PONTIANAK – Nama Josepha Alexandra menjadi sorotan publik setelah video protesnya terhadap keputusan juri dalam ajang Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat viral di media sosial.
Polemik tersebut semakin ramai diperbincangkan setelah pihak keluarga mengaku menerima tekanan hingga ancaman somasi terkait video yang tersebar luas di internet.
Melalui unggahan di media sosial, kakak Josepha mengungkapkan bahwa sang adik mengalami tekanan mental setelah videonya viral. Ia menyebut Josepha kesulitan tidur dan kehilangan nafsu makan akibat situasi tersebut.
“Adikku peserta LCC 4 Pilar tingkat Kalimantan Barat. Dia jawab benar, tetapi dapat minus 5. Tim lain jawab hal yang sama persis, dapat plus 10,” tulisnya dalam unggahan yang dikutip Selasa, 12 Mei.
Keluarga juga mempertanyakan keputusan juri yang dinilai tidak konsisten dalam memberikan penilaian kepada peserta.
“Di depan kamera live YouTube MPR RI, dia jawab lantang, ‘anggota BPK dipilih DPR dengan memperhatikan pertimbangan DPD dan diresmikan presiden.’ Juri bilang salah dan minus 5. Soal dilempar ke tim lain. Jawaban sama. Juri bilang ini sudah benar dan nilai 10. Aku replay sampai mataku panas. Tidak ada bedanya,” lanjut unggahan tersebut.
Menurut sang kakak, Josepha bahkan sempat merasa bingung dan mempertanyakan apakah dirinya perlu meminta maaf atas polemik yang terjadi.
“Dia nanya ke aku, ‘kak, apa aku harus minta maaf? Katanya aku yang bikin gaduh’. Dan aku enggak tahu harus jawab apa. Menurut kalian, apa adikku perlu buat video permintaan maafnya? Harus ngapain adikku ini,” tulisnya.
Ia menegaskan Josepha hanya menyampaikan keberatan secara wajar dan menginginkan perlakuan yang adil dalam perlombaan tersebut.
“Dia bukan lebay. Dia bukan cari drama. Dia cuma minta satu hal yang paling basic, yakni diperlakukan adil,” tulisnya lagi.
Selain itu, keluarga juga mengaku Josepha menerima pesan WhatsApp dari pihak tak dikenal yang meminta video viral tersebut dihapus dari media sosial. Dalam tangkapan layar yang dibagikan, terlihat pesan bernada ancaman somasi apabila video tidak diturunkan.
“Selamat pagi, kami infokan kembali untuk hapus video yang ada di IG, jika tidak kami akan layangkan somasi,” demikian isi pesan yang diunggah.
Unggahan tersebut memicu gelombang simpati dari warganet. Banyak netizen memberikan dukungan kepada Josepha dan meminta polemik penilaian LCC diusut secara transparan.
Di tengah polemik yang berkembang, Josepha juga disebut mendapat tawaran beasiswa ke China dari anggota MPR sebagai bentuk apresiasi atas keberaniannya menyuarakan pendapat.
“Ini bentuk apresiasi, dia anak bangsa yang berani menyuarakan dan mempertahankan kebenaran, kita harus dukung,” tulis unggahan lain yang beredar di media sosial.
Hingga kini, polemik penilaian LCC 4 Pilar MPR RI Kalimantan Barat masih ramai diperbincangkan dan belum ada pernyataan resmi lanjutan dari pihak penyelenggara terkait dugaan intimidasi maupun ancaman somasi yang viral tersebut.







