JAKARTA– Dua asisten rumah tangga (ART) nekat melompat dari lantai empat sebuah rumah di kawasan Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Kamis (23/4/2026) dini hari WIB. Peristiwa tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia, sementara satu lainnya mengalami luka serius.
Korban meninggal dunia diketahui berinisial D (19). Sementara rekannya, R (30), berhasil selamat meski mengalami patah tulang pada bagian tangan dan kaki. Keduanya diduga melompat dari ketinggian sekitar 15 meter.
Insiden terjadi di sebuah rumah di Jalan Bendungan Walahar Buntu yang juga difungsikan sebagai indekos. Berdasarkan dugaan sementara, kedua korban berusaha melarikan diri secara diam-diam melalui jendela di lantai atas.
Korban selamat langsung dilarikan ke Rumah Sakit Angkatan Laut Mintohardjo untuk mendapatkan perawatan intensif. Sementara itu, korban D meninggal dunia di lokasi akibat luka parah.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat, Roby Heri Saputra, menyatakan bahwa pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam terkait peristiwa tersebut.
“Masih kami dalami, termasuk dugaan adanya perlakuan tidak menyenangkan yang dialami para korban,” ujar Roby, Kamis malam dikutip dari Beritasatu.com.
Untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut, jenazah korban telah dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo guna dilakukan autopsi. Polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi serta mengumpulkan barang bukti untuk mengungkap motif pasti di balik kejadian ini.
Hingga kini, proses penyelidikan masih terus berlangsung.







