PONTIANAK– Siswa-siswi SMAN 1 Pontianak yang menjadi sorotan publik usai mengikuti Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI Kalimantan Barat diberangkatkan ke Jakarta bersama tim dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Perhatian publik terhadap tim SMAN 1 Pontianak muncul setelah momen jawaban mereka yang dinilai benar justru disanggah oleh dewan juri viral di media sosial. Peristiwa tersebut memicu dukungan luas dari masyarakat kepada para siswa asal Kalimantan Barat itu.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Barat, Syarif Faisal Indahmawan Alkadrie, membenarkan para siswa telah berangkat ke Jakarta pada Selasa (12/5/2026).
“Anak-anak SMAN 1 Pontianak mendapatkan perhatian langsung, mereka berangkat bersama Bapak Wapres Gibran ke Jakarta hari ini,” ujar Faisal di Melawi, Selasa (12/5/2026) dilansir dari Beritasatu.com.
Faisal mengatakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mendukung penuh para siswa yang dinilai telah menunjukkan kemampuan dan keberanian dalam ajang nasional tersebut.
Menurutnya, terlepas dari polemik yang terjadi saat perlombaan, para siswa tetap berhasil membawa nama baik daerah dan menunjukkan kualitas pelajar Kalimantan Barat di tingkat nasional.
Pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar juga telah memanggil Kepala SMAN 1 Pontianak beserta tim pendamping LCC untuk membahas persoalan tersebut.
“Kami sudah memanggil Kepala SMAN 1 Pontianak, Indang dan tim pendamping terkait persoalan ini,” tambahnya.
Ia menjelaskan, salah satu dugaan penyebab kesalahpahaman dalam perlombaan berasal dari gangguan speaker yang mengarah ke meja dewan juri. Akibat gangguan tersebut, jawaban peserta diduga tidak terdengar jelas oleh juri, meski suara terdengar jelas oleh penonton maupun dalam siaran langsung YouTube.
“Informasi yang saya terima, speaker mengarah ke juri mengalami gangguan, sehingga jawaban peserta kurang jelas. Sementara di live YouTube dan ke audiens penonton, suara terdengar jelas,” tutur Faisal.
Meski demikian, Faisal meminta pihak sekolah tetap mengikuti mekanisme resmi dengan mengajukan permohonan peninjauan ulang kepada penyelenggara lomba. Ia menegaskan LCC 4 Pilar merupakan agenda yang diselenggarakan langsung oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia, bukan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.
Menurut Faisal, SMAN 1 Pontianak pada prinsipnya menerima hasil perlombaan. Namun, evaluasi tetap perlu dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
“Kita selesaikan sesuai ketentuan lomba dan semua pihak harus menunjukkan sikap kesatria,” tegasnya.







