BOGOR – Sebanyak 90 rumah warga di Desa Tamansari, Kecamatan Rumpin, Bogor mengalami kerusakan akibat diterjang angin kencang pada Minggu, 24 Mei. Data tersebut disampaikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bogor.
Peristiwa terjadi saat hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Rumpin sekitar pukul 14.30 WIB. Cuaca ekstrem tersebut menyebabkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan, terutama pada bagian atap dan genting.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M. Adam Hamdani mengatakan kerusakan paling parah terjadi di Kampung Parakanomas RT 01, 02, dan 03 RW 01, Desa Tamansari.
“Curah hujan tinggi disertai angin kencang mengakibatkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan, terutama pada bagian atap dan genting,” kata Adam, dikutip Senin 25 Mei.
Dari total rumah terdampak, tujuh unit mengalami kerusakan sedang, sedangkan 83 rumah lainnya mengalami kerusakan ringan. Kerusakan sedang meliputi tembok rumah yang roboh hingga atap rumah yang beterbangan akibat terpaan angin.
Bencana tersebut juga membuat dua keluarga dengan total 10 jiwa terpaksa mengungsi ke rumah kerabat karena kondisi tempat tinggal mereka dinilai belum aman untuk dihuni sementara waktu.
Meski demikian, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Sejumlah warga juga mulai melakukan perbaikan mandiri pada rumah masing-masing agar tetap bisa ditempati.
BPBD Kabupaten Bogor langsung menurunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi guna melakukan pendataan, asesmen kerusakan, dan koordinasi dengan aparat desa setempat.
“Petugas juga telah mendistribusikan bantuan terpal kepada warga terdampak untuk penanganan sementara,” ujar Adam.
BPBD turut mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi di wilayah Bogor, terutama hujan lebat disertai angin kencang yang berisiko menimbulkan kerusakan bangunan dan pohon tumbang.
Saat ini kondisi di lokasi dilaporkan mulai berangsur kondusif, sementara proses penanganan darurat masih terus dilakukan.







