DALAM upaya memperkuat fundamental bisnis sektor informal, sekelompok mahasiswa dan mahasiswi Magister Akuntansi Universitas Pamulang melaksanakan program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan fokus pada edukasi manajemen keuangan.
Kegiatan ini diselenggarakan di Kecamatan Sepatan Timur dan dihadiri langsung oleh jajaran pejabat wilayah, Bapak Miftah Shurito, SSTP., MM., selaku Camat Sepatan Timur, Ibu Dr. Ani Kusumaningsih, S.T., M.M. selaku dosen pembimbing Universitas Pamulang serta pelaku usaha lokal, Minggu (10/05).
Kegiatan PKM ini dipimpin oleh Ketua Pelaksana Maria Yosefa Kabosu, bersama anggota kelompoknya yaitu Ratna Damahyanti, Bendiktus Masa Niat Syukur Gulo dan Muhammad Zulqisthi dengan tema “Strategi Sukses Akses Kredit: Edukasi Manajemen Keuangan Bagi Pelaku UMKM pada Kecamatan Sepatan Timur”.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Camat Sepatan Timur, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya literasi keuangan bagi keberlangsungan usaha kecil. Turut hadir pula Ketua UMKM Sepatan Bapak Nurhasanudin yang mendampingi para peserta dari berbagai lini bisnis mikro dan menengah di wilayah tersebut.
Materi utama yang disampaikan dalam edukasi ini meliputi teknik pengelolaan arus kas (cash flow), pemisahan aset pribadi dan bisnis, hingga strategi perencanaan keuangan sederhana guna menghadapi tantangan pasar yang semakin dinamis. UMKM sering disebut sebagai tulang punggung ekonomi nasional karena kontribusinya yang sangat masif.
Berikut adalah bagaimana UMKM mempengaruhi PDB secara signifikan. Di Indonesia, UMKM menyumbang sekitar 60% hingga 61% terhadap PDB nasional. Artinya, mayoritas perputaran uang dan produksi barang/jasa di dalam negeri dihasilkan oleh sektor ini, bukan oleh perusahaan-perusahaan konglomerasi besar semata. UMKM memiliki fleksibilitas yang tinggi. Saat terjadi krisis ekonomi global, UMKM biasanya lebih tangguh karena tidak terlalu bergantung pada modal asing atau bahan baku impor dalam jumlah besar. Keberlangsungan UMKM menjaga agar angka PDB tidak merosot tajam saat ekonomi makro terguncang.

“Tujuan utama kami adalah memberikan pemahaman bahwa manajemen keuangan bukan sekadar mencatat pengeluaran, melainkan alat untuk mengambil keputusan strategis agar UMKM bisa naik kelas,” ujar perwakilan kelompok PKM di pemaparannya.
Ketua UMKM Sepatan Timur menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, pendampingan teknis seperti ini sangat dibutuhkan oleh para pelaku usaha untuk meminimalisir resiko kegagalan bisnis akibat tata kelola keuangan yang kurang rapi.
Di dalam kegiatan sosialisasi ini juga, tim pelaksana PKM menjelaskan bahwa masih banyak pelaku UMKM yang mengalami kesulitan mendapatkan akses kredit akibat kurangnya pencatatan keuangan yang tertata dan minimnya pemahaman mengenai pengelolaan arus kas usaha. Sebagian besar pelaku usaha masih mencampurkan keuangan pribadi dengan keuangan usaha sehingga kondisi usaha sulit dianalisis secara jelas.
Selain itu, peserta diberikan pemahaman bahwa manajemen keuangan yang baik dapat meningkatkan kredibilitas usaha di mata lembaga keuangan. Dengan laporan keuangan yang jelas dan teratur, peluang UMKM untuk memperoleh pinjaman modal usaha akan semakin besar. Edukasi ini juga menekankan pentingnya disiplin dalam memisahkan aset pribadi dan aset usaha guna menjaga kestabilan finansial bisnis. UMKM memiliki peranan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional. Selain mampu menyerap tenaga kerja, UMKM juga menjadi sektor yang paling adaptif dalam menghadapi perubahan kondisi ekonomi.
Oleh karena itu, peningkatan kemampuan manajemen keuangan menjadi langkah penting agar UMKM dapat berkembang lebih profesional dan berdaya saing tinggi. Kegiatan PKM ini berjalan dengan lancar dan mendapat respon positif dari para peserta.
Para peserta UMKM ini merasa terbantu dengan materi yang diberikan karena sangat relevan dengan kebutuhan pelaku usaha saat ini dan menjadi solusi dalam mengatasi kendala pengelolaan keuangan serta akses permodalan usaha. Dalam kegiatan ini tidak hanya materi saja yang disampaikan tetapi juga ada sesi diskusi langsung dengan pelaku usaha, di mana para peserta berkonsultasi mengenai kendala finansial yang mereka hadapi sehari-hari.
Diharapkan melalui kegiatan ini, pelaku UMKM di Sepatan Timur mampu mengaplikasikan ilmu manajemen keuangan untuk memperluas skala usaha dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi lokal dan juga mampu menerapkan manajemen keuangan yang lebih baik, meningkatkan kesiapan dalam mengakses kredit usaha, serta memperkuat pertumbuhan usaha secara berkelanjutan demi mendukung perekonomian masyarakat.
Penulis:
Maria Yosefa Kabosu – Ketua
Ratna Damahyanti – Wakil Ketua
Bendiktus Masa Niat Syukur Gulo – Fasilitator & Narasumber
Muhammad Zulqisthi – Penyuluh
Dosen Pendamping:
Dr. Hj. Holiawati, S.E., M.Si., CSRA.
Dr. Nofryanti, S.E., M.Ak
Program Studi Magister Akuntansi Program Pascasarjana Universitas Pamulang







