JAKARTA – Nama Shindy Lutfiana Al Aziz menjadi sorotan publik setelah tampil sebagai pembawa acara dalam ajang Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR 2026 tingkat Kalimantan Barat pada 9 Mei 2026.
Video saat Shindy memandu acara viral di media sosial setelah sejumlah ucapannya dinilai tidak profesional oleh warganet. Salah satu pernyataan yang ramai diperbincangkan adalah kalimat, “mungkin itu hanya perasaan adik-adik saja,” yang diucapkannya ketika babak final berlangsung.
Polemik tersebut membuat publik mulai menyoroti latar belakang Shindy, termasuk riwayat pendidikan hingga aktivitasnya di dunia pembawa acara atau master of ceremony (MC).
Berdasarkan data akademik yang beredar, Shindy diketahui pernah menempuh pendidikan di Universitas Muhammadiyah Tangerang pada program studi Sarjana Manajemen.
Shindy tercatat sebagai mahasiswa baru pada 4 September 2014. Namun, status kemahasiswaannya disebut keluar pada semester ganjil tahun akademik 2019/2020.
Selain pernah berkuliah di Tangerang, Shindy juga diketahui sempat mengikuti ajang Tangerang MC Competition 2025.
Dalam unggahan akun Instagram Prokompim Kota Tangerang, nama Shindy Lutfiana Al Aziz masuk dalam daftar 30 besar peserta yang lolos ke tahap berikutnya.
“Selamat untuk 30 peserta Tangerang MC Competition 2025 yang lanjut ke tahap selanjutnya. Untuk info tahap selanjutnya, seluruh peserta akan dihubungi langsung oleh panitia ya,” tulis akun tersebut.
Namun, saat pengumuman 10 besar peserta dirilis, nama Shindy sudah tidak lagi tercantum dalam daftar peserta yang melanjutkan kompetisi.
Di tengah polemik viral LCC Empat Pilar MPR, Shindy akhirnya menyampaikan permintaan maaf terbuka melalui media sosial. Ia mengaku menyesali ucapan yang disampaikannya saat memandu acara.
“Dengan segala kerendahan hati, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas semua ucapan saya,” tulis Shindy dalam klarifikasinya.
Ia juga menyebut kejadian tersebut menjadi pelajaran penting agar dirinya lebih berhati-hati dalam memilih kata saat tampil di ruang publik.
“Peristiwa ini menjadi pembelajaran yang sangat berharga bagi saya untuk lebih berhati-hati, bijaksana, serta lebih cermat dalam memilih dan menggunakan diksi ketika menjalankan tugas di ruang publik,” lanjutnya.
Shindy berharap permintaan maaf yang disampaikannya dapat diterima masyarakat sekaligus menjadi evaluasi bagi dirinya agar bersikap lebih baik di masa mendatang.
Polemik LCC Empat Pilar MPR tingkat Kalimantan Barat sendiri hingga kini masih ramai diperbincangkan di media sosial, terutama setelah viralnya protes peserta terkait penilaian juri pada babak final perlombaan tersebut.







