manusia. Jurnal Manajemen dan Bisnis, 12(2), 145-158. (Untuk referensi fenomena bekerja secukupnya pada Gen Z) 

BACA JUGA :  Pemanfaatan Teknologi dalam Perdagangan Internasional

​Mangkunegara, A. A. P. (2017). Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. Remaja Rosdakarya. (Untuk referensi standar kompensasi dan kepuasan kerja di Indonesia) 

​Putri, R. A., & Raharjo, S. T. (2022). Karakteristik dan Ekspektasi Generasi Z terhadap Lingkungan Kerja Modern. Jurnal Kesejahteraan Sosial, 9(1), 34-47. (Untuk mendukung argumen di pendahuluan tentang karakteristik Gen Z) 

​Soedarmo, U. W. (2021). Hubungan Industrial: Teori dan Praktek di Indonesia. Bumi Aksara. (Untuk referensi bab hubungan industrial yang harmonis) 

​Wijaya, M., & Utama, I. W. M. (2024). Pengaruh Kompensasi Finansial dan Non-Finansial terhadap Keterikatan Kerja (Employee Engagement) Generasi Z. E-Jurnal Manajemen Universitas Udayana, 13(3), 512-530. (Untuk mendukung bagian strategi kompensasi holistik) 

 

Penulis:

  1. Tita Agustin: 231010501404
  2. Irene Graceila Praptiwi: 231010503975
  3. Yulinda Maisaroh: 231010504343
  4. Anggi Sri Wulandari: 231010501428
  5. Kris Retno Handayani: 231010501443

Dosen Pengampu: Fahmi Susanti, SKM., M.M 

Manajemen Kompensasi dan Hubungan Industrial

Mahasiswa Universitas Pamulang

Tags: Kompensasi dan Hubungan Industrial
Previous Post

Manajemen Kompensasi sebagai Upaya Menciptakan Hubungan Industrial yang Sehat

Next Post

Pemkot Tangsel Buka Pelatihan Hygiene Sanitasi Pangan Gratis untuk Restoran dan Jasa Boga

Related Posts

Bukan Tidak Pintar, Cuma Takut Bicara: Ketika Pengetahuan Tidak Sejalan dengan Kepercayaan Diri
DUNIA KAMPUS

Public Speaking sebagai Kunci Meningkatkan Kepercayaan Diri dan Prestasi Mahasiswa

Oktober 21, 2026
2.3k
Banyak Views, Sedikit Respons: Apakah Cara Berbicara Menentukan Keberhasilan Public Speaking di Era Digital?
DUNIA KAMPUS

Banyak Views, Sedikit Respons: Apakah Cara Berbicara Menentukan Keberhasilan Public Speaking di Era Digital?

Oktober 21, 2026
2.4k
Kekurangan atau Kelebihan Karyawan? Pentingnya Perencanaan SDM yang Tepat
DUNIA KAMPUS

Kekurangan atau Kelebihan Karyawan? Pentingnya Perencanaan SDM yang Tepat

Oktober 21, 2026
2.4k
Public Speaking: Kunci Meningkatkan Kepercayaan Diri dan Kemampuan Berkomunikasi
DUNIA KAMPUS

Public Speaking: Kunci Meningkatkan Kepercayaan Diri dan Kemampuan Berkomunikasi

Oktober 21, 2026
2.4k
Tinggal Scan, Uang Berkurang: Apakah Kemudahan Pembayaran Digital Membuat Kita Lebih Boros?
DUNIA KAMPUS

Tinggal Scan, Uang Berkurang: Apakah Kemudahan Pembayaran Digital Membuat Kita Lebih Boros?

Oktober 21, 2026
2.4k
Cicilan Murah, Masa Depan Mahal: Paylater dan Literasi Keuangan Anak Muda
DUNIA KAMPUS

Cicilan Murah, Masa Depan Mahal: Paylater dan Literasi Keuangan Anak Muda

Oktober 21, 2026
2.1k
Next Post
Pemkot Tangsel Buka Pelatihan Hygiene Sanitasi Pangan Gratis untuk Restoran dan Jasa Boga

Pemkot Tangsel Buka Pelatihan Hygiene Sanitasi Pangan Gratis untuk Restoran dan Jasa Boga

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com