TANGERANG SELATAN – Sebuah video proses evakuasi ular king kobra sepanjang sekitar empat meter di kawasan kantor Badan Riset dan Inovasi Nasional Puspitek Serpong, Tangerang Selatan, viral di media sosial. Ular berbisa berukuran besar tersebut sempat memasuki area lobi gedung sebelum akhirnya bersembunyi di dalam toilet.
Kejadian itu membuat pegawai dan petugas keamanan setempat panik. Beruntung, seekor pegiat reptil berhasil mengevakuasi ular tersebut dengan cepat dan aman.
Teguh, pegiat reptil yang melakukan penanganan, menjelaskan awal mula penemuan hingga proses evakuasi king kobra tersebut.
“Awalnya saya lagi di rumah teman, lalu dapat telepon dari anggota security. Katanya ada laporan ular kobra di kantor daerah BRIN Puspitek Tangsel. Pas saya sampai, ular itu sudah masuk ke lobi dan toilet,” ujarnya di lokasi, Kamis (14/5/2026) dikutip dari http://beritasatu.com.
Ia mengatakan langsung menggunakan alat penjepit khusus untuk mengamankan ular tersebut karena karakter king kobra dikenal agresif dan dapat menyerang sewaktu-waktu.
“Ular king kobra itu tipikal penyerang. Mungkin merasa terprovokasi, bisa tiba-tiba menyerang. Jadi saya harus jaga jarak dan buru-buru menjepitnya. Alhamdulillah dalam sekitar 5 menit ular bisa diamankan,” jelasnya.
Menurut Teguh, proses evakuasi cukup menantang mengingat tingkat bisa king kobra yang sangat mematikan.
“Kesulitannya lumayan, karena ini ular berbisa tinggi. Jangan sampai terjadi insiden tergigit, itu sangat fatal. Jadi saya pakai alat yang lengkap agar aman,” katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa kejadian serupa bukan pertama kali terjadi di kawasan tersebut. Pada 2023 lalu, dirinya pernah mengevakuasi king kobra lain dengan ukuran sekitar 2,5 meter. Sementara ular yang ditemukan kali ini memiliki panjang mencapai empat meter.
Teguh menduga kawasan Puspitek memang menjadi habitat alami king kobra.
“Yang saya tahu, mereka tidak bersarang, tapi habitatnya memang banyak di situ. Security juga sering menemukan king kobra kecil melintas di jalan. Kemungkinan populasinya cukup banyak,” ungkapnya.
Sebagai bentuk edukasi, ia mengingatkan masyarakat agar tidak mencoba menangkap ular jika tidak mengetahui jenisnya.
“Lebih baik hindari kontak fisik. Kalau masih di luar rumah, abaikan saja. Tapi kalau masuk rumah, segera hubungi pemadam kebakaran atau pegiat reptil yang paham penanganannya,” pesannya.
Sementara itu, pihak keamanan setempat disebut terus meningkatkan pengawasan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.







