JAYAPURA – Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, bersiap melakukan transformasi besar menjadi hub ekonomi kelautan utama di Bumi Cenderawasih. Pemerintah Provinsi Papua menetapkan wilayah pesisir ini sebagai sentra industri perikanan terpadu yang mencakup pembangunan dermaga, kawasan kampung nelayan, hingga pabrik pengalengan ikan.
Kepastian pengembangan kawasan ini dikonfirmasi dalam pertemuan strategis dengan para tokoh adat (Ondoafi) dan masyarakat di Kampung Waiya, Rabu (29/4/2026). Langkah ini diambil guna mengoptimalkan potensi laut Papua yang melimpah sekaligus menciptakan kemandirian ekonomi bagi masyarakat lokal.
Pemerintah menegaskan bahwa ambisi menjadikan Depapre sebagai pusat perikanan tidak akan mengusik status kepemilikan tanah ulayat. Prinsip yang diusung adalah pembangunan berbasis kemitraan tanpa melakukan pelepasan hak atas tanah masyarakat kepada pemerintah.
“Pemerintah tidak memiliki hak untuk tanah itu, kami hanya membuka akses pembangunan. Tanah tetap menjadi hak milik masyarakat. Kami masuk dengan program agar manfaatnya kembali sepenuhnya ke warga,” tegas pihak pemerintah di hadapan para tokoh adat.
Sikap terbuka masyarakat adat di Depapre diapresiasi sebagai katalisator penting bagi percepatan pembangunan. Dengan kepastian hukum atas tanah yang tetap di tangan warga, proses pembangunan infrastruktur strategis diharapkan bisa berjalan tanpa hambatan sosial.
Selain pembangunan fisik, program ini dirancang untuk mengubah struktur ekonomi masyarakat pesisir. Pemerintah berkomitmen memberikan dukungan sarana berupa kapal tangkap serta pendampingan teknis bagi kelompok nelayan lokal agar mampu memenuhi standar industri pengalengan.
Masyarakat lokal, khususnya generasi muda, didorong untuk melirik sektor kelautan sebagai profesi utama yang kompetitif. Pemerintah menjamin akan membantu penyerapan hasil tangkapan nelayan agar memiliki nilai ekonomi yang tinggi.
“Tidak perlu semua berorientasi menjadi pegawai negeri. Laut kita memiliki kekayaan yang luar biasa. Cari ikan sebanyak-banyaknya, pemerintah hadir untuk memastikan hasil tangkapan tersebut terserap pasar,” imbuh perwakilan pemerintah.
Pengembangan Depapre sebagai sentra ekonomi baru ini ditargetkan menjadi model pembangunan daerah pesisir di Papua yang menyelaraskan modernisasi industri dengan perlindungan terhadap hak-hak adat masyarakat lokal secara berkelanjutan.(*)






